
Sampai di rumah Lova, ia bertemu dengan papa Lova yang sedang berada di teras rumah mengantar tamu yang hendak pulang.
"Selamat malam Mister Marco" sapa Andro.
"Malam kamu Andro kan?" tebak Pak Marco.
Andro mengangguk, "Mister Marco saya mau ketemu sama Lova saya mohon agar bisa di pertemukan dengan Lova"
"Kalian sedang bertengkar ya karena tadi saya lihat Lova menangis saat pulang dan saya juga belum sempat menemuinya karena masih melayani tamu dulu tadi"
"Maafkan saya, saya yang salah" ucap Andro nampak sangat amat menyesal.
"Sudahlah memang dalam hubungan asmara pasti akan ada cobaan di dalamnya. Masuklah saya izinkan Lova sedang berada di dalam kamar kamu saja yang samperin kalau mengajak Lova keluar pasti dia tak akan mau" ucap Pak Marco.
Andro pun di antar sampai ke depan pintu kamar Lova lalu Pak Marco meninggalkan Andro disana. Pak Marco memberikan kepercayaannya kepada Andro, dia bisa melihat betapa tulusnya Andro datang untuk memperbaiki hubungan dengan putrinya.
Pintu di ketuk beberapa kali namun tak ada respon namun Andro tak akan menyerah begitu saja.
"Lov" panggilnya.
Andro pun kembali mengetuk sambil memanggil nama Lova dan terus membujuknya agar mau menemui dirinya.
"Saya mohon buka pintunya"
"Kakak ngapain kesini?" tanya Lova dari dalam.
"Saya ingin bicara sama kamu" jawab Andro.
"Mau apa? Kakak mau klarifikasi tentang perempuan tadi?" tanya Lova.
Andro terdiam sesaat, "Ada yang lebih penting dari pada itu"
Hening menerpa sesaat sebelum Lova mengizinkan Andro masuk ke dalam kamarnya.
"Masuk aja pintunya gak di kunci"
__ADS_1
Dengan pelan Andro membuka pintu kamar Lova lalu masuk tanpa menutup rapat pintunya.
Andro bisa melihat Lova sedang duduk di pinggir ranjang sambil menangis sesenggukan. Andro pun menghampiri dan berlutut di depan Lova.
"Hei jangan menangis oke" ucapnya sambil menghapus air mata Lova yang membasahi pipinya.
"Saya minta maaf saya mengaku salah saya tidak tegas ketika ada perempuan yang mencoba mendekati saya, saya minta maaf" ucap Andro sambil menggenggam erat tangan Lova.
"Kak Andro serius gak sih sama aku?" tanya Lova sambil terisak.
"Saya serius, lain kali kalau ada yang mendekati saya, saya akan bersikap tegas sama mereka oke jangan nangis lagi maafkan saya, saya memang salah saya menyesal" ucap Andro dan genggamannya terasa semakin erat.
"Jangan tinggalin saya ya, wanita tadi hanya model untuk produk terbaru saya karena rasa terima kasih saya membelikannya sebuah hadiah tidak lebih dari itu" ucap Andro dengan suara bergetar.
Lova mengelus pipi Andro dan melihat ke arah mata Andro sangat dalam, "Yang berlalu ya sudah setiap hubungan pasti ada cobaan aku maafin Kak Andro"
"Makasih Lov" Andro pun memeluk Lova dengan erat. Ia sangat takut jika Lova akan meninggalkan karena kebodohannya. Benar apa kata Sella kalau Lova sangat baik bahkan terlalu baik untuk dirinya. Andro tak akan melakukan kesalahan lagi setelah ini, mulai sekarang ia akan lebih berhati-hati menghadapi wanita apalagi yang tujuannya untuk mendekati dirinya.
Di luar Noval yang penasaran dengan kedatangannya Andro mencoba mengintip dari celah pintu kamar Lova. Ia pun merasa senang ketika tahu Andro benar-benar orang yang bertanggung jawab dan sangat menyayangi Lova.
Hari silih berganti. Andro merasa senang hubungannya dengan Lova semakin membaik begitu pula dengan Lidya ia sudah bertindak tegas dan memberi pengertian kepada Lidya kalau dirinya hanya mencintai Lova dan tak ada perempuan lain yang bisa menyingkirkan Lova dari hatinya. Mengetahui hal tersebut kedua sahabatnya yaitu Leo dan Sella merasa sangat senang.
Melihat Andro dan Lova yang sudah akrab kembali orang-orang di sekitarnya juga merasa senang dengan membaiknya hubungan mereka.
Hari ini Andro berinisiatif untuk menjemput Lova saat pulang sekolah tepat jam dua dirinya sudah berada di depan sekolah Lova. Ia bisa melihat para pelajar berhamburan keluar sekolah diantara mereka ia bisa melihat Lova sedang berjalan bersama kedua temannya yang sudah ia kenal Indy dan Aldo.
Lova melambaikan tangannya ketika melihat Andro keluar dari mobilnya sambil tersenyum ke arahnya.
"Hai kak An" sapa Lova setelah berada di depan Andro.
"Hai my Lov"
"Yang udah baikan nih ye" ledek Indy.
Lova hanya bisa mesem-mesem di tempatnya namun tak lama tanpa mereka duga cowok yang berniat mendekati Lova tak lain adalah David menghampiri mereka.
__ADS_1
"Hai guys" sapanya.
"David" gumam Indy lalu melihat ke arah Andro yang sudah memicingkan matanya melihat ke arah David.
Aldo yang juga berada di sana membalas sapaan David, "Woy, ada apa nih?" tanya Aldo.
"Ini aku mau ngobrol bentar sama Lova" jawabnya yang membuat ekspresi Aldo dan Indy menjadi pucat.
Di tempatnya Indy menggelengkan kepala sambil memberikan sinyal agar David meninggalkan tempatnya tapi tak dihiraukan oleh David.
"Mobil jemputan kamu kok belum datang biasanya juga udah ada di depan sekolah atau aku antar pulang aja gimana?" tawar David dengan gagah berani tanpa tahu ada orang yang sedang menatapnya dengan tatapan tajamnya.
"Sorry Vid aku udah di jemput" ucap Lova sambil melihat ke arah Andro.
"Hai kak aku David temennya Lova mungkin bakal jadi pacarnya" ucap David sambil mengulurkan tangannya ke arah Andro. Andro pun hanya melihat uluran tangan tersebut tanpa ingin membalasnya. David yang malu dengan respon yang di berikan oleh Andro hanya mampu membawa tangannya untuk meraih rambutnya seolah merapikan rambutnya yang berantakan terkena angin. David hanya bisa tersenyum canggung, "Kakak ini kakaknya Lova?"
Andro yang hendak akan menjawab di dahului oleh Lova yang tiba-tiba memeluk tubuhnya sambil berkata, "Dia kekasihku"
Perlakuan tiba-tiba tersebut membuat jantungnya berdenyut kencang. Ingin rasanya ia tersenyum selebar mungkin tapi mengingat lokasinya yang kurang tepat Andro hanya bisa menahannya sambil merangkul tubuh Lova.
"Kekasih?" gumam David tak percaya.
"Pria ini kekasihnya kak Lova kau jangan macam-macam" ucap Aldo, "Maaf kak tolong di maklumi dia gak tahu" ucap Aldo.
"I'ts okay" ucapnya lalu melihat ke arah Lova yang masih memeluknya, "Lov kita pulang sekarang ya"
Lova pun mengangguk.
Setelah kepergian Andro dan Lova, Indy segera menepuk belakang kepala David, "Dasar kau, aku kan udah kasih kode agar kau pergi aja dari sini untung aja pacarnya Lova gak marah kau belum tau aja dia marahnya kayak apa" ucap Indy.
"Tau nih kalau marah ngeri tahu" tambah Aldo sambil mengingat dirinya pernah mendapat tatapan tak enak dari Andro membuatnya bergidik ngeri.
"Aku gak tahu kalau Lova udah punya pacar" ucap David lemas.
"Yang sabar ya kau kurang beruntung" ucap Aldo menepuk-nepuk bahu David.
__ADS_1