
Malam itu di perusahaan tempatku bekerja akan diadakan acara makan bersama untuk merayakan salah satu proyek kita yang baru saja selesai dengan sukses.
Aku sebenarnya tidak berniat ikut, namun dipikir-pikir sspertinya aku memang harus ikut karena aku harus sedikit merefresh otakku yang sepertinya sewaktu-waktu bisa gila.
"Kau ikut kan Levi si pekerja keras?" Tanya salah satu rekan kerjaku, yang lebih tepatnya ia menyindirku.
"Yayaya" Aku mengibaskan tangan asal.
Sesampainya kami di restoran sebelah kantor, kami langsung memesan makanan, aku memilih makanan berat, rasanya aku butuh daging karena aku belum makan sejak pagi. Aku harus membalaskan dendam perutku dengan menelan semuanya.
"Apa kau kelaparan?" Rekan kerja wanitaku memandangku aneh.
"Kau baru saja masuk bulan lalu! Kamu pasti tidak mengira dia orang yang aneh kan? Hahahaa" Tomi menertawakanku puas, di antara karyawan yang lain dialah yang paling sering mengejekku.
"Asal kau tahu saja Rea, Levi itu wajahnya saja yang tampan.. tapi kelakuannya seperti orang gila! Hahahaaa" Leo ikut mengejekku, kedua lelaki itu menepuk bahu Rea. Mereka mulai mabuk, aku khawatir mereka akan melewati batas.
"Jason, keyra, bisakah kalian menjaga kedua orang mabuk itu? Aku akan pulang" Aku berdiri dari kursiku.
"Karena mereka sedang mabuk, semua makanan ini kalian bayarkan saja menggunakan kartu kredit di dompet mereka. Masalah mereka marah itu urusanku besok. Aku pulang" Aku berjalan menuju pintu keluar.
Tiba-tiba ada seseroang yang menarik tanganku dari belakang, itu Rea.
"Kenapa ada masalah?" Aku menatapnya kesal. "Kau tak bisa seenaknya!" Katanya
"Kau tahu apa? Aku seniormu. Lebih baik kau nikmati saja makananmu. Lagipula aku tidak menyuruhmu membayar dengan uangmu" Aku menepis genggaman tangannya di lenganku. lalu segera membuka pintu.
"Sialan orang itu! Biar aku yang membayar semua ini! dia jahat sekali!" Rea terus mengomel, tapi aku pergi tanpa mengindahkan omelannya.
Aku berjalan pulang, di perjalanan lama kelamaan kepalaku pusing, mungkin efek alkohol. Aku memang bukan orang yang bisa minum. Aku hanya minum beberapa teguk, dan efeknya mulai terasa sekarang, sialan.
Aku melihat ada sebuah rumah yang lampu terasnya mati, karena tak ingin melewatkan kesempatan, aku muntah di irigasi di depan pagar rumah itu.
Tiba-tiba ada orang yang ingin turun dari pagar rumah itu.
Seorang anak kecil?. pikirku
Karena pagar itu tinggi, dan aku melihatnya akan jatuh, akhrinya aku menangkapnya.
Aku menurunkannya, lalu ia berterima kasih, ia terus memujiku, bahkan kami berjalan bersama, namun karena efek alkohol semakin terasa akhirnya aku tak ingat apa-apa lagi yang terjadi malam itu.
__ADS_1
Aku terbangun dikamarku, seperti biasa ibu membangunkanku untuk pergi bekerja.
"Ibu, ayah.. aku berangkat! Tolong antarkan putraku ke sekolah, sepedaku aku tinggalkan di taman kemarin, jadi Harry ku serahkan pada kalian! Mohon bantuannya!" Sahutku sambil mengikat tali sepatuku dengan terburu-buru.
"Tentu saja, Harry selalu menjadi anak berani jika bersama kakek nya! Benar kan nak? Ayo, ayo kemarilah.. kita harus segera bersiap ke sekolah" Ucap ayah, pria tua renta ini sangat pandai merayu anak kecil.
''Hei! lagi-lagi kau ingin meninggalkan bekal mu ya?!" Teriak ibu dari arah dapur, namun aku hanya tersenyum kecut tak menjawabnya, aku langsung keluar dari rumah, menutup pintu, kemudian pergi, berlari meninggalkan rumah.
"Ahh, ibu selalu saja begitu, padahal aku sudah katakan aku tak memerlukan bekal, aku ini sudah dewasa, aku ini pria yang sudah memiliki anak'' Gumamku, sambil sesekali menendang kerikil-kerikil yang berada di tengah jalan. Aku berjalan kaki menuju taman, kemarin aku meninggalkan sepedaku di sana, saat ingin pergi ke bar bersama Ryuga dan teman-teman kantor lainnya.
Ahh bicara tentang kemarin malam, aku benar-benar mabuk sampai lupa banyak hal, lupa apa yang terjadi padaku semalam. Tapi saat aku sedang pergi mandi, aku berusaha mengingat apa yang terjadi padaku, rasanya aku benar-benar harus mengingatnya, seperti ada sesuatu yang penting telah terjadi kemarin.
"Kau tahu Brielle, aku baru saja bertemu paman super hero.. Paman itu menangkapku ketika aku akan terjatuh dari atas pagar saat ingin kabur untuk pergi ke rumahmu.. Ia benar-benar hebat, bahkan ia kuat menggendongku, di punggungnya!" Sayup-sayup terdengar suara gadis kecil dari arah belakang, aku kurang jelas mendengar apa yang ia katakan.
"Benarkah? Jangan berani berbohong padaku Cali, ibuku bilang jika kau berani berbohong hidungmu akan semakin panjang!" Terdengar suara gadis kecil lain.
"Aku sungguh-sungguh, ahh sialnya aku tak menanyakan namanya pada paman itu! Tapi sebelum pulang, aku sudah bilang padanya agar kita bertemu lagi.."
"Baiklah seperti apa paman itu? apa dia memakai pakaian manusia super?!''
"Tunggu sebentar Brielle.."
"Huuwaaa benar, Brielle ini paman Super hero itu!!" Salah satu gadis kecil itu menutup mulutnya yang terbuka lebar dengan kedua tangannya.
"Benarkah?! Cali, apa aku bisa bicara padanya?!'' Sahut gadis kecil lainnya, ia tampak berbinar kagum memandangiku.
"Permisi, apa yang kalian bicarakan gadis kecil?" Tanyaku heran, pada keduanya.
"Huwaaa dia bicara.. dia benar-benar bicara kan Brielle?! Cubit aku, cubit aku!!" Teriak salah satu dari mereka, lalu gadis yang bernama Brielle itu mencubitnya.
"Waaahh, ini sakit.. Aku sampai ingin menangis, tapi berarti ini benar-benar nyata bukan mimpi" Ucap gadis itu, ekspresi mereka berdua masih sangat kagum, tatapannya penuh dengan binar.
"Paman.. Paman ingin kemana?" Tanya gadis yang bernama Brielle itu.
"Aku baru saja ingin berangkat ke kantor untuk pergi bekerja" Jawabku.
"Huwaaa dia bekerja Cali!! Dia manusia!!'' Ucap gadis bernama Brielle itu.
"Paman, apa paman ingat aku?" Tanya gadis kecil yang di panggil Cali itu.
__ADS_1
"Aku tak mengenalmu gadis manis'' Ucapku pelan, di selingi senyuman, aku tahu anak-anak kecil seumuran mereka ini, benar-benar penakut.
"Apa?! Paman, kemarin malam paman baru saja menolongku yang akan jatuh dari atas pagar, apa paman benar-benar tidak ingat?" Tanyanya lagi, nada bertanyanya berubah jadi agak sedikit memaksa. Akhirnya aku berusaha mengingatnya.
"Ahh, kau gadis kecil itu ya? Hahaha, lain kali jangan lakukan hal seperti itu lagi, itu benar-benar berbahaya" Aku berusaha bersikap ramah.
"Wah ini benar-benar sungguhan Cali, kalau begitu paman, apa kami boleh ikut berjalan dengan paman ke taman, arah tujuan kami juga kesana" Ucap Brielle.
"Tak perlu kau tanyakan, paman ini pasti tidak akan menolak, ayo paman, kita ke taman bersama" Sahut Cali, gadis kecil ini tak membiarkanku menjawab sepatah katapun.
Aku jadi ingat, sepertinya aku juga dulu mengenal seseorang yang sifatnya sama dengan gadis ini. Tapi sudah berlalu 10 tahun sih, aku jadi sedikit lupa.
"Hahaha, baiklah'' balasku, masih tetap ramah.
Keduanya menggandeng tanganku, karena tubuh keduanya jauh lebih pendek, aku jadi sedikit menunduk hanya untuk menggandeng mereka.
"Apa paman benar-benar sekuat itu?" Tanya Briell
"Hmm.. tidak juga hanya saja Cali masih kecil, jadi dia ringan, kalau tidak paman pasti.."
"Cali!! Brielle!!" Seru seseorang tiba-tiba, aku langsung melihat ke arahnya, seorang wanita.
Wanita itu berjalan menghampiri kami bertiga, atau lebih tepatnya Cali dan Brielle. Wanita itu langsung menarik kedua bocah ini.
"Bibi?" Sahut Brielle, heran.
"Apa kalian tahu? Aku sampai ingin menangis karena kesulitan mencari kalian berdua, nyonya Sheryl mengatakan padaku bahwa kalian belum sampai di sekolah" Wanita itu mengusap matanya yang berkaca-kaca hendak menangis. Aku yang heran apa yang terjadi hanya bisa memperhatikan drama ini. Aku malah khawatir bahwa wanita ini akan mengira aku menculik kedua bocah ini.
"Maaf ibu, kami berjalan sangat pelan menuju halte, karena kami sedang asyik berbincang dengan paman ini.." Jawab Cali, menunjuk ke arahku.
Wanita itu mengangkat kepalanya, melihatku, di situlah aku benar-benar terkejut.
"Ava.." Gumamku sangat pelan.
Wanita itu hanya memandangku lama, lalu menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia tampak benar-benat terkejut.
Bersambung...
Maaf ini lagi kilas balik bagaimana levi bisa ketemu ava lagi. Sebenarnya sudah di ceritakan di bonus chapter season 1, jadi tidak di baca juga sebenarnya tidak masalah.
__ADS_1