Cute Spy Detective

Cute Spy Detective
Eps.2


__ADS_3

_____________________________________________


"E-eh.. kau terharu ya? Aishh.. si manusia es ini bisa menangis juga ya.. aku kira kau ini hanya bisa mengoceh, mengomel, dan mengomentari hidupku. Hahahaha” Ava tertawa keras, aku bergerak mundur keluar dari pelukannya. Lalu menatap nya tajam dan dingin.


“O-ooi.. maaf” sahutnya dengan ekspresi meledek, dan langsung berlari menjauh.


“Akan aku kejar kau!!! Kemari, dasar gadis gorila!!” teriakku. Aku mengejar nya, gadis itu berlari kencang, sambil tertawa dan sesekali menoleh ke belakang untuk melihatku, dan setelahnya tawanya akan semakin keras dan nyaring, aku suka mendengarnya.


“Kau tak akan bisa menangkapku.. kau hanya bisa mengoceh.. dasar kak-” Ava terjatuh, rupa-rupanya ia menabrak seseorang. Hingga kata-kata yang di ucapkannya untukku jadi terhenti.


“Dasar kakek tua..” ucapnya lirih, melanjutkan ucapannya yang tadi. Namun dengan nada yang lebih lirih dan lembut, karena ia sedang ternganga melihat orang yang telah menabraknya. Saking terkejutnya ia mengetahui siapa orang itu, mulutnya masih terbuka lebar dan membulat.

__ADS_1


“Bangun?!” ucap pria yang menabraknya, pria itu kemudian membantu Ava bangkit dengan menarik lengannya.


“E-eh..” Ava nampak tersipu, wajahnya yang memerah ia paling kan ke sisi lain, menjauhi pandangan mata pria itu.


“Kau tak apa kan?” tanya pria itu, lalu menyentuh lengan atas Ava, terlihat sok peduli.


“I-iya.. kau tak apa?” Gadis itu malah bertanya balik, pria itu tertawa mendengarnya, lalu mengacak-acak rambut Ava. Wajah Ava semakin memerah di buatnya.


“B-baiklah..” Ava tergagap, sepertinya grogi saat bicara dengan pria itu.


“Maaf menabrakmu, aku tak akan mengulanginya.. meski ini yang ketiga kalinya bermasalah denganmu karena aku bertubrukan denganmu, tapi aku berjanji akan berusaha ini tak akan terjadi lagi hehe..” Pria itu mengeluarkan tangannya dari saku celananya, kemudian menggaruk tengkuknya yang mungkin sebenarnya tidak gatal.

__ADS_1


“Di tubruk olehmu seperti ini sih, sering-sering juga tak apa kok..” ucap Ava lirih, sambil mengalihkan wajahnya dari pria itu. Pria itu tertawa. Jelas sekali, ia merasa Ava sangat senang bisa bicara padanya. Lagipula, Ava bilang ingin menyembunyikan perasaannya dari pria itu, begitukah caranya? Itu malah membuat perasaannya benar-benar nampak sekali, sangat jelas sekali terlihat bahwa Ava menyukainya.


“Kau ingin ke mana?” tanya pria itu, lalu menoleh sekilas ke berbagai arah. Tatapannya sekilas menatap ke arahku namun ia langsung berpaling dan kembali bicara pada gadis di hadapannya.


“A-aku.. ingin ke perpustakaan.. iya ke perpustakaan.. hehehee” Ava menoleh ke arahku, tersenyum dan kemudian melambai, pertanda bahwa ia ingin aku ke sana.


“Ayo, kau bilang ingin buru-buru meminjam buku..” sahut ku, sambil berjalan ke arahnya.


“Lain kali, kau bisa mengajakku untuk pergi bersama, aku menyukai buku, dan mengetahui banyak hal tentang buku-buku bacaan yang bagus..’’ tawarnya pada Ava.


“Mungkin lain kali, tapi aku tak berjanji loh.. dah..” Ava buru-buru menarik pergelangan tanganku, dan melambai pada pria itu menggunakan tangan satunya

__ADS_1


Sebelum pergi aku hanya menoleh ke arah pria itu sekilas. Namun aku yakin, saat itu aku melihat perubahan di raut wajahnya, yang awalnya saat bicara dengan Ava tampak tersenyum senang, sekarang ia sepertinya tampak benar-benar kesal. Dan aku, tersenyum lebar, karena merasa menang darinya.


__ADS_2