Cute Spy Detective

Cute Spy Detective
Between you and Me')


__ADS_3

______________________________________________


“Berbagai perasaan bercampur aduk, namun entah kenapa meski ia telah disampingku, aku tak pernah merasa menjadi benar-benar aku. Kadang ini terasa seperti aku adalah orang lain. Jadi, intinya perasaan yang terlalu bertumpuk ini, hanya memerlukan diri menjadi diri sendiri.”_Ava raynee


_Rivaille River


Kali ini aku terbangun, terbangun dalam keadaan dimana matahari telah jauh berada di atas kepala. Iya, kali ini aku benar-benar tidur tanpa gangguan, bangun siang seperti keinginanku biasanya. Sudah seminggu ini aku bangun siang, sudah seminggu ini tidurku tak lagi terganggu, dan sudah seminggu ini Ava berpacaran dengan Hegard. Yang mana itu membuatku secara otomatis harus mundur, harus jauh dari gadis itu, harus berusaha pergi dari kehidupan pribadinya. Awalnya, di hari pertama, ada rasa lega bahwa akhirnya aku tak perlu lagi mendengar ocehannya, aku tak perlu lagi mendengar suaranya yang memekakkan telinga. Memasuki, hari ketiga, aku mulai merasa ada sesuatu yang kurang dalam hidupku, hidupku seperti semakin mundur, mengarah kembali pada sisi gelap itu, hidup dalam kekosongan bukanlah keinginanku, tapi sepertinya aku benar-benar tak bisa kembali maju karena hilangnya ia. Berusaha seperti apapun, rasanya sulit membuat hidupku lebih hidup tanpa gadis itu, apakah mungkin aku mengalami ketergantungan padanya? Tentu tidak mungkin.


Di kampus pun rasanya tak berbeda jauh seperti di rumah, meski ramai tetap saja terasa sepi. Aku memilih duduk di kursi taman kampus, menyandarkan kepala pada kursi itu, lalu mulai memejamkan mata untuk terlelap. Duniaku masih baik-baik saja hingga telinga ini mendengar seseorang berteriak tepat di sampingku.


“LEVIII!!’’ Ternyata Michael, ia duduk di sebelahku, dan berteriak mengagetkanku untuk membangunkan aku.


“Huh?” tanyaku hanya dengan jawaban pendek,aku terganggu dengan itu.


“Ava berubah, kamu juga berubah, padahal kalian begitu dekat, sayang sekali kalau berakhir seperti ini, menurutku kau tidak boleh hanya diam, kau harus menghilangkan semua hal buruk ini, kau harus mengisi kekosongan di hidupmu bukan? Jangan hanya karena pria yang sama sekali tidak kau kenal itu, kau merelakan Ava!!” Michael menepuk-nepuk bahuku keras, tampaknya perasaanya yang ia utarakan menggebu-gebu.


Aku hanya diam, memperhatikan mulutnya mengomel, pria itu malah mengingatkanku pada Ava. Aku tak mendengarkan ucapan-ucapan yang ia katakan lagi. Entah kenapa, rasanya seperti gadis yang aku rindukan ada di sini.

__ADS_1


“Kau mendengar ku Levi?” tanya michael, tangannya di lambai-lambaikan di depan wajahku. Aku tersadar dari lamunanku tentang gadis itu. Aku menoleh ke arahnya, ia tertawa, lalu aku ikut tertawa meski sebenarnya aku kurang tahu apa yang ia tertawakan.


“Terimakasih” ucapku


pendek, namun tulus.


“Tentu saja, aku hanya merasa ada sesuatu yang kurang di kampus ini. Yang biasanya aku melihat, kau dan gadis itu bertengkar, yang biasanya gadis itu mengoceh dengan suara keras padamu, berbisik-bisik tentang cerita aneh padamu, yang ceritanya bisa di dengar banyak orang karena bisikannya sangat keras. Aku sampai tahu apa yang sering ia bicarakan padamu loh!!” Michael tertawa keras.


“O-oi!! Apa yang kau dengar hah?! Kau tidak boleh sembarangan mendengar omongan orang lain loh!! Tidak sopan! Bagian mana yang kau dengar hah?! Beritahu aku.. jika tidak.. aku akan menghajarmu!” Michael semakin tertawa, ia tampak senang jika aku kesal. Setelah pemaksaan yang rumit, akhirnya ia berbisik padaku, aku terkejut ternyata ia mendengar Ava membicarakan itu.


“E-eh??! Yang Itu?! Kau harus segera melupakannya! Jika tidak, aku tak segan-segan mencekik mu loh..” Aku mengancamnya, namun ia malah semakin girang.


“Tentu saja jauh berbeda, itu hanya hal sepele!” Aku mengelak


“Tapi itu berarti ia telah percaya padamu, dan ingin kau setia mendengarkan ceritanya” Wajah ini semakin memanas karenanya, dan pipiku semakin merah dibuatnya.


“Jadi? Aku harus apa?”

__ADS_1


“Kau hanya perlu menyatakan dengan jujur tentang perasaanmu padanya”


“Apa Itu?” Aku bingung, aku mendekatkan duduk ku padanya, karena ia mulai berbisik.


“Kau merasa kehilangannya kan? Jujurlah, aku tahu” Michael meninju lenganku lalu tertawa.


“Tidak” Kataku pendek


“Jangan menipu dirimu sendiri, kau jadi begini karena kehilangannya! Aku tahu!” Ia bersikeras bahwa dirinya benar. Tapi kenyataannya memang begitu, aku, aku benar-benar kehilangannya, aku merasa hampa, kosong, sepi, sejak ia tak lagi bicara dan berkomunikasi lagi padaku.


“Iya aku tahu” Aku memandang wajah Michael yang tersenyum lebar, aku pun akhirnya ikut tersenyum. Pada akhirnya, aku memilih untuk tetap berusaha masuk kembali ke dalam hidupnya, mempertahankan gadis itu yang mungkin tak pantas di pertahankan olehku.




***Bersambung~

__ADS_1



Jangan Lupa Like, Follow author, Rate 5 bintang, Vote, Tambahan favorit, Share ke temanmu, Komentar di bawah, Dan bisa juga memberi gift and tip loh***')


__ADS_2