CRUSH

CRUSH
Chapter 30


__ADS_3

Minggu pagi yang cerah secerah hati Indy yang sedang menuju ke Taman Helium. Dengan membawa seranjang penuh kue buatannya sendiri, dibuat dengan sepenuh cinta.


Mobil berhenti di parkiran taman, Indy turun dari mobilnya dan sejenak melihat sekelilingnya. Ternyata banyak juga pengunjungnya.


Indy mulai melangkah memasuki area taman. Ia bisa melihat banyak keluarga muda berada di sana bermain dengan anak kecil mereka lalu sepasang kekasih yang sedang berbagi cerita dan anak remaja seusianya yang sedang merasakan yang namanya cinta monyet lalu ada pasangan legend yang tak mau kalah dengan anak mudah membuat Indy terkikik geli.


Di bawah pohon flamboyan Indy dapat melihat Noval dan Lova duduk bersama menatap kearahnya sambil melambaikan tangannya ke udara, ia pun bergegas menghampirinya.


"Hai kalian, udah lama ada di sini?" tanya Indy ketika berada di depan Noval dan Lova.


"Baru sepuluh menit kita duduk di sini" jawab Noval.


"Ayo In duduk jangan berdiri aja di situ" ucap Lova lalu Indy ikut duduk di atas rumput beralaskan kain dengan motif kotak-kotak berwarna oranye cocok dengan dress selutut yang ia kenakan hari ini.


"Cantik banget kau hari ini" puji Noval yang membuat Indy tersipu malu dan Lova yang berada di antara mereka hanya mesem-mesem melihat tingkah Indy yang menggemaskan.


"Gak juga tapi makasih loh pujiannya" ucap Indy sambil memegang kedua pipinya yang serasa memanas.


"Ya ampun merah tuh pipinya" ucap Lova diiringi gelak tawa.


Indy menatap Noval malu-malu, terlihat Noval yang berada di depannya sangat cerah dengan senyumannya yang lebar membuat matanya berkaca-kaca, 'Noval kau hari ini tampan sekali' ucap Indy dalam hati.


"Btw kau bawa apa aku penasaran apakah kau membuatkan macaron seperti ucapanmu waktu itu" ucap Noval menebak.


"Iya kau benar aku buatkan macaron untukmu dan beberapa kue lainnya" ucap Indy sambil membuka keranjangnya dan memperlihatkan isi yang berada di dalamnya.


Mata Noval berbinar melihat jenis kue berwarna-warni yang berhasil menggugah seleranya, "Aku bantu keluarin ya" ucap Noval.


Indy mengangguk dan satu persatu kue buatannya di tata rapi di atas kain.


Noval mengambil sebuah benda yang berada di tas yang ia bawa bersama Lova, "Aku buatkan kau smoothies ini resep dari Lova semoga kau suka ya" ucap Noval memberikan sebuah botol kaca bening yang berubah warna karena isi di dalamnya.


Indy menerimanya lalu melihat tulisan yang tertera pada botol tersebut 매일 미소 지을 수 있습니다 dengan emoji senyum, "Noval" ucap Indy melihat ke arah Noval.

__ADS_1


"Aku tahu kau suka Korea, aku yang mendesain botol tersebut karena itu untukmu"


Indy memandang Noval tak percaya, "Terima kasih" ucap Indy terharu.


"Sama-sama karena menurutku kau orang yang baik selama ini aku belum punya sahabat perempuan jadi apa kau mau menjadi sahabat perempuan pertamaku" ucap Noval menjulurkan tangannya ke arah Indy.


Indy melihat uluran tangan tersebut lalu melihat wajah Noval sekilas sebelum ia menerima uluran tangan dari Noval, "Aku mau"


Noval menggenggam tangannya dengan erat dan hangat begitu nyaman sampai jantungnya berdegup kencang.


"So sweet banget sih kalian berdua" ucap Lova yang baper di tempatnya.


Indy dan Noval kompak melihat Lova yang tak melunturkan senyum lebar di wajahnya tersebut dengan pipi dan telinga yang memerah.


"Kau jangan cemburu ya" ucap Noval.


"Gak lah ngapain aku cemburu aku tuh malah seneng tau" ucap Lova lalu melihat ke arah tangan mereka yang masih bertaut.


"Udah kali gandengan tangannya udah kayak mau nyebrang jalan raya aja" ucap Lova masih kepanasan di tempatnya karena baper melihat teman dan kembaran di depannya ini.


Lova berdehem, "Ini kue udah ditata rapi cuma mau di anggurin aja gak dimakan"


"Iya dimakan lah" ucap Noval cepat ia tak mau kalau Lova akan mengambil banyak kue-kue tersebut anggaplah Noval maniak kue tapi apalah daya ia dari kecil suka banget dengan yang namanya kue.


"Ya ampun Val paling juga nanti aku mau nyomot dikit" ucap Lova geleng-geleng kepala ia tahu apa yang ada dipikiran kembarannya saat ini kalau urusan kue Noval akan sangat pelit untuk berbagi secuil aja Lova harus meminta seperti pengemis gila.


"Ngomong-ngomong In yang pernah diceritain Aldo sama Lova kemarin waktu kau jenguk aku yang tentang pembuat hidangan untuk acara tujuh belasan itu loh tes terakhirnya diadain kapan?" tanya Noval sambil menikmati kue macaron yang dibuat oleh Indy seperti keinginannya.


"Hari selasa besok mau bikin kue tampah" jawab Indy antusias.


"Kue tampah itu biasanya ada berapa jenis ya?" tanya Noval memakan kue macaron yang kedua.


Indy berpikir sejenak, "Kalau gak salah tergantung si pembuatnya deh mau di isi berapa jenis kue tradisional"

__ADS_1


"Rencana kau mau berapa jenis kue dan kue apa aja?" tanya Noval sambil makan kue macaron ketiganya lalu mengambil dua kue pie buah.


"Kue lapis, putu ayu, klepon, getuk, arem-arem sama nagasari jadi total enam" ucap Indy sambil menunjukkan ke enam jarinya.


"Banyak juga ya"


Lova melihat Noval sudah melahap habis dua kue pie yang diambilnya dan sekarang tangannya mengambil satu cupcake dan satu macaron yang langsung dimakannya secara bergantian. Walaupun pandangan Noval memperhatikan Indy namun mulutnya tak berhenti untuk mengunyah seolah-olah seperti tidak melakukan apapun membuat Lova geleng-geleng kepala, ia yakin sebentar lagi kue yang tersisa akan segera habis.


"Gak banyak kok cuma enam jenis aja" ucap Indy meminum smoothies pemberian Noval, Indy memperhatikan minuman tersebut dan wow sangat enak menurutnya. Ia pikir tadinya itu alpukat ternyata bukan.


"Kalau boleh tau kenapa cuma diambil satu untuk perwakilan bukankah nanti acara tujuh belasan ramai apalagi diadakan di balai kota pasti banyak orang yang akan datang dan hidangan gak sedikit itu kan untuk dibuat perjamuan" ucap Noval heran.


"Jadi memang perwakilannya cuma satu tapi ada perwakilan dari kelas memasak lain juga yang nanti akan berkolaborasi bersama"


"Jadi begitu" Noval mengangguk mengerti lalu menunduk ke bawah, "lah kok kuenya tinggal dikit" ucap Noval terkejut.


Sudah Lova duga hal tersebut akan terjadi, ia menatap malas ke arah Noval sambil menyeruput smoothies miliknya.


"Kau makan ya Va" tuduh Noval.


"Enak aja kau itu yang makan semua, orang aku cuma ngambil satu" ucap Lova tak terima.


"Masa sih"


Lova memutar matanya malas, kelakuan buruk Noval satu ini bikin geregetan pasti ia akan menjadi yang tertuduh, dasar si Noval untung kembarannya kalau orang lain mungkin sudah digampar Lova dengan sepatunya sekarang.


"Yah tinggal dikit padahal kuenya enak banget masih mau makan lagi" ucap Noval lesu.


"Gakpapa lain kali aku buatin lagi" ucap Indy.


"Janji" ucap Noval memberikan jari kelingkingnya.


"Iya janji" ucap Indy sambil menautkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Noval.

__ADS_1


Mereka bertiga menghabiskan waktu di taman sampai pukul 11.00 karena sinar matahari yang terik mereka memutuskan untuk pulang, lagi pula pengunjung juga sudah mulai sepi dan akan ramai lagi kalau cuaca sudah redup, yah mungkin sekitar pukul 16.00.


Mereka berpisah di tempat parkir, sebelum masuk ke mobil masing-masing mereka saling berpamitan lalu mobil mereka berjalan secara bergantian meninggalkan area taman.


__ADS_2