Cute Spy Detective

Cute Spy Detective
Spesial case: Kasus Pembunuhan Ke-6


__ADS_3

*Ada banyak bahasa dan gambaran kejadian kekerasan sek*ual yang tidak sesuai dengan batasan usia dibawah 18 tahun. Diharapkan pembaca bisa bijak memilih bacaan*.


Aku yang ditatap dengan tatapan aneh oleh mereka hanya bisa membalas dengan tersenyum canggung.


Lalu dari kerumunan itu keluarlah kepala desa, ia berjalan cepat ke arahku.


"Nak Levi.. " Ia langsung memelukku dan menangis sesenggukan.


"Ada apa pak? Kenapa? Kudengar ada mayat disini, jadi aku datang untuk melihat" Aku berusaha bicara dengan santai, agar tak terdengar seperti aku ketakutan, Padahal kenyataannya aku benar-benar takut.


"Mayat.. mayat itu.. mayat itu mayat Maria!" Kepala desa menangis dan mengguncang bahuku keras. Sedangkan aku yang mendengar itu jadi tak sanggup lagi berdiri. Rasanya kakiku lemas, malah aku mungkin tidak bisa merasakan kakiku. Aku terduduk jatuh ke tanah.


"Jangan mengatakan hal-hal yang tidak bisa kau pertanggung jawabkan pak kepala desa! Kau tahu kan aku bisa saja menuntutmu jika ternyata mayat itu bukanlah istriku" Aku menatapnya. Ia menunduk. Mungkin saja ia merasa takut salah tentang mayat itu lalu aku akan menuntutnya, atau mungkin malah ia merasa khawatir akan keadaanku yang bisa saja menjadi gila karena kehilangan Maria.


''Levii!!" Ibu dan Ayah datang, mereka berlari memelukku, mereka menangis, sama sedihnya denganku.


"Apa kau sudah melihat mayatnya?" Tanya ibu sambil mengusap usap matanya.


"Belum"


"Lalu kenapa kau menangis?! bisa saja itu bukan dia" Ibu berkata begitu mungkin untuk menghiburku.

__ADS_1


"Apakah dimata ibu jika itu bukan Maria maka mayat itu tak pantas ditangisi? Jika mayat itu bukan Maria sekalipun.... tetap saja pasti ada keluarga atau seseorang yang kehilangannya, meski bukan kita, orang itu pasti juga akan menangis" Meski sudah bicara seperti itu, entah kenapa aku masih meyakini benar apa yang diucapkan pak kepala desa.


Aku berdiri lalu berjalan menuju mayat yang dikerumuni banyak orang itu. Mereka memberiku jalan, karena hal sekecil itu aku malah jadi bertambah yakin.


Dihadapanku sekarang ada mayat yang ditutupi karung goni, aku duduk disampingnya, perlahan membuka karung yang menutupi bagian kepalanya itu. Aku tidak terkejut, iya, mayat itu adalah Maria. Aku tersenyum pahit.


"Jauhkan Harry dari sini" Kataku pada ibu


Ibu yang menangis melihat keadaan mayat Maria berlari membawa Harry menjauh dari tkp.





Dari semua bukti-bukti yang ada, polisi menemukan kesamaan dengan golongan darah suami dari Maria Wales dengan golongan dugaan pelaku.


Dugaan pertama: Tersangka adalah suami korban sendiri atas nama Levi Ackerly. Diputuskan menjadi tersangka atas dasar bukti spe\*ma yang ditemukan memiliki golongan darah yang sama dengannya.


Polisi menduga sang suami membunuh istrinya setelah melakukan se\* dalam keadaan marah. Dengan kemungkinan karena sang istri ditemukan selingkuh dengan pria lain, atau sebaliknya.\*

__ADS_1



\* :Menurut pernyataan beberapa saksi atas hubungan pasangan suami istri ini. (Namun ditolak oleh pernyataan kedua orang tua dari kedua belah pihak, korban dan tersangka)



Dugaan kedua: Tersangka pembunuhan berantai\*\* ini ada lebih dari seorang, dengan bukti-bukti yang ada di tempat kejadian pembunuhan Maria Wales dan pembunuhan-pembunuhan sebelumnya.


1. Banyaknya perbedaan cara menyiksa yang mana dalam kasus pembunuhan sebelumnya mayat korban atas nama Hana ditemukan dalam keadaan mengenaskan dengan alat vit\*l yang ditusuk menggunakan ujung payung.



2. Korban-korban kasus sebelumnya, banyak dari mereka yang disiksa menggunakan barang bawaan mereka, seperti Hana yang disiksa menggunakan gunting kuku yang dibawanya.


Namun tidak dengan korban Maria padahal mertuanya mengatakan ia hilang saat berusaha menjemput suaminya ke halte bus dalam cuaca yang sedang hujan deras, dan dia membawa payung. Tapi payung itu malah hilang dan tak berada di tkp.



\*\* : Kasus ini dinyatakan naik ke dalam kategori spesial case karena sudah memakan korban lebih dari 5 orang dalam jangka waktu 12 tahun, dan rentang waktu yang ada antara kasus korban Hana dengan Maria yakni 2 minggu membuktikan rentang kasus meningkat cepat.Dan dikhawatirkan akan ada kasus baru yang terjadi dengan rentang waktu lebih cepat dari ini. Kasus ini akhirnya di sebut kasus pembunuhan berantai, karena pelaku pembunuhan melakukannya dengan rapi dan terpola.


__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2