
Sabtu pagi yang cerah, Lova sudah bersiap dengan seragam dan tas sekolahnya yang sudah ia sampirkan di bahu, menatap dirinya ke cermin lalu membenahi poninya yang sedikit berantakan, ia pun keluar dari kamarnya menuruni tangga dan mengucapkan salam pagi kepada Noval yang sedang duduk di ruang tamu dengan guru privatnya.
Yap, Sebelum Noval benar-benar dinyatakan sembuh papa memang meminta salah satu guru di sekolahnya untuk mengajar Noval di rumah.
"Yang rajin belajarnya aku berangkat dulu" ucap Lova.
"Iya kau juga jangan nakal di sekolah"
Lova melambaikan tangannya lalu keluar dari rumah. Memang Lova anak kecil apa disuruh jangan nakal.
Mobil sudah berada di depan rumah tanpa menunggu lama Lova masuk ke dalam lalu berangkat ke sekolahnya.
Di saku roknya Lova mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Indy, ia pun segera mencari kontak Indy dan langsung menghubunginya.
"Halo In" sapanya ketika panggilan terhubung.
"Halo Va, udah berangkat kau?" tanya Indy yang baru saja keluar dari kamar.
"Nih udah otw, kau sendiri?" tanya Lova balik.
"Aku juga mau berangkat, ngomong-ngomong ada apa?"
"Gakpapa cuma mau tanya emang kau ada janji buat ketemu sama Noval besok?"
"Iya kami sudah ada janji untuk pergi ke taman beberapa hari yang lalu"
"Jadi bener yang dibilang Noval tapi aku disuruh ikut sama Noval"
"Iya aku tahu dan aku juga gak keberatan"
"Bagus deh kalau kayak gitu pokoknya besok kita bikin happy si Noval biar hari senin dia gak tegang"
"Tegang kenapa?" tanya Indy heran sambil masuk ke dalam mobil.
"Hari senin tuh Noval akan ada sidang buat pengalihan hak asuh miliknya aku baru saja diberi tahu papa tadi pagi"
"Owh, oke pasti aku bisa buat Noval senang"
"Yaudah aku cuma mau ngomong itu aja"
"Ya ampun kirain ada apa kan bisa di obrolin di sekolah" Kini Indy juga sudah berangkat menuju sekolah.
"Gak enak bahas masalah keluarga di sekolah"
"Benar juga sih"
"Aku tutup dulu ya sampai ketemu di sekolah, bye"
"Bye bye"
..._...
Lova dan Indy berbarengan turun dari mobil dan saling mengibaskan tangannya ke udara lalu berlari kecil saling menghampiri.
"Bisa barengan gini ya kita" ucap Indy
"Yaudah yuk masuk" ajak Lova lalu mereka berdua masuk secara bersamaan.
"Heh,, Va nanti aku enaknya bawain apa ya buat Noval?" tanya Indy meminta pendapat.
"Terserah apa aja Noval pasti suka"
"Katanya dia mau dibikin macaron tapi aku udah pernah buat dua kali untuknya atau aku bawain kue Pie aja atau cupcake?"
__ADS_1
"Bikin semua aja gakpapa"
"Oke deh gak sabar buat besok, nanti aku pakai dress yang baru aku beli kemarin" ucap Indy antusias.
"Kayak mau kencan aja" ledek Lova.
"Biarin, Wleee" ucap Indy sambil menjulurkan lidahnya.
Obrolan asyik yang menyenangkan tiba-tiba harus terhenti karena datangnya seorang begundal yang rasanya ingin ditampol pipinya oleh Indy.
"Pagi, guys" sapa Aldo merekah sambil merangkul Indy dan Lova dari belakang.
"Pagi" jawab Lova.
"Ngagetin tau gak" ucap Indy sambil memanyunkan bibirnya.
"Lebay amat" ucap Noval melepas pelukannya dan memilih untuk berjalan di antara Lova dan Indy.
"Gak lebay emang aku kaget lagian orang lagi asik ngobrol tiba-tiba curut kayak kau datang" ucap Indy.
"Emang lagi ngobrolin apa sampai segitunya kau"
"Rahasia"
Noval menonyor kening Indy, "Gak cocok kau main rahasia-rahasiaan"
"Biasa aja dong" ucap Indy tak terima sambil membenahi rambutnya yang sedikit berantakan akibat kepalanya yang terhuyung kebelakang.
"Kak Lova gimana kabarnya Noval?"
"Baik kok dia ada di rumah"
"Gak sekolah"
"Orang kaya mah bebas"
"Iya iyalah situ harusnya juga dong" ucap Indy.
"Ngapain aku gak sakit mending ke sekolah dari pada suntuk di rumah ngapain belajar privat orang di sekolah bisa belajar sambil lihat guru muda ternyata banyak yang cakep juga" ucap Aldo diakhiri kekehan.
"Itu kan maunya kau dasar anak kunyuk lagian kau kan sudah ada mbak Julia?"
"Mbak Julia mah di tempat tongkrongan kalo di lain tempat mah beda lagi"
"Setia sekali anda, setiap tikungan ada"
"Diem aja sih kau"
Saat hampir tiba di kelasnya Lova merasakan getaran di sakunya. Lova pun berhenti dan menyuruh kedua temannya untuk masuk ke kelas duluan. Lova melihat ponselnya dan ternyata ia mendapatkan telepon dari Andro.
"Halo kak" ucapnya ketika panggilan ia terima.
"Kamu di mana Lov?" tanya Andro dari sebrang sana.
"Di sekolah emang ada apa kak?" Lova balik bertanya.
"Nanti sore bisa ketemuan?" tanya Andro lagi.
"Boleh, di mana?" tanya Lova selanjutnya.
"Cafe yang kemarin pernah kita kunjungi"
"Baiklah, kakak ada perlu apa?" tanya Lova yang tiba-tiba penasaran.
__ADS_1
"Saya mau kasih kamu sesuatu" jawab Andro.
"Oke kak sampai ketemu nanti sore ya"
"Iya semangat kamu sekolahnya"
"Pasti itu" Lova pun mengakhiri panggilannya dan bergegas masuk ke kelasnya.
..._...
Sekitar pukul 16.00 Lova datang ke Cafe Kenangan di sana ia lalu duduk di bangku favoritnya sampai menunggu Andro datang ia memesan segelas susu hangat dan secangkir kopi capuccino.
Setelah pelayang mencatat pesanannya dan balik ke dapur tak berselang lama Andro datang lalu menghampirinya dengan senyum yang amat merekah.
"Hai my Lov" sapa Andro lalu duduk di bangku sebrang Lova.
"Hai kak, tumben jam segini udah pulang kantor, gak sibuk?"
"Enggak mumpung pekerjaan udah beres jadi bisa pulang cepat" ada sedikit jeda sebelum Andro melanjutkan ucapannya, "kamu sudah pesan sesuatu?"
"Sudah dan aku sekalian pesankan buat kakak tapi hanya minum aja sih"
"Gak sekalian pesan makan? tawar Andro.
"Gak usah kak aku gak terlalu lapar"
"Baiklah kalau gitu, kamu tau saya itu ngajak ketemu kamu mau kasih ini" ucap Andro sambil memberikan bingkisan berupa paper bag.
Lova menerima bingkisan, "Apa ini kak?" tanya Lova sambil mengintip isi yang ada di dalam paper bag tersebut.
"Bukalah" suruh Andro.
Lova melihat sekilas ke arah Andro lalu meraih benda yang ada di dalam paper bag tersebut dan ternyata sebuah gaun dan kotak bludru berwarna biru.
"Cantik banget kak gaunnya" ucap Lova sambil mengelus gaun berwarna putih yang berasal dari kain satin dan dilapisi kain tile yang terdapat bordiran bunga yang lucu, terlihat simpel namun terkesan mewah.
"Coba kamu buka kotak itu" ucap Andro sambil menunjuk ke arah kotak bludru yang di pegang oleh Lova.
Lova pun membuka kotak tersebut yang ternyata isinya gelang, "Kak, ini gelangnya indah banget" ucap Lova setelah melihat gelang emas putih dengan aksen kupu-kupu.
"Saya sendiri yang pilih" ucap Andro bangga.
"Ini semua buat aku?" tanya Lova tak percaya.
"Iya ini semua buat kamu, saya minta dipakai ya buat besok"
Tiba-tiba Lova teringat dengan permintaan Noval padanya untuk ditemani ke taman bersama Indy.
Lova menghela nafas panjang, "Nah itu kak aku mau kasih tau kakak kalau besok Noval kembaran aku minta aku buat temani dia ke taman"
"Kamu ke tamannya pagi atau sore hari?"
"Mungkin pagi ya kak buat refreshing juga"
"Kalau gitu malamnya sama saya" ucap Andro dengan lembut.
"Kakak gak marah" tanya Lova takut.
"Enggak, kenapa saya harus marah gak ada alasan buat saya marah sama kamu"
"Baiklah aku mau"
"Nanti saya yang jemput kamu"
__ADS_1
"Iya, Kak"