Cute Spy Detective

Cute Spy Detective
Eps.3


__ADS_3

Aku dan Ava pergi ke halaman belakang kampus, setibanya di sana, Ava langsung berteriak keras, melompat-lompat, memukul-mukul kedua pipinya, singkatnya sih bertingkah seperti orang gila.


“Oi.. Kau ini kenapa?” tanyaku sambil tersenyum kecut menahan tawa. Padahal aku sudah tahu alasan ia seperti itu dan tahu jawaban dari pertanyaanku yang sebenarnya tak berbobot itu.


“Senang,, bagaimana tidak senang?! Aku bisa menatap matanya langsung tadi tanpa ada sekat di antara kami berdua, itu sungguh.. menyenangkan.. aaaaahhh jantungku..” Setelah memberi jawaban itu ia langsung menutup wajahnya, jelas sekali wajahnya bertambah merah karena malu.


“Masih saja.. hei gadis gorila yang gila.. aku beritahu kau sesuatu ya, cinta itu memang sering membuat seseorang menjadi gila ya, tapi aku tak pernah melihat cinta yang membuat wajah seorang gadis gorila yang kasar dan rakus ini memerah, rasa-rasanya aneh sih.. aku jadi ngeri” Aku tertawa terbahak-bahak, ia mengerucutkan bibirnya lagi, jelas ia kesal dengan ucapan ku. Tapi ia tak menjawabku, ia hanya cemberut namun sedikit-sedikit tersenyum.


“Kau tak apa-apa kan?” Sahutku, dan langsung meletakkan punggung tanganku di keningnya.


“Eeehh kau gila! Tentu saja aku baik-baik saja, aku ini gadis yang kuat tahu!?” Gadis itu memukul kepalaku, aku mengusap kepalaku yang terasa sakit, meringis, lalu ia tertawa melihatku melakukan itu.

__ADS_1


“Kau tampak seperti seekor monyet tahu?! Hahaha” Ava tertawa lepas, hingga ia berguling-guling di rerumputan. Aku ikut berbaring di sana, lalu menggelitik perutnya


“Lagian kau tak membalas perkataanku, itu tampak aneh bagiku untuk tipikal gadis sepertimu” ucapku sambil menggelitiki perutnya, ia semakin tertawa, memohon untuk aku menghentikannya.


“Cukup-cukup.. aku menyerah kodok kurus kurang gizi.. yahahahaha!!!” Gadis itu malah semakin menjadi-jadi meledekku.


“Oi. Kau bilang aku kurang gizi? Ayo kita pulang, cepat naik ke atas punggungku, akan ku tunjukan, bagaimana kuatnya aku mengangkat seekor gorila betina!!!” Aku berjongkok di depannya, mempersilahkan ia naik ke atas punggungku, gadis itu malah tertawa, mengejek.


Gadis itu sepertinya pengertian, bahwa aku sebenarnya merasa berat, gadis itu tak banyak bergerak, ia diam, hanya menemani perjalanan pulang kami berdua menuju rumah dengan sedikit candaan.


“Ingin mampir ke kedai kemarin?” Tawarku padanya ketika rumah sudah mulai dekat, namun tak ada jawaban.

__ADS_1


“Oi.. aku bicara padamu gajah bengkak!!” Ucapku dengan sedikit meninggikan nada bicara. Tetap tak ada jawaban, aku kesal, dan di saat rasa kesalku mulai berada di puncaknya, lagi-lagi aku merasakan kemejaku basah, ternyata dia tertidur, dan seperti biasa air liurnya keluar dan membasahi kemejaku.


“Lebih tepatnya gadis ini campuran gorila dengan sedikit koala di dalamnya.. bagaimana mungkin ia bisa tidur secepat itu, apalagi tidur tanpa kenal tempat..” Aku hanya bisa mendengus, dan memilih langsung pulang ke rumah, kali ini berarti sama seperti hari lainnya, memasak makanan sendiri, meski tadi berniat membeli makanan luar, namun niat itu harus ku tahan lagi karena gadis gorila yang tertidur dengan nyenyak di punggungku ini, lagi-lagi ava aku harus mengalah, entah sampai kapan.




***Bersambung~


__ADS_1


Jangan lupa like, komen, share, vote, rate, follow author, dan bisa juga memberi gift dan tip loh'v***


__ADS_2