
Di dalam kamarnya, Indy sedang melakukan aktivitas skincare malam rutinnya. Selesai dengan skincare malamnya Indy mematut dirinya di cermin sesaat sebelum berjalan ke arah ranjang tidurnya mengambil ponsel yang ia letakkan di atas meja yang berada di samping tempat tidurnya. Indy duduk di tepi ranjang sambil berpikir tindakan yang akan ia lakukan sesegera mungkin dan tindakan itu adalah mengungkapkan perasaannya ke Noval sebelum keduluan oleh si Anjeli nenek lampir penghalang jaraknya dengan Noval.
Indy masih menimang-nimang untuk menelfon Noval. Sejujurnya Indy belum cukup punya nyali untuk mengakui perasaannya pada Noval tapi jika mengingat ada sosok menyebalkan bernama Anjeli sontak Indy menepis keraguannya untuk secepatnya mengakui perasaannya yang sejujurnya.
Dengan hembusan nafas yang keluar dari mulutnya Indy membuka ponselnya dan masuk ke dalam kontak mencari nomor ponsel Noval. Indy bisa merasakan jantungnya berdebar dengan kencang. Sebelum memencet tombol panggilan Indy merapalkan doa terlebih dahulu untuk kelancarannya berbicara dengan Noval walaupun hanya lewat panggilan telefon.
Indy pun memencet tombol panggilan dan terdengar nada sambung disana. Beberapa detik kemudian panggilannya mendapat respon.
"Halo, Indy"
Indy menenggak ludahnya dengan kasar entah kenapa ia seperti tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun.
"Indy?"
"Eh, h-hum, ha-halo Nov-val" seketika Indy menepuk jidatnya lantaran malu berbicara gagap.
"Kenapa In kok gugup gitu ada masalah?" tanya Noval yang malah khawatir mendengar kegugupan Indy.
"Aku baik-baik aja kok" jawab Indy sambil menahan dirinya agar tidak berteriak.
"Oh okey" ucap Noval heran.
"Hum, Noval aku mau bicara penting" ucap Indy semakin lirih di akhir kata.
"Bilang aja In"
Indy menjauhkan ponselnya dari telinganya, "Tenang In" ucapnya lalu mendekatkan ponselnya kembali, "gini Val karena aku mau membicarakan hal penting jadi aku berniat ngomong langsung sama kamu"
"Iya, terus?"
"Kalau besok sore kita ketemu di taman dekat rumah kamu bagaimana kamu bisa tapi cuma kita berdua" ucap Indy.
"Bisa sih lagian aku juga gak tega ngajak Lova dia lagi kena musibah" ucap Noval membuat Indy terkejut.
"Musibah apa Val?" ucap Indy.
"Adalah intinya ada hubungannya sama kak Andro aku juga gak terlalu mau ikut campur takut salah"
"Kau benar"
"Jadi besok jam berapa? Biar aku bisa datang lebih awal soalnya takut telat datangnya"
"Bagaimana kalau jam empat lumayan teduh jam segitu"
"Boleh"
"Makasih Val kalau gitu selamat istirahat aku tutup telfonnya, bye Noval"
"Bye Indy"
Sambungan terputus. Indy meletakkan ponselnya di atas meja seperti semula lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur dan berguling-guling disana sambil menggigit selimutnya menahan teriakan membahana yang akan keluar dari mulutnya.
"Mudah-mudahan besok lancar, Aamiin"
__ADS_1
..._...
Di sekolah SMA Paripurna ll sejak satu jam lalu setelah bel masuk berbunyi belum juga ada tanda-tanda guru pengajar akan masuk membuat kelas ricuh di pagi hari.
Seorang siswa bernama Anton teman satu kelas Noval baru saja masuk ke kelas habis dari toilet dan mengabarkan kalau guru-guru akan mengadakan rapat penting sekolah.
"Weh para guru mau ada rapat, pulang pagi kita kayaknya nih" ucap Anton.
"Ah yang bener kau ton" sahut Dono teman sebangkunya.
"Kalau gak percaya lihat kelas lain, disana juga gak ada guru masuk di kelas mereka guru-guru pada sibuk mau siap-siap rapat kata anak kelas sebelah yang anak guru disini juga bilang kalau hari ini kita pulang pagi" ucap Anton.
Seketika seluruh kelas menjadi riuh bak kapal pecah setelah mendengar ucapan Anton.
Anjeli yang tempat duduknya berjauhan dengan Noval berjalan mendekati bangku Noval.
"Val" panggil Anjeli.
Noval melihat ke arah wajah Anjeli, "Ada apa Njel?"
"Kalau pulang pagi kita nongkrong dulu yuk" ajak Anjeli.
"Kemana?"
"Kemana gitu yang enak buat nongkrong" ucap Anjeli.
Tepat di depan bangku Noval ada tempat duduk Dilan. Si Dilan yang mendengar ajakan Anjeli hanya berdecih lirih.
"Aku gak bisa deh aku mau pulang aja lagian nanti sore aku mau ketemuan sama Indy jadi aku mau istirahat di rumah" ucap Noval.
"Aku gak ajak Lova"
"Jadi cuma berdua"
Noval hanya mengangguk.
"Ketemuan sama Indy dimana?"
Pertanyaan beruntun yang memperlihatkan keingintahuan Anjeli tentang pertemuannya dengan Indy lebih detail membuat Noval keheranan.
Melihat Noval yang menampilkan ekspresi keheranan Anjeli langsung klarifikasi tentang keingintahuannya, "Gak maksud apa-apa sih Val tapi kalau aku boleh ikut gimana kan seru gitu kalau main rame-rame" ucap Anjeli.
Noval mengangguk paham, "Aku mau ketemuan di taman dekat rumah tapi Indy maunya berdua aja katanya mau ada hal penting yang ingin dibicarain sama aku"
"Tentang apa?"
Noval hanya menghendikkan bahunya tanda tak tahu. Disitu Anjeli langsung waspada dan menerka-nerka apa yang akan dilakukan oleh Indy. Kalau sampai Indy selangkah dekat dengan Noval dari pada dirinya Anjeli tak mungkin tinggal diam.
Tak lama kemudian terdengar suara pengumuman tentang rapat yang akan diadakan oleh para guru dan siswa yang hadir hari ini diizinkan pulang lebih awal. Satu sekolah menjadi riuh dan mereka satu per satu meninggalkan sekolah.
Sore pun tiba seperti perjanjian sebelumnya Noval akan berangkat lebih awal dari waktu yang di tentukan oleh Indy untuk pertemuannya hari ini. Sekitar pukul 15.45 Noval sudah berada di lokasi.
Terlihat bangku kosong di antara bangku-bangku yang terisi oleh sepasang kekasih memutuskan Noval untuk pergi kesana dijadikannya tempat menunggu kedatangan Indy kalau dirinya hanya berdiri saja kadang Noval merasa tidak enak dengan kakinya.
__ADS_1
Sekitar lima belas menit berlalu tepat pukul empat sore Indy datang dengan sangat cantiknya membawa paper bag kecil berjalan ke arah Noval. Sepersekian detik Noval dibuat berdebar dengan sosok Indy yang muncul dihadapannya saat ini.
"Hai Noval" sapa Indy dengan senyum cantik yang menghiasi wajahnya.
Noval memegang dadanya merasakan denyut jantung yang tak tentu irama memandang Indy dengan rasa takjub. "Hai In" balasnya.
"Aku boleh duduk ya" ucap Indy sambil menunjuk tempat kosong di sebelah Noval.
"Boleh dong"
Indy pun langsung duduk di samping Noval, "Aku bawa kue macaron" ucap Indy sambil memberikan paper bag yang ia bawa.
Noval pun menerima bingkisan tersebut dengan rasa yang bahagia, "Makasih In"
Hening menyelimuti. Indy tak tahu harus memulai percakapannya dengan Noval. Sekarang aja dirinya dilanda gugup yang tak karuan.
"Ngomong-ngomong kamu mau bicara apa katanya ada hal penting yang mau kamu bicarakan?" tanya Noval.
Indy berdehem sebelum berkata, "Val jadi gini" ucap Indy gugup, "sebenarnya aku mau jujur sama kamu" ucapnya sambil memandang ke arah wajah Noval yang membuat Indy salah tingkah di tempatnya.
"Tentang?"
"Tentang perasaanku"
Mendengar jawaban dari Indy membuat Noval bingung. Noval pun hanya diam menunggu perkataan Indy selanjutnya. Terlihat Indy gusar di tempatnya.
"Aku mau jujur sama kamu kalau aku..."
Ucapannya seketika melayang ke udara ketika suara perempuan memanggil nama Noval membuat mereka berdua menoleh ke arah sumber suara.
"Anjeli" Batin Indy.
"Hai" sapa Anjeli dengan wajah cerianya membuat Indy muak di tempatnya.
"Kamu kok ada disini?" tanya Noval.
"Kebetulan lewat sini pas aku lihat kalian aku samperin deh" jawab Indy tanpa ada rasa bersalah.
Seketika mood Indy turun, "Kayaknya aku pulang aja deh mendung mau hujan" ucap Indy membuat Noval heran pandangannya langsung mengarah ke langit yang amat sangat cerah.
"Tapi In-"
"Aku duluan ya Val" ucap Indy kecewa, Noval pun bisa merasakannya.
Indy melihat sekilas ke arah Anjeli dengan tatapan tajamnya sementara Anjeli hanya tersenyum miring melihat kepergian Indy.
"Aku temenin kamu disini ya" ucap Anjeli langsung duduk di sebelah Noval.
"Wih apa tuh" ucap Anjeli melihat ke arah paper bag yang di pegang Noval.
Tak jauh dari tempatnya Indy berdiri disana merasakan hatinya yang teremas sangat kuat mendengar suara Anjeli yang terasa begitu menyebalkan.
Noval melihat Indy merasa sangat sedih, ia merasa telah mengecewakan seseorang. Dirinya melihat Indy yang menjauh dan menghilang dari hadapannya membuat dadanya sesak.
__ADS_1
"Maaf Njel aku juga mau pulang aja kasihan Lova sendiri di rumah jam segini pekerja di rumah kami udah pada pulang" ucap Noval lalu meninggalkan taman.
Disisi lain Anjeli merasa senang telah menggagalkan tindakan Indy yang mengancam kedekatannya dengan Noval.