
Efek kecelakaan yang disebabkan karena Noval yang kurang fokus saat menyetir membuatnya harus mengalami patah tulang pada pergelangan kakinya, mengetahui hal tersebut dirinya merasa sangat bersalah lantaran membuat orang di sekitarnya harus kerepotan karena dirinya.
"Maaf pa" ucap Noval ketika Dokter sudah selesai memeriksanya.
"Tidak son jangan minta maaf" ucap papanya yang melihat Noval menampakkan ekspresi sedih langsung menenangkan Noval dengan mengusap-usap puncak kepalanya.
"Tuan Marco kondisi Noval sudah membaik dan besok Noval sudah boleh pulang" ucap Dokter yang membuat Noval tersenyum senang.
"Tapi ingat jangan terlalu melakukan aktifitas yang berat dan jaga gips agar tidak basah ketika di rumah harus sering melakukan pergerakan jari kaki dan tekuk lutut secara teratur agar tidak mengalami kekakuan" pesan Dokter untuk Noval.
"Baik Dok"
Kali ini pandangan Dokter mengarah kembali ke arah papanya, "Dua minggu ke depan Noval harus check up ya Tuan untuk melihat progres kesembuhan pergelangan kakinya Noval yang patah"
"Baik Dok terima kasih"
"Kalau begitu saya permisi"
Dokter beserta satu suster yang menemani sekarang meninggalkan tempatnya sampai di depan pintu ia berpapasan dengan Lova yang hendak masuk tak lupa mereka saling tegur sapa lewat senyuman.
"Hai Val" sapa Lova lalu memeluk kembarannya itu.
"Hai Va" Noval membalas pelukan hangat dari Lova.
"Apa kata Dokter?"
"Aku besok sudah boleh pulang tapi ya belum bisa berjalan dengan benar" ucap Noval terdengar sedih.
"Jangan sedih kalau diobati secara teratur kan nanti juga sembuh" ucap Lova.
Pandangan Noval kini beralih kepada sosok lelaki yang berada di belakang Lova, "Siapa Va?" tanya Noval berbisik.
"Oh dia satu sekolah denganku namanya David katanya mau jenguk kau" ucap Lova sedikit malas.
"Halo kenalin aku David" ucap David sambil menjulurkan tangannya.
Noval pun menerima uluran tangan David, "Aku Noval saudara kembarnya Lova"
"Anak-anak, papa keluar sebentar ada sekretaris papa yang datang buat antar berkas" ucap papanya.
"Iya pa, oh iya papa udah makan?" tanya Lova karena saat ini sudah jam delapan dan papanya menjaga Noval dari sore tadi pasti beliau belum makan.
"Belum" jawaban itu sudah diduga akan keluar dari mulut papanya.
"Yaudah sekalian papa cari makan disini kan sudah ada aku" ucap Lova.
"Baiklah kalau begitu" papanya pun meninggalkan ruangan dan sekarang hanya tinggal mereka bertiga.
"Cakep Va pacarmu ya" bisik Noval dengan wajah jahil.
"Ngawur kau" ucap Lova dengan tatapan tajamnya.
__ADS_1
"Kau sekolah di mana Val" tanya David yang berusaha untuk akrab dengan Noval.
"Di SMA Negeri Paripurna dua" jawab Noval.
"Sekolah di sana enak?"
"Lumayan" jawab Noval seadanya.
David mendekat membuat Lova harus bergeser dari tempatnya. Lova hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan memutuskan untuk duduk di sofa yang berada di pojok ruangan.
"Ngomong-ngomong Lova udah punya pacar belum?" tanya David sedikit berbisik.
"Setau aku sih belum, aku juga gak pernah lihat dia jalan bareng sama cowok, emang kenapa?" tanya Noval penasaran, ia menduga kalau David pasti lagi naksir sama Lova.
"Sebenarnya aku ada rasa sama kembaranmu itu tapi susah dideketin"
"Mungkin karena Lova gak pernah deket sama cowok selain aku sama temen-temenku jadi dia gak tahu harus berbuat apa ketika ada cowok yang mau PDKT sama dia"
"Apa iya tapi dia pernah bilang kalau udah suka sama cowok lain"
"Masa sih kok Lova gak pernah cerita sama aku"
"Tolong bantuin aku deket sama Lova ya, please" ucap David sambil menangkupkan kedua tangannya.
Tiba-tiba Noval teringat kejadian dulu saat meminta kepada Lova agar didekatkan dengan Dilan, "Aku harus tanya ke Lova dulu mau apa tidak kalau dia gak mau kau jangan maksa ya"
"Baiklah"
"Karena hari sudah malam lebih baik kau istirahat aku juga mau pulang" ucap David lalu menghampiri Lova, "Va aku pamit ya"
"Oh iya hati-hati tapi maaf aku gak bisa antar soalnya harus jaga Noval" ucap Lova yang juga berdiri dari duduknya.
"Iya gakpapa kalau begitu sampai jumpa" ucap David sambil tersenyum.
"sampai jumpa" Lova melihat kepergian David lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar. Lova berjalan mendekat ke arah Noval dan duduk di pinggir ranjang.
"Kenapa kau?" tanya Noval melihat wajah kembarannya yang suntuk.
"Gakpapa"
"David suka tuh sama kau" ucap Noval sambil menoel pipi Lova.
"Padahal aku udah bilang sama dia buat gak usah deketin aku"
"Emang kenapa sih kau udah ada cowok?"
"Belum sih tapi-"
"Tapi apa?" tanya Noval penasaran.
"Aku lagi deket sama cowok"
__ADS_1
"Nah itu tandanya kau udah ada cowok"
"Kan masih deket belum jadian"
"Awas loh mendung belum tentu hujan" ucap Noval dengan niatan hanya untuk menggoda.
"Tau aku tapi terakhir kali kita ketemu dia bilang kalau dia milikku dan aku miliknya itu artinya apa sih?" tanya Lova tak paham.
"Kau tanya aku salah, tanya tuh sama orang yang berpengalaman tentang masalah cinta" ucap Noval sambil menoyor kepala Lova.
"Aku tuh bingung kalau dipikir aku sama dia udah ada hubungan nanti aku dibilang gede rasa tapi kalo dibilang belum juga arti dari perkataannya apa" ucap Lova benar-benar bingung.
"Kalau ketemu sama dia tanyain lah"
"Malu lah kau ini ada-ada saja"
"Btw dia siapa?" tanya Noval sambil menarik turunkan alisnya. Lova pun diam sejenak dan berfikir apakah harus memberi tahu Noval.
"Masa sama aku gak mau kasih tau" protes Noval.
"Tapi kau janji jangan bilang-bilang ya" ucap Lova sambil memberikan jari kelingkingnya.
"Iya janji" ucap Noval lalu menautkan jari kelingkingnya.
"Karena sejauh ini dari pihakku hanya papa yang tau, temen-temen juga gak ada yang tau satu pun walaupun mereka maksa buat dikasih tau tapi aku masih belum kasih tau mereka"
"Iya bawel jadi siapa dia, apa aku kenal sama dia atau pernah ketemu gitu?"
"Iya kita pernah ketemu sama dia"
"Siapa-siapa?" tanya Noval Excited.
"Andromeda"
"Andromeda siapa, orang mana?" tanya Noval bingung karena seingatnya tak ada nama teman mereka yang namanya Andromeda atau mungkin tetangga tapi dia kenal semua tetangga Lova gak ada yang namanya bagus kayak gitu atau mungkin teman sekolah Lova tapi kan dia baru ketemu cuma sama David doang dan itu hari ini.
"Itu loh kita pernah ketemu sama dia di Taman Helium yang waktu itu sedang bertengkar"
Noval mengingat-ingat sejenak dan tak lama raut wajahnya berubah yang tadinya biasa saja sekarang sudah tercengang di tempatnya "Pengusaha yang disukai sama Indy itu?" tanya Noval sangat terkejut.
Lova menaruh jari telunjuknya ke bibir Noval agar saudaranya itu tidak berbicara dengan keras. "Iya, gak usah kencang-kencang kalau ngomong"
"Habisnya aku kaget pol" ucap Noval dengan ekspresi yang sangat menggemaskan, "kok bisa sih kau deket sama dia?"
"Ya bisa dong"
"Pakai pelet apa kau boleh juga nih buat menggaet si Dilan" ucap Noval sambil meringis.
"Enak aja, aku gak ada jampi-jampi apapun ya dan lagian kau masih naksir sama Dilan gak kapok kau"
Noval hanya meringis di tempatnya "Bercanda" ucapnya sambil mengarahkan tanda peace dari kedua tangannya.
__ADS_1