
Di sekolah SMA Santeresa saat ini sudah waktunya istirahat. Lova, Indy dan juga Aldo sedang berada di kantin makan siang bersama seperti biasanya namun Aldo dibuat heran lantaran Lova dan Indy hari ini lebih banyak diam apalagi Indy yang biasanya tak hentinya ngoceh setiap hari malah sekarang jadi pendiam seperti anak introvert.
"Kalian kenapa kok dari tadi aku perhatikan diem aja, kau juga In gak biasanya loh kau pendiem kayak gini. Kalian ada masalah atau jangan-jangan kalian lagi berantem ya" ucap Aldo yang tak tahan dengan kondisi hening di antara mereka.
"Enggak kok kami gak berantem cuma gak mood aja" ucap Lova.
"Gak mood kenapa kak?" tanya Aldo.
"Aku dibuat kesel sama Noval gara-gara kemarin dia habis check up gak pulang malah kelayapan di rumahnya Anjeli" jawab Lova.
"Iya kah kak, berarti kemarin habis makan siang mereka pergi ke rumah Anjeli" ucap Aldo.
"Iya, aku sendiri lihat mereka main di rumah Anjeli sebel banget aku" sahut Indy.
"Kau kemarin cemburu kan" tebak Aldo.
"Iya aku cemburu gak suka aku lihatnya" jawab Indy kesal.
"Berat nih kasusnya" ucap Aldo sambil memijit keningnya.
Jam tiga sore Lova sampai di rumah dengan wajahnya yang sudah kusam akibat debu jalanan. Sore ini ia berniat belanja bulanan ke supermarket karena bahan di dapur sudah menipis. Setelah dari dapur mengambil minum Lova berjalan menuju kamarnya untuk bersiap-siap.
Kurang lebih satu jam Lova bersiap ia sudah tampak lebih segar habis mandi dan berpakaian santai. Menggunakan celana jeans pendek dengan atasan hoodie. Di ruang tamu ia berpapasan dengan Noval dan langkahnya terhenti ketika Noval memanggil namanya.
"Lova kau mau kemana?" tanya Noval berjalan mendekat ke arah Lova.
"Belanja" ucap Lova seadanya.
"Aku ikut, aku bosen di rumah"
Lova memandang wajah Noval. Ada rasa kasihan disana walau bagaimanapun Noval tetap adik kembarnya. Ia tak tega marah lama-lama dengan Noval.
"Ayo naik mobil ku aja ya diantar Pak Darto" ucap Lova.
Noval tersenyum lega. Akhirnya sekarang Lova sudah lebih baik kepadanya.
Sampai di Supermarket mereka berdua berbelanja kebutuhan rumah dari kebutuhan dapur, kebutuhan menyuci, kebutuhan kamar mandi dan beberapa Snack untuk mereka nyemil.
Saat berada di barisan rak snack tak sengaja mata Noval melihat seseorang yang ia kenal. "Va" panggil Noval tanpa mengalihkan pandangannya.
__ADS_1
"Apa? Kau mau ambil jajan yang mana lagi?"
"Bukan itu tapi lihat deh" tunjuk Noval, "itu Kak Andro bukan sih"
Lova mengarahkan pandangannya ke arah yang di tunjuk oleh Noval dan seketika Lova diam mematung memandangi Andro sedang bersama seorang wanita tak lain adalah Lidya.
"Bisa-bisanya tuh cewek ngedeketin Kak Andro" ucap Lova geram.
"Dia cewek yang waktu itu kau ceritain ke aku?" tanya Noval.
Lova mengangguk, "Udah Val pergi aja yuk males aku"
Akhirnya mereka berdua meninggalkan tempatnya menuju kasir. Sampai di kasir mereka antri untuk membayar. Ketika sedang menunggu giliran membayar dari samping Lova mendengar suara Andro memanggil namanya namun Lova tak menggubris panggilan tersebut hingga pemilik suara menghampiri dirinya.
"Lov, kamu gak denger tadi aku panggil kamu?"
"Denger" ucap Lova cuek.
"Kamu habis belanja sama Noval?" tanya Andro yang hanya dibalas deheman oleh Lova.
Andro yang bingung dengan sikap Lova melihat ke arah Noval untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi dan Noval pun menunjuk ke arah wanita yang berada di belakangnya. Seketika Andro mengerti maksudnya.
Lova hanya menghela nafas dan mendorong trolinya karena kini gilirannya untuk di layani oleh mbak-mbak kasir.
"Kamu jangan marah Lov" bujuk Andro.
"Iya Va kami gak datang berdua kok ada Leo juga kamu jangan marah ya sama Andro" ucap Lidya seperti ingin membantu Andro padahal Lova tahu kalau wanita itu hanya cari muka di hadapannya Andro.
"Totalnya satu juta dua ratus ya mbak" ucap Mbak kasir.
Lova memberikan kartu debitnya untuk membayar namun ditahan oleh Andro, "Pakai kartu saya aja mbak" ucap Andro sambil menyodorkan kartunya.
"Enggak mbak pakai kartu saya aja" ucap Lova.
"Udah mbak pakai kartu saya aja gak usah dengerin dia, dia lagi marah" ucap Andro.
Akhirnya barang belanjaannya dibayari oleh Andro. Setelah keperluannya sudah selesai Lova dan Noval meninggalkan Supermarket. Di parkiran dengan sigap Pak Darto membantu memasukkan barang belanjaan ke dalam bagasi.
Setelah semua dirasa sudah aman mereka memutuskan langsung pulang ke rumah tapi dari arah Supermarket terlihat Andro berlari menghampiri mereka.
__ADS_1
"Lova saya mau bicara sama kamu" ucap Andro.
"Gak ada yang perlu dibicarain kak aku mau pulang kasian Noval capek"
"Noval kamu pulang saja biar Lova pulang sama saya" ucap Andro.
"Gak bisa gitu dong kak, kakak gak bisa seenaknya nyuruh orang kayak gitu lagian aku gak mau diantar sama kakak aku mau pulang sama Noval" ucap Lova.
Dengan sedikit paksaan Lova ditarik menuju ke mobil Andro sementara Noval tak bisa berbuat banyak seandainya kakinya bisa berjalan normal pasti dia akan mencegah Andro membawa Lova.
Lova sekarang sudah berada di mobil Andro. Andro pun melajukan mobilnya membawa Lova ke suatu tempat. Lova masih diam di tempatnya dengan wajah yang cemberut.
"Kamu jangan cemberut gitu dong" ucap Andro. Lova masih tetap diam tak mau berbicara sepatah katapun.
"Kamu cemburu sama Lidya" tebak Andro.
"Kalau iya kenapa?"
"Lov, Lidya tuh cuma temen saya. Temen sekolah saya dulu bukan temen saya aja tapi temen Leo juga" jelas Andro.
"Kalau aja kak Andro gak jalan sama Lidya gak akan aku semarah ini karena aku punya alasan. Kalau kakak jalan sama wanita selain Lidya mungkin aku akan mencoba bertanya terlebih dahulu tapi kalau Lidya jelas kak aku marah dia tuh mau ngerebut kakak dari aku" ucap Lova meluap-luap.
"Kamu jangan asal ngomong kayak gitu gak mungkin Lidya kayak gitu selama sama saya dia baik-baik saja" ucap Andro.
"Oke kalau kakak gak percaya atau jangan-jangan kakak suka ya sama Lidya"
Andro tak membalas dia tak mau semakin memperpanjang perdebatan. Mobil Andro terhenti di sebuah bioskop. Lova menatap Andro dengan penuh tanda tanya.
"Kita gak pernah nonton berdua kan"
"Kak aku tuh lagi marah sama kakak, aku gak mau nonton, gak mood aku" ucap Lova.
"Udah ayo nurut aja sama saya"
Dengan berat hati Lova mengikuti kemauan Andro. Kalau keadaannya baik-baik saja mungkin Lova akan sangat bersemangat menginjakan kaki di bioskop melihat film romantis bersama Andro tapi kali ini jangan ditanya Film yang di setel sekarang aja Lova tak berniat melihatnya dia malah sibuk memakan popcorn sambil memainkan tali bajunya. Setelah menonton Lova di ajak makan malam di sebuah cafe dekat bioskop setelah itu baru Lova diantar pulang oleh Andro.
"Aku masih marah ya sama kakak" ucap Lova lalu keluar dari mobil Andro dan bergegas masuk ke dalam rumah tanpa melihat ke belakang lagi.
Andro yang melihat dari dalam mobil hanya geleng-geleng kepala dan memutuskan untuk pulang ke rumahnya.
__ADS_1