Cute Spy Detective

Cute Spy Detective
Eps.3


__ADS_3

“E-eh.. bukankah ini adalah pria tadi?” tanya gadis yang aku yakini ia Misha.


“Iya Kay, dia Levi yang tadi pagi aku kenalkan padamu” jawab Ava pendek, sambil memperhatikan orang-orang lain yang ada di sekitar kami.


“Lalu yang mana Ryuga?” tanya Ava ketus tiba-tiba.


“Aku” sahut Ryuga canggung.


“Kau masih di sini?” tanyaku pada Ava.


“Aku dan kay masih di sini karena pria bernama Ryuga ini! Emily bilang, bahwa Ryuga meminta Kay untuk ikut pergi ke taman hiburan, untuk saling mengenal jauh lebih dekat.. tapi, kami berdua dari tadi menunggu sangat lama, dan tak menemukan pria itu!” Ava menunjuk-nunjuk Ryuga, ia melotot. Gadis itu benar-benar marah dan kesal.


“Lalu? Mengapa kalian tak mencari Ryuga?” tanyaku


“Heh! Aku dan Kay sama sekali tak tahu menahu tentang dia! Tentang wajahnya, dia siapa pun kami tak tahu! Iya kan Kay? Kami juga sudah berkeliling taman bermain juga tadi” Ava menoleh pada temannya itu, meminta pembenaran.


“I-iya, aku hanya diberi nomor ponselnya oleh Emily, tapi pria itu sama sekali tak menghubungiku, aku juga malu untuk menghubungi duluan, maka dari itu aku yakin pendekatan ini tak akan berlangsung dengan baik,, dan sepertinya benar?!” jawab gadis itu lembut dan kaku.


“Lalu namamu?” tanyaku


“Kau Misha atau Kay?” sahut Michael.


“Namaku Misha Kayshifa, biasa dipanggil Misha, namun Ava biasa memanggilku Kay” jawabnya, kemudian ia memandang sekilas ke arah Ryuga.


“A-aku?” sahut Ryuga

__ADS_1


“Iya, perkenalkan diri!!” Michael mendorong Ryuga agar lebih dekat dengan Kay.


“Ryuga Keishin” katanya pendek.


“Baiklah, jika begini, salah paham ini selesai kan? Kalau begitu mari main wahana” sahut Emily tiba-tiba, ia meninggikan suara.


“Benar, daripada membuang-buang waktu, mari mulai dengan.. emm.. Bagaimana dengan kora-kora?” usul Michael. Namun, usul itu di tolak oleh Ryuga. Ryuga mengusulkan, sebagai permulaan akan lebih baik diawali dengan menaiki wahana komidi putar, kami yang mendengar hal itu tertawa renyah.


“Baik Ryu, kau sangat pandai menimbang-nimbang, bahwa sesuatu bagusnya dimulai dari mana ya.. kau keren!” Komentar Michael.


Akhirnya kami mulai menaiki wahana pilihan Ryuga. Ternyata memang benar, asiknya luar biasa. Michael dan Emily duduk berdua di atas komisi putar berbentuk kereta kuda. Kay dan Ava menaiki kuda poni berwarna merah dan putih, mereka memilih kuda yang bersebelahan.


Sedang, aku dan Ryuga, duduk di atas kuda berwarna hitam dan cokelat, kami duduk bersebelahan dengan kuda-kudaan yang ditunggangi Kay dan Ava berada di depan kami. Kami semua tertawa, namun, yang tawanya benar-benar tampak jelas di mataku adalah tawanya, tawa gadis itu. Ava Raynee.


“Aaaahhhhhh,,, ini sangaaaat menyenangkan sekali bukan? Senang sekali, aku senaaaaaanggg!!” teriak Ava keras, membuat kami semua tertawa.


“Terimakasih telah mengajakku Ryuga, aku merasa sangat baik hari ini” Kay tersenyum lebar, tampak sangat senang dengan ini.


“Baiklah, aku juga senang karena kau senang” jawab Ryuga, pria ini sudah tak gugup lagi.


“Mari pulang” Ajak Emily.


“Pulang bersama, Levi?” sahut Ava tiba-tiba padaku.


“E-eeh.. b-baiklah” jawabku, masih dengan tak percaya.

__ADS_1


“Kau tak takut Hegard marah?” sahut Michael, mengingatkan.


“Entahlah, aku merasa.. perasaanku padanya tidak benar. Begitu pula perasaannya padaku, ia tampak terlalu memeluk erat diriku, dan aku tampak seperti burung dalam sangkar. Tak bisa bisa bergerak bebas, tak bisa mengepakkan sayap lebih tinggi, apalagi terbang.. itu menyesakkan, hahaha” ucap Ava, ia tampak tertawa, namun tawanya terdengar hambar.


“Pergi darinya?” tanya Emily.


“Tentu tidak juga, aku hanya ingin sedikit bergabung dengan kalian, namun tetap tak ingin kehilangan dia juga sih, hei! Bukan begitu Levi?!” Gadis itu menyikut lenganku.


“Iya” jawabku pendek, lalu kami akhirnya pulang. Michael pulang berdua dengan Ryuga, karena mereka satu kamar di asrama. Sedangkan, Kay dan Emily, Emily bilang akan mengantar Kay sampai halte bus, karena rumahnya dekat dengan halte itu. Sedang, aku dan Ava pulang bersama.


Setelah sampai, aku berdiri menunggu nya masuk terlebih dahulu.


“Masuklah” ucapku padanya.


“Terimakasih, hari ini aku seperti benar-benar kembali menjadi burung merpati yang bebas” Ava tersenyum, menganggukan kepala tanda pamit.


“Kembalilah ke duniamu” ucapku setelah ia masuk. Aku masuk ke rumah, saat aku melihat jam, jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.


“Ternyata selama itu kita pergi, namun mengapa selalu terasa sebentar bagiku. Hahaha bodoh” kataku pada diriku sendiri.


Aku melihat lampu kamarnya masih menyala, dan itu membuatku mengenang sesuatu, kenangan yang masih segar dalam ingatan. Aku terus mengingat, hingga kantuk menyengat, dan membawaku tidur pada kehangatan di masa-masa saat ia masih berada dekat.


***Bersambung~


Jangan lupa like, komen, share, vote, follow author, rate bintang 5, dan bisa juga memberi hadiah atau tip loh***")

__ADS_1


__ADS_2