
___________________________________________
**PERINGATAN!
EPISODE INI MUNGKIN DAPAT MEMBUAT HATIMU BERGETAR, HINGGA MENANGIS! MUNGKIN**!
“Kamu menyukainya, mencintainya, menyayanginya. Hingga duniamu terfokus hanya padanya. Kau lupa, banyak bicaramu, ya hanya padaku. Ceritamu, di simpan olehku. Menangisnya kamu, berlari padaku. Namun, perasaanmu untuknya, tidak untukku.”
_Rivaille River
“Oooii LEEVVIII!!! Aku panik! Aku panik..” Ava berjalan mondar-mandir di hadapanku sekarang. Kedua tangannya menepuk-nepuk kedua pipinya, gadis itu berteriak, yang menurutnya, alasannya adalah karena ia sedang panik.
“Hah?” Balasku pendek
“Kau terlalu santai Levi! Bergairahlah sedikit, kau ini masih muda, jadi cobalah untuk tidak bersikap seperti kakek tua!” Gadis itu malah mengomel, dan untuk mengurangi over dosis omelannya aku memilih membuang muka darinya.
“Kau benar-benar jahat!” Gadis itu memukul lengan atasku dengan keras, aku sampai dibuat kesakitan karenanya.
“Baiklah-baiklah.. ada apa Ava Raynee? Apa yang membuatmu panik seperti ini? Ayo ceritakan padaku..” tanyaku dengan gaya dibuat seperti wanita, aku sendiri sampai dibuat sakit perut karena menertawakan diri sendiri.
“Baiklah Levi! Siapkan pasukan, kita akan menyerang!!” ucapnya berlagak seperti pemimpin pasukan dalam peperangan.
__ADS_1
“Hah? Menyerang?!” Aku dibuat bingung lagi olehnya.
“Iya! Kita akan memberikan serangan-serangan cinta pada pria itu!” serunya dengan penuh semangat, padahal tadi ia baru saja panik tak keruan.
“Pria?”
Aku bertambah heran
“Itu loh yang berdiri di sebelah loker sambil membaca buku, yang pakai tas ransel hitam kebiru-biruan…” Ava menunjuk-nunjuk dengan jarinya, ia tampak sangat bersemangat.
“Hah? Jadi kau.. masih ingin meneruskan ini?” Aku terkejut, karena pria yang ditunjukkannya padaku, adalah pria yang sama, dengan pria yang bertemu dengannya di toko buku, pria yang ia ceritakan, pria yang ia akui telah membuatnya banyak menangis.
“Aku bukan tipikal gadis yang pantang menyerah loh.. jadi Levi tak perlu merasa aneh dengan pilihanku untuk tetap bertahan! Maaf merepotkanmu, tapi ayolah bantu aku..” Ava menarik lengan ku, tanda ia memaksa dan keputusannya benar-benar sudah bulat.
“Membantu aja.. Pokok nya buatlah, agar dia bisa perhatian padaku, aishh bercanda, kau tahu lah apa maksudku...” Ava tertawa, ia memegangi perutnya yang sakit karena banyak tertawa. Aku hanya berusaha untuk tampak seperti tertawa sungguhan di hadapannya.
“Uuhh, yang ga bisa move on, ayolah move on.. kamu itu terlalu sakit dan jadi rapuh karena nya bukan?!” Aku berusaha mengatakan hal untuk membuatnya sadar cintanya pada pria itu hanya menyakiti sebagian dari dirinya.
“Mungkin untuk sekarang aku masih belum mau menyerah!! Tak tahu nanti?! Tunggu saja!” Ava mengedipkan sebelah matanya, lalu tersenyum kecut.
“Kau selalu memperhatikan aku, cobalah sesekali perhatian pada dirimu sendiri.. tak adakah gadis yang menarik perhatianmu? Selama ini kau sama sekali tidak pernah cerita padaku tentang seorang gadis..” Ava tertawa sambil memukul-mukul bahuku pelan.
__ADS_1
“Entahlah, aku tertarik pada seorang gadis sih..” Aku meliriknya sebentar, ia tampak antusias mendengar perkataanku.
“Lalu? Mengapa tak pernah cerita?” Ia sedikit kecewa, matanya jelas menampakkan itu, mungkin ia kecewa aku tak pernah cerita padanya bahwa aku juga menyukai seseorang.
“Aku tertarik pada gadis yang sedang tertarik pada pria lain, ya mungkin memang karena aku pria yang sama sekali tidak menarik sih.. lagi pula aku sudah merasa gadis itu tak akan pernah tertarik padaku” Aku tertawa, tawa yang hambar, tawa yang benar-benar ampuh untuk menutupi perasaan ku darinya. Bahkan aku mengatakan hal yang sangat sulit itu dengan menjauhi pandangan matanya.
“Tawa orang suram! Kau benar-benar seperti mayat hidup.. kau tahu? Dirimu jauh lebih menarik daripada yang gadis itu bayangkan, ia bersikap biasa padamu karena ia tak mengenal dirimu.. seandainya nanti aku bertemu dengannya, aku akan menceritakan banyak hal tentangmu padanya, hal-hal tentangmu yang sekian banyak orang tak mengetahuinya, menceritakan hal-hal yang aku rasakan saat bersamamu, memberitahunya hal-hal tentangmu yang hanya aku yang mengetahuinya, memberi tahu bagaimana kau bersikap padaku, bagaimana kau setia mendengarkan ceritaku, suatu hari nanti akan aku katakan pada gadis itu begini ‘Oi!! Gadis istimewa, kau beruntung sekali di cintai pria seperti Levi.. kau tahu? Semua gadis di New york pasti akan merasa spesial karena di cintai oleh pria ini! Kau telah menaklukan hati dinginnya itu, maka jangan sia-siakan dia, pria satu ini mudah menjadi beku kembali loh..’ dan setelah mengatakan itu padanya, aku akan membuatnya masuk ke dalam kehidupanmu, lalu mengenalmu perlahan, dan pada akhirnya kalian berdua pun akan hidup bahagia.. aku akan datang ke upacara pernikahan kalian dan melihat kalian berdiri di atas pelaminan.. aku janji!” Aku yang tak kuasa menahan air mataku kemudian menangis sesenggukan, ia membenamkanku di pelukannya. Menepuk-nepuk punggungku, lalu mengelus kepalaku lembut.
***Bersambung~
Jangan lupa like jika suka, komen atas saran kritik pendapat dan hal lainnya untuk membahasnya dengan pembaca lain, follow author untuk berdiskusi tentang cerita ini, vote jika menurutmu cerita ini patut mendapatkan vote mu, share ke teman-temanmu jika menurutmu mereka akan tertarik, tambahkan ke daftar favorit jika kau menyukai ceritanya (bukan authornya'v) Beri rate 5 bintang jika kau pikir cerita ini memang pantas di beri 5 bintang, beri gift atau tip jika menurutmu ceritanya pantas mendapatkan itu')
Semoga harimu menyenangkan,
__ADS_1
Jaga kesehatan, tetap di rumah saja, jaga diri, jaga hatimu untukku***