
Aku di sini sekarang, dengan Ava yang sedang duduk membaca majalah kecantikan di atas ranjang. Gadis itu terus bergumam tak jelas. Ada secangkir kopi panas di atas meja di sisi kiri ranjang, aku menyeruputnya. Kopi yang sudah dingin, ini membuatku teringat tentang hal itu, dan mulai berpikir. Aku yang dingin, cuek, pemalas ini sebenarnya anak dari orang tua yang humoris, dan Ava sebaliknya denganku. Gadis itu humoris, ramah pada semua orang, pintar, bahkan selalu mendapat banyak penghargaan. Sebenarnya jika orang tua kami tak tertukar, aku pasti akan mendapat sifat turunan dari orang tua asliku seperti, humoris, ramah, lucu, aku tak pernah membayangkan aku dalam sifat itu. Dan Ava mungkin sebaliknya, ia akan benar-benar seperti orang suram ini. Aku sedikit bersyukur, minimal meskipun aku mungkin memang tidak pintar, namun aku bisa keren. Dan aku semakin percaya kami tertukar karena Ava juga seorang detektif yang pintar, sama seperti ayah. Aku benar-benar tak bisa membayangkan bagaimana jadinya aku yang humoris dan banyak tertawa itu bersanding dengan Ava yang dingin, cuek, keren, ditambah lagi ia pintar.
Sial pikiranku berkelana jauh. Batinku
“Aku mencintaimu Ava” sahutku tiba-tiba.
“E-eh..” ia terkejut, majalah di dekatnya jatuh ke atas ranjang.
“Hei.. mengapa?” tanyaku
heran
“Tidak, hanya saja.. lupakan saja lah” Ia melambai tangannya asal di udara.
“Kau tidak ya?” kataku, menatapnya jahil.
“Aku mencintai Levi juga loh” ucapnya sambil tersenyum sumringah.
“Lalu?”
“Begini Levi.. ayah menyuruhku tinggal di sidney, padahal aku ingin cepat pergi dan pulang ke New york, dan tinggal bersama-sama dengan kau lagi”
Ava tertunduk, kedua tangannya ia tautkan, jari-jemarinya bergerak, mungkin karena ia gugup memberitahukan hal ini padaku.
“Mari” kataku
“Hah? Apa? ingin ke mana?”
__ADS_1
Ia heran, aku sangat menyukai ekspresi heran gadis ini, ah bukan, aku menyukai semua ekspresi yang ia miliki, rasanya aku ingin terus melihatnya, hanya menatapnya, meski mungkin aku belum tentu bisa memilikinya.
“Mengatakan pada pria itu bahwa kita saling mencintai” aku terkekeh, lalu menarik pergelangan tangannya, menyuruhnya mengikutiku.
Setelah sampai di ruangan tuan Robert, aku menyuruh Ava menjelaskan secara jujur, perihal ia tak mau tetap di sini, perihal ia yang sebenarnya ingin pergi bersamaku, aku menyuruhnya mengungkapkan apa yang sulit ia ungkapkan, aku tidak memaksa, akan tetapi hanya menyuruhnya jujur, bahwa ia meminta izin untuk kembali ke New york, bersamaku.
“Mengapa harus kembali ke sana?”
“Aku ingin tinggal bersama Levi” Ava mengucapkan kata itu dengan mantap, tuan Robert seperti menimbang sesuatu dalam pikiran nya.
“Eemmm, baiklah” jawab nya pendek.
Setelah mendengar itu, kami merasa sangat senang.
“Mari kembali ke New york besok lusa “ Ucapku pelan, namun tegas. Aku merasa ini benar-benar mimpi. “Aku juga mencintaimu Levi” sahut Ava tiba-tiba, aku menoleh terkejut, lalu tersenyum.
“Iya, tentu saja.” Ava memelukku. Aku membalas pelukannya, mencium keningnya, menikmati aroma rambutnya yang harum aroma marshmelow.
Aku dan Ava pada akhirnya resmi berpacaran, namun kolega tetap kolega, sahabat tetap sahabat, aku harus menjelma menjadi banyak karakter dalam hidupnya, dan aku siap. Ia berjanji mengajariku bersosialisasi, namun aku tak bisa menjanjikan apapun, cukup berusaha terus ada buatnya saja, mungkin itu bisa lebih dari cukup.
^End^
_____________________________________________
Dear, Ava Raynee.
Kisah ini belum selesai, aku hanya tak sanggup menerima kenyataan tentang hubungan kita kemudian.
__ADS_1
Tentang cinta yang perlahan tumbuh dihatiku ini,
aku ingin kau tak memberitahu siapa pun, aku hanya merasa malu telah berani jatuh cinta pada gadis gorila yang spesial.
Aku memang dingin, cuek, pemalas, dan jelas-jelas bodoh.
Namun, aku mata-mata terbaik yang pernah ada dalam hidupmu bukan? Mencari tahu tentang kamu, lalu mengumpulkannya untuk diriku sendiri.
“Gorila” kau tetap jadi hewan itu bagiku.
Terimakasih telah mencairkan hati, menarik jiwaku yang tenggelam, dan membawa terbang perasaan.
Aku masih menunggumu pulang, untuk kembali berlari dan masuk dalam dekapan.
Meskipun kamu kembali tidak sendiri, namun bersama pria di gandengan tanganmu, aku sudah siap untuk itu. Aku akan mundur perlahan dan bersikap tegar, lalu masuk kedalam bumi bak tertelan.
Hahaha.. aku gila? Tentu saja.
Itu karena aku mencintai seekor gorila.
Jaga dirimu baik-baik, jangan lupa mandi, sikat gigi, tata diri juga hati.
Aku mencintaimu, Ava Raynee♡
Penuh cinta,
Pria Kodok, Levi Ackerly.
__ADS_1
Albany, 29 okt 2020.