CRUSH

CRUSH
Chapter 50


__ADS_3

Hari demi hari, minggu demi minggu telah mereka lewati. Hubungan Andromeda dan Lova semakin romantis. Hari ini Andro berkunjung ke kantor Pak Marco untuk bertemu dengan Pak Marco sendiri sebagai wali Lova untuk meminta izin mengajak Lova berlibur ke Raja Ampat sesuai rencananya yang sudah lama ia buat. Pak Marco pun memberikan Izin dan Andro memutuskan akan berangkat pekan depan.


"Terima kasih Tuan Marco kalau begitu saya permisi balik ke kantor saya, sampaikan salam saya ke Lova" ucap Andromeda sambil menjabat tangan dengan Pak Marco.


"Baik, hati-hati di jalan"


..._...


Kebetulan juga hari ini adalah hari pelepasan gips di kaki Noval karena kakinya sudah sembuh walaupun tidak bisa langsung senormal dulu tapi Noval sudah berjalan lebih baik tanpa alat bantu ditemani oleh Lova, Indy dan juga Aldo. Mungkin untuk beberapa waktu ke depan Noval akan menjalani rehabilitasi fisik disamping itu Noval sudah sangat bersyukur mengetahui kondisinya yang sudah membaik.


"Guys karena Noval sudah sembuh aku mau mentraktir kalian makan sepuasnya untuk merayakan kesembuhan Noval" ucap Aldo.


"Yang bener kau Al?" tanya Lova nampak tak yakin.


"Serius aku kak tapi makan di warung tenda ya" ucap Aldo sambil cekikikan.


"Di warung tenda pun gas lah disana makanannya juga enak kayak makanan rumahan" ucap Noval kegirangan.


Indy yang berada disana hanya diam memperhatikan interaksi teman-temannya.


Sampai di warung tenda dengan kalap Noval memesan semua menu yang ada disana membuat Lova dan Aldo melongo.


"Kira-kira dong Val" ucap Aldo sambil memegang dompet yang ada di sakunya.


"Kalau mau nraktir jangan nanggung-nanggung" ucap Noval.


"Kau kayak gak dikasih makan setahun malu-maluin tahu" ucap Lova melihat tingkah kembarannya ini.


"Udahlah Va kapan lagi kita di traktir Aldo"


Lova nampak berpikir, "Bener juga ya"


"Kak Lova jangan kayak Noval dong uangku nanti gak cukup buat bayar" rengek Aldo.


"Kalau gak cukup nanti aku yang nambelin" ucap Lova membuat Aldo bernafas lega.


Mereka berempat makan sambil melontarkan canda tawa tapi entah kenapa hari ini ada yang berbeda dari Indy membuat Aldo yang peka pun heran.


"Kenapa kau In, sakit?" tanya Aldo.


Indy hanya menggeleng.


"Kau ada masalah?" tanya Lova.


Indy hanya menatap Lova sekilas lalu menggeleng.


"In-" ucap Noval yang hendak mengucapkan sesuatu tapi terhenti ketika seseorang datang langsung bergabung dengan mereka. Anjeli orangnya.


"Aku boleh gabung ya, pas banget ada kalian" ucap Anjeli langsung duduk di samping Noval.

__ADS_1


"Kau" ucap Aldo sambil memicing melihat Anjeli.


"Kebetulan yang bagus kan" jawab Anjeli diakhiri dengan tawa.


Indy yang ada masalah dalam dirinya memutuskan untuk pamit pulang terlebih dahulu meninggalkan tanda tanya bagi Lova.


"In" panggil Lova lalu menghampiri Indy yang sudah keluar dari warung tenda menunggu taksi lewat.


"Aku antar ya" tawar Lova.


"Gak usah aku bisa pulang sendiri" jawab Indy.


"Apa gara-gara Anjeli?" tanya Lova.


Indy hanya tersenyum sekilas lalu memberhentikan taksi yang lewat di depannya, "Sudah ya aku pulang, bye" ucapnya lesu.


Lova menghembuskan nafasnya pelan lalu kembali ke dalam warung tenda, "Noval habis makan kita langsung pulang ya"


"Kenapa Va kita main dulu kali Noval kan udah sembuh gimana kalau kita main ke taman dulu" ucap Anjeli.


"Maaf Njel aku ada janji dan Noval juga harus istirahat kamu harus ngerti dong" ucap Lova.


Aldo melihat ke arah Lova meminta informasi tentang kondisi saat ini hanya mendapatkan gelengan dari Lova.


"Va aku udah kenyang sisanya di bungkus aja ya, Al gakpapa kan?"


Lova pun memberi tahu pemilik warung untuk membungkuskan sisa makanan untuk di bawa pulang.


Mendapat perlakuan tidak bersahabat dari Noval dan yang lainnya membuat Anjeli geram, "Kalian kenapa sih menghindar dari aku" protesnya.


"Kami gak menghindar hanya waktu untuk berkumpul tidak tepat" ucap Lova.


"Karena Indy" ucap Anjeli tidak suka.


"Kau jangan seperti itu ya sama Indy" ucap Lova tidak terima.


"Sudah kalian jangan ribut, Kak bawa Noval pulang aku juga mau pulang" ucap Aldo yang tak suka sama sekali dengan keributan.


Di saat Noval berjalan menjauh Anjeli mengikutinya dan menahan tangan Noval, "Val aku suka sama kamu" ucap Anjeli yang membuat Noval serta Lova syok di tempatnya.


"Apa?" tanya Lova.


"Selama ini aku suka sama kamu Val sejak pertama kita bertemu aku udah tertarik sama kamu, kamu mau kan nerima cinta aku?"


"Val" ucap Lova sambil memegang bahu Noval.


"Va kau jangan ikut campur" ucap Anjeli dengan tatapan tajamnya.


Lova pun ingin marah mendapati tatapan tak bersahabat seperti itu namun ia menahannya karena ia tak mau membuat keributan di tempat umum.

__ADS_1


"Noval kamu ngerti kan apa yang aku maksud, aku mau punya hubungan lebih dari sekedar teman" ucap Anjeli masih memegang kedua tangan Noval.


"Aku tahu kamu juga punya rasa yang sama kayak aku karena setiap kita menghabiskan waktu bersama kau nampak bahagia" ucap Anjeli lagi.


Noval nampak berpikir, "Mungkin tapi-"


"Benar kan kita saling suka kenapa gak pacaran aja"


"Hei Anjeli kau jangan buat persepsi yang tidak-tidak dong" ucap Lova tak terima.


"Va sebaiknya kau gak usah ikut campur mending pulang sendiri aja biar Noval pulang sama aku"


"Kau ngusir saudaraku di depanku Njel" ucap Noval tak terima.


"Bukan gitu maksudku" ucap Anjeli gelagapan.


"Sudah Njel aku mau pulang saja aku gak bisa kalau Lova marah dengan ku itu sangat menyiksa"


Mendengar pernyataan Noval, Lova jadi lega sekarang ternyata kembarannya ini masih memiliki otak yang berfungsi dengan baik.


"Ayo Va kita pulang"


Akhirnya Lova dan Noval pulang meninggalkan Anjeli yang masih geram di tempatnya.


Di dalam mobil Lova tak henti-hentinya memuji Noval karena sudah melakukan hal yang benar.


"Untung kau gak kerayu sama dia Val" ucap Lova.


"Setelah ku pikir Anjeli nampak aneh dan sedikit menyebalkan" ucap Noval.


"Val aku mau ngomong" ucap Lova.


"Ada apa?" tanya Noval penasaran.


"Kau ingat kan aku pernah bilang kalau ada seseorang yang suka sama kau?" tanya Lova.


Noval mengangguk.


"Sebenarnya orang itu adalah Indy"


"Indy" Noval mengulangi ucapannya Lova.


Lova mengangguk, "Iya Indy, dia udah lama suka sama kau tapi dia gak berani ungkapin isi hatinya.


"Astaga" ucap Noval menunduk. Ia merasa sangat bersalah.


Akhirnya Noval tahu apa yang akan di bahas oleh Indy beberapa minggu yang lalu. Pasti Indy merasa sakit ketika Anjeli selalu berada di dekatnya, berada di antara mereka.


Noval harus berbuat sesuatu, ia tak akan tinggal diam. Ia juga merasakan ada yang mengganjal beberapa hari ini karena Indy jarang sekali berinteraksi dengan dirinya. Apa mungkin dirinya juga suka dengan Indy?

__ADS_1


__ADS_2