Cute Spy Detective

Cute Spy Detective
New Experience


__ADS_3

New Experience


________________________________________________


"Mengetahui banyak hal bersamamu memanglah menyenangkan. Namun, pasti akan lebih menyenangkan melihat dan mengetahui bagaimana cara pandangmu, terhadapku.”


_Rivaille River.


“Ayolah tuan badak, temani aku ke toko buku.. aku berjanji akan mentraktirmu sarapan deh!!” Siapa yang bicara pagi-pagi sekali denganku hari ini? Tak perlu di pertanyakan, siapa lagi jika bukan gadis cerewet itu. Gadis itu datang pagi-pagi sekali hanya karena ingin memintaku menemaninya membeli buku genre detektif kesukaannya yang baru saja terbit hari ini.


“Aku yakin buku itu belum selesai di distribusikan ke toko-toko buku.. Terlebih lagi toko buku kecil langgananmu itu, jadi diamlah jangan banyak bicara” Aku bicara padanya dalam kesadaran hanya setengah, lalu berguling dan kembali tidur, mengubah posisi tidur ke arah samping untuk membelakanginya.


Aku sudah hampir kembali terlelap, namun tersadar suara gadis itu menghilang, tak kembali terdengar. Akhirnya aku bangun, dan mengarahkan kepalaku kembali menghadapnya. Sekarang di hadapanku terlihat seorang gadis berambut hitam kecoklatan yang berdiri dengan tatapan memohon ke arahku, matanya menatap sendu padaku, ia memajukan bibirnya dan menggigitnya sesekali. Tampak sekali gadis itu memintaku menuruti apa kemauannya. Aku terdiam sejenak, sebenarnya aku tak ingin masuk ke dalam jebakannya, namun apa boleh buat, aku lebih memilih menemaninya ke toko buku selama sekitar satu jam dibandingkan melihat gadis cerewet itu terus mengganggu di dalam rumahku seharian.


“Baiklah-baiklah.. tunggulah di luar, aku akan bersiap-siap” Aku mendorong gadis itu keluar kamar, gadis itu terlihat sangat senang, ia tersenyum lebar menampakkan beberapa baris giginya yang rapih.


“Okay.. cepatlah ya.. sudah terlalu siang nih, bisa-bisa aku kehabisan”


“Cerewet!” Aku langsung menutup pintu kamarku kencang, lalu menghabiskan waktu di kamar mandi sambil membicarakan gadis itu pada diriku yang berada di dalam cermin, menjawabnya sendiri, dan tertawa bahkan tersenyum tak karuan, aku merasa aku sudah gila karena gadis itu.


Setelah berpikir bahwa aku sudah siap fisik dan mental untuk pergi bersamanya, aku keluar kamar namun tak melihat gadis itu disana. Aku buru-buru pergi ke lantai dasar, aku khawatir pada barang-barangku, aku khawatir gadis gila itu mempermainkan barang-barang di rumahku yang berharga.


“Oi!” Setelah mencari di banyak ruangan, aku menemukannya di dapur.


“Eh, kolegaku sudah siap” Gadis bernama Ava itu tersenyum, sok manis.

__ADS_1


“Sedang apa kau?!” tanyaku


“Aku ingin membuat sarapan, ibuku bilang jika akan pergi kita harus mengisi baterai dalam tubuh kita dengan makanan, maka dari itu aku membuatkan omelet dan tuna sandwich.. untuk sarapan kita berdua.. eemmm pasti enak kan??” Gadis itu membaui aroma masakannya, lalu tersenyum puas.


Kemudian tersenyum manis ke arahku.


“Terlihat tak meyakinkan..” Balasku seadanya, lalu mengambil koran dan duduk di teras samping rumah, yang pintunya berada di dekat dapur. Aku menunggu makanan buatannya siap.


Setelah menunggu lama, akhirnya karena sudah terlalu lapar, aku berniat menghampirinya, namun belum sempat berdiri ia sudah berada di belakangku. Wajahnya nampak sendu, lagi-lagi ia tampak sedih.


“Ada apa? Di mana sarapannya?” Aku heran melihat nya mendatangiku dengan tangan kosong. Namun tiba-tiba ia memelukku, lalu menangis sesenggukan.


“Why? Apa yang terjadi?” Aku bingung, dan berusaha melepaskan diri dari pelukannya.


“Hah? Kau gila? Selama hampir satu jam aku dan perutku menunggumu.. tapi tiba-tiba kau mengajakku makan di luar?!” Sekarang giliranku mengomel karena sangat kesal padanya. Namun, dia hanya diam tertunduk.


“Ayo, makan makanan buatanmu!” Giliranku menariknya ke dapur, dan mendudukannya di kursi makan. Ava tetap diam seribu bahasa, aku tak pernah melihatnya diam menunduk terlalu lama seperti ini.


“Dimana makanan itu ya..” Aku memeriksa dapur, membuka tutup panci dan sedikit terkejut.


“Sudah kukatakan bukan?” sahutnya tiba-tiba.


“Tidak apa, mari coba masakan ini!” Meski ragu, namun aku berusaha tampak manis di depannya, entahlah aku hanya ingin sedikit berbeda, mungkin.


Akhirnya setelah meletakkan makanan-makanan itu ke piring, kami makan bersama-sama. Tuna sandwich mungkin buruk sekali bagi gadis ceroboh sepertinya, roti tawarnya yang gosong, isian tuna yang terlalu matang, di tambah lagi dengan bahan campuran yang di tambahkan ke dalam adonan tunanya. Benar-benar menghancurkan sarapanku pagi ini. Namun, mungkin omelet sedikit lebih baik, penampakannya tak terlalu buruk, namun aku juga tak tahu dan masih penasaran bagaimana rasanya.

__ADS_1


“Tuna sandwich nya benar-benar hancur sih, tapi mari coba omeletnya!” seruku bersemangat, mencoba membangkitkan semangatnya juga, karena melihat wajahnya yang suram.


“Sudahlah” katanya, pasrah.


Setelah membelah omeletnya, menurutku kelihatannya tak terlalu buruk, penampakannya tidak gosong dan tidak terlalu lembek juga, saat aku membelah omelet itu, bahan isiannya keluar, ada daging, keju, sayur, sausnya, dan daun basil. Isian yang terlihatnya juga tak buruk-buruk sekali, bahkan sangat lengkap. Akhir nya aku sedikit yakin untuk mencicipinya, padahal jelas aku tahu gadis itu sangat tak pandai memasak.


“Wah, isiannya benar-benar lumer… kelihatannya lezat” Aku membaui aroma omelet itu, kemudian melihat Ava lagi, gadis itu tetap menunduk diam dan dalam.


Setelah memakannya, perutku terasa terkocok rasa mual timbul begitu saja, aku pun buru-buru pergi ke kamar mandi, memuntahkan isi perutku, lalu meringis. Sialan, hari ini benar-benar tak di takdirkan baik. Tidak, tidak, bukan hanya hari ini, tapi semua hari-hari setelah gadis itu datang ke kehidupanku, benar-benar gadis pembawa sial, ini omlet atau air laut, rasanya benar-benar asin dan kacau. Batinku.




***Bersambung***~



*Jangan lupa like, Vote jika kau menyukai ceritanya, share untuk membagikannya pada orang-orang, follow dan berdiskusi banyak hal dengan author, simpan favorit jika kau jatuh cinta pada cerita ini (bukan suka sam authornya'v), komentar atas saran, kritik, pendapat, dan hal lain untuk berdiskusi dengan para pembaca lain, rate bintang 5 jika menurutmu cerita ini patut di beri 5 bintang, dan kau bisa juga bisa memberi gift atau tip, jika menurutmu cerita ini pantas mendapatkannya')



Sekian terimakasih,


Semoga harimu menyenangkan*')

__ADS_1


__ADS_2