
Namun, secara tiba-tiba gadis itu menoleh cepat ke arahku, dan mencengkeram erat kedua bahuku.
“Levi! Kau.. kau ingat? Kasus Tuan Sherlock Holmes, dalam cerpennya yang berjudul The Adventure's the Devil’s Foot? Aku menemukan sebuah sisi terang dari dalam kasus itu, sepertinya sang pelaku, mengetahui tentang karya buatan Conan Doyle itu lalu mencoba peruntungan untuk mempraktekan ini, tapi.. siapa? Dan kenapa?” Ava kembali mondar-mandir dan ia terlihat berpikir, pandangannya menghadap lantai.
“Aku sama sekali tak tahu menahu tentang karya itu, namun baru saja aku mencarinya di internet dan membacanya sedikit, Jika benar si pelaku menirukan taktik itu.. menurutku, yang pantas dan sangat pas menjadi tersangka adalah pria besar itu, tuan Ethan william.. namun disini bukannya aku mau menuduh” Aku mengutarakan isi kepalaku, setelah itu ekspresi mukanya berubah, gadis itu tersenyum sinis, lalu buru-buru menuju tempat sampah pembuangan terakhir di rumah itu. Ia terlihat seperti sedang mencari sesuatu, ia mencari dengan perlahan, nampak seperti tak ingin menimbulkan kecurigaan. Lalu tiba-tiba ia tersenyum lebar, dan berdiri tegap menatap tepat kedalam mataku. Aku tentu saja sangat tersentak, karena itu terlalu tiba-tiba padahal jelas aku sedang memperhatikan apa yang sedang ia lakukan. Dengan menatap mataku tiba-tiba seperti itu, ia membuat fokusku jadi berkurang dan berantakan.
“Aku sudah mengumpulkan dan menyatukan terlalu banyak puzzle rupanya, hingga terlalu yakin pada hipotesis diri sendiri. Meski cara pembunuh membunuh korbannya tak sama dengan cerita holmes, tetap saja itu mengingatkanku.” ucapnya lalu menggaruk tengkuknya yang jelas tidak gatal.
“Aku tak mengerti” aku menggeleng dan tersenyum kecut, menertawakan kebodohan diriku sendiri.
“Mari aku tunjukan,,” Gadis itu menarik pergelangan tanganku lalu mengajakku masuk ke dalam rumah itu lagi. Ternyata ia mengajakku menuju dapur.
“Kau lihat mangkuk itu? Aku yakin racunnya di tempatkan di sana” Ia menunjuk ke arah mangkuk berwarna putih dengan motif bunga berwarna biru di bagian bawahnya.
“Permisi anak muda, aku telah mencari-cari kalian kemana-mana, ternyata kalian disini.. Aku sudah kembali, dan membawa serta tuan Ethan, ayo silakan” Tiba-tiba wanita tua itu datang dan mengejutkan kami, ia mempersilakan kami menemui tuan Ethan.
Setelah kembali ke tempat kejadian, terlihat tuan Ethan yang sedikit meringis melihat pemandangan rumah yang berantakan itu.
“Hai tuan..” sapa Ava pada pria besar, yang nampak menyeramkan itu. Pria itu terlihat sangat kasar dikarenakan tubuhnya yang besar dan kekar, matanya juga tajam membuatnya terlihat menakutkan.
__ADS_1
“Iya, Nona Ava Raynee?” Ia bertanya, lalu membungkukkan sedikit tubuhnya.
“Iya, tuan Ethan William, perkenalkan juga, ini kolegaku Levi Ackerley” Aku dan Ava membungkukkan sedikit tubuh kami ke arahnya. Ava tersenyum dia nampak tak berniat berbasa-basi dengan pria itu, langsung saja ia memasang tampang sok seriusnya.
“Tuan, bisakah anda mengatur semua barang bukti ini? Sesuaikan saja dengan apa yang kau lihat semalam” Ava mengarahkan matanya, ia terlihat sedang berusaha membaca apa yang sedang pria itu pikirkan.
Setelah semua hal itu sudah selesai, semua barang-barang di ruangan ini terlihat nampak berbeda. Kami pun bisa duduk di kursi itu.
“Jadi tuan Ethan?! Bisakah kau menceritakan segala hal tentang semalam? Karena kau satu-satunya saksi, jadi kau yang paling kami curigai di sini, dan maaf atas kecurigaanku, kau jangan tersinggung.. hehe” Sahut Ava jujur. Lalu menoleh ke arahku dan mengedipkan sebelah matanya.
“Baik nona Ava, aku paham atas kecurigaanmu dengan alasan itu. Dan sebagai saksi yang baik aku akan menceritakan kronologisnya” Tuan Ethan memandang lurus ke depan, ia juga sekilas menatap Ava dengan tatapan tajam. Tuan Ethan sama sekali tak seperti yang dibayangkan, pria itu bertubuh bagus, sepertinya mantan prajurit militer, tatapannya yang begitu tajam, sama sekali jauh dari kesan ramah, membuat aku berpikir bahwa pria ini tak disenangi banyak orang.
“Apa kau mengingat sesuatu? Yang dapat kujadikan petunjuk..” Ava mendekatkan kursinya pada pria itu, menatapnya fokus dan penuh antusias.
“Karena jika tak mendapat petunjuk.. mungkin aku akan kembali mengedepankan hipotesisku, dan mungkin itu bisa… sedikit memberatkanmu” lanjut gadis itu, ia bicara sambil mengangguk-anggukan kepalanya, nada bicara nya seperti seseorang yang sudah ingin cepat lepas tangan dari masalah ini.
Tuan Ethan pun nampak seperti sedang mengingat sesuatu, ia meletakkan telunjuknya ke dagunya, dan mulai berpikir. Lalu tiba-tiba ia memindahkan pandangan menuju Ava, lalu tersenyum tipis.
“Iya sepertinya aku ingat sesuatu..saat itu, aku sepertinya melihat kakakku Justin mengangkat telepon dari seseorang, tanpa mengucapkan sepatah kata pun ia mematikannya, lalu setelahku tanya siapa yang meneleponnya malam-malam begini, ia malah tertawa kecil dan mengotak-atik ponselnya, aku berpikir ia menghapus riwayat panggilan yang masuk ke ponselnya. Karena pagi harinya, setelah menemukan mereka berdua dalam keadaan yang tak terduga seperti itu, aku teringat seseorang yang meneleponnya kemarin malam, dan aku buru-buru memeriksa riwayat panggilan di ponselnya, namun semua sudah terhapus bersih.” Tuan Ethan mendengus, pria itu nampak kesal.
__ADS_1
“Emm, baiklah” ucap Ava enteng.
Setelah itu Ava membiarkan pria itu pergi, dan memintaku mengumpulkan informasi tentang tanaman beracun yang tersebar dan beredar luas di amerika. Aku buru2 mencari informasi nya di internet, mengumpulkannya lalu memberikannya pada gadis itu.
“Bisakah kau ambil kan mangkuk di dapur, yang aku tunjukan padamu tadi?!” Perintah Ava.
***Bersambung***~
*Jangan lupa like, Vote jika kau menyukai ceritanya, share untuk membagikannya pada orang-orang, follow dan berdiskusi banyak hal dengan author, simpan favorit jika kau jatuh cinta pada cerita ini (bukan pada authornya'v), komentar atas saran, kritik, pendapat, dan hal lain untuk berdiskusi dengan para pembaca lain, rate bintang 5 jika menurutmu cerita ini patut di beri 5 bintang, dan kau bisa juga bisa memberi gift atau tip, jika menurutmu cerita ini pantas mendapatkannya')
Sekian terimakasih,
Semoga harimu menyenangkan*')
__ADS_1