Cute Spy Detective

Cute Spy Detective
Eps.3


__ADS_3

“Bagaimana? Sudah puas? Mari lanjut membeli buku..” kataku pada Ava, lalu gadis itu bersendawa. Sendawanya terdengar sedikit keras, dan aku benar-benar kesal dan jijik pada gadis sepertinya ini.


“Menjijikan” sahutku.


“Kau tak tahu bagaimana nikmatnya sendawa sekeras mungkin ya.. kau hanya tau rasanya mengomentari hal-hal yang aku lakukan, bukankah itu lebih menjijikan?” balasnya dengan nada menantang, namun aku hanya menoleh padanya sebentar, kemudian membuang muka. Lebih baik sabar menghadapi ini, daripada menjadi kambing hitam lagi. Batinku.


Setelah membayar, kami pun pergi meninggalkan kedai itu, lalu bibi dan paman pemilik kedai memberi kami dua buah hiasan kecil cangkang kerang laut, mereka bilang untukku dan Ava. Mereka juga ingin kami berdua banyak mampir ke kedai mereka lagi.


Kami berdua pun pergi ke toko buku, toko itu tidak begitu jauh dari kedai tadi. Sesampainya di sana, Ava langsung mengajakku ber-selfie, gadis itu benar-benar tampak tak punya rasa malu, ia mengajakku untuk berfoto di depan toko buku itu.


“Nah.. senyum yang lebar Levi!” Serunya. Aku yang sebenarnya merasa tidak enak pun hanya tersenyum simpul, yang bahkan tampak seperti tidak tersenyum sama sekali.


“Oi.. senyum macam apa ini?! Benar-benar ya kau ini.. jika tak bisa tersenyum katakan saja! Kalau begini kan kau merusak hasil fotoku!! Huh” Ava cemberut sambil mengotak-atik ponselnya. Lalu ia menarik lengan bajuku dan menarikku untuk masuk ke dalam toko.


“Bukannya meminta maaf malah sok diem.. ga enak ya punya temen ga peka!” Ava bergumam, namun gumamannya terdengar jelas sekali.


“Maaf” sahutku. Kemudian dengan spontan ia menoleh, bibirnya membulat karena terkejut, lalu berubah menjadi senyum lebar yang menunjukan deretan gigi putihnya. Gadis itu memukul punggungku, lalu tertawa.


“Hei hei.. Apa-apaan ini?! Eemm.. meski masih terdengar dingin, dan dengan ekspresi datar itu, aku terima deh..” Gadis itu tertawa memegangi perutnya, pertanda perutnya sakit karena terlalu banyak tertawa. Aku hanya diam, menerima pukulan di lengan atas dan punggungku, karena selain memegang perut gadis ini senang memukuli orang saat tertawa.

__ADS_1


Aku dan Ava pun melirik rak-rak buku satu-persatu. Tentu saja ia pergi ke rak dengan kumpulan buku bergenre misteri, dan aku yang tak senang membaca buku hanya melihat-lihat judul buku yang terpampang di rak. Melihat-lihat buku membuatku bosan, dan akhirnya aku memilih duduk di kursi yang di sediakan bagi para pengunjung untuk menunggu, atau membaca bukuny langsung di tempat.


Toko buku itu tak terlalu ramai, toko itu di jaga oleh seorang wanita paruh baya, dan dua pria muda yang sepertinya adalah anaknya, karena mereka berdua begitu mirip dengan wanita si paruh baya itu. Akhirnya karena bosan memperhatikan pemandangan yang itu-itu saja, aku memilih memperhatikan Ava yang sedang memilih buku, nampak buku yang di inginkannya telah berada di tangannya, dan kali ini ia sedang mencari buku lain.


Aku masih memperhatikan gadis itu, ia sangat lucu saat melakukan hal ceroboh seperti menjatuhkan beberapa buku yang berada di rak, kemudian bergumam tak karuan. Namun tiba-tiba seorang pria menghampirinya, membantunya, kemudian berbincang sedikit dengannya, sebelum seorang wanita memanggilnya dan menyuruh pria itu mengakhiri percakapannya dengan Ava.


Aku masih di sini, memperhatikan apa yang gadis itu lakukan, Ava masih berdiri mematung di tempatnya, menatap punggung pria tak di kenal itu hingga ia hilang dari pandangan. Lalu aku menghampirinya


“Hei! Ada apa? Memperhatikan apa?!” tanyaku dengan diselingi tawa, agar tampak seperti candaan.


“Malaikat” balasnya pendek, kemudian Ava meletakkan buku yang ia jatuhkan ke raknya lagi. Lalu segera pergi menuju ke kasir, tampak dengan jelas wajahnya berubah lesu. Namun, aku lebih memilih diam.


Kami berdua kembali, di perjalanan gadis di sebelahku ini tak terdengar suaranya, karena ia hanya diam sejak saat ingin pulang dari toko buku. Ada perasaan lega dan senang karena tak perlu mendengarkan ocehannya, namun tetap saja rasa-rasanya ada yang kurang dari dirinya jika ia tak banyak bicara.


“Aku sudah menduganya sih.. haha” Aku tertawa hambar, menggaruk tengkuk yang tidak gatal untuk mengusir rasa grogi yang ada. Gadis itu lagi-lagi hanya mengangguk-angguk pelan.


“Ingin menceritakannya?” Tawarku padanya dengan suara pelan.


“Tak perlu, aku tak ingin menambah repot dirimu, aku sudah terlalu banyak mengoceh dan membuatmu pusing, jadi biar masalah ini aku simpan sendiri..” Ava tersenyum, dan tepat saat itu ternyata kami telah sampai di depan rumah. Dengan cepat Ava Menuju pintu rumahnya, sesaat sebelum ia memencet bel aku menghentikannya.

__ADS_1


“Jika berubah pikiran, kau bisa menemuiku kapan pun, dan kapan pun itu aku pati akan siap mendengarkan” Aku berusaha tersenyum setulus mungkin padanya, agar ia percaya bahwa aku selalu ada untuk mendengarnya.


“Tentu saja…” Ia tersenyum lalu segera masuk ketika ibunya baru membuka pintu.


“Owh iya, terimaka kasih atas hari ini..” Ucap Ava, gadis itu kembali dan berbalik, lalu menunduk pelan ke arahku, dan melambaikan tangannya kemudian segera masuk ke dalam rumah.


“Sama-sama, terimakasih juga telah banyak bicara padaku, hingga aku yang terlihat tidak hidup ini, jadi sedikit hidup” ucapku pelan, setelah ia masuk ke dalam rumahnya, aku yakin ia tak mendengar nya, tapi perasaan lega sedikit muncul setelah aku mengucapkan ucapan terima kasih Itu.




***Bersambung~



Jangan lupa like jika suka, komen atas saran kritik pendapat dan hal lainnya untuk membahasnya dengan pembaca lain, follow author untuk berdiskusi tentang cerita ini, vote jika menurutmu cerita ini patut mendapatkan vote mu, share ke teman-temanmu jika menurutmu mereka akan tertarik, tambahkan ke daftar favorit jika kau menyukai ceritanya (bukan authornya'v) Beri rate 5 bintang jika kau pikir cerita ini memang pantas di beri 5 bintang, beri gift atau tip jika menurutmu ceritanya pantas mendapatkan itu')


__ADS_1


Semoga harimu menyenangkan,


Jaga kesehatan, tetap di rumah saja, jaga diri, jaga hatimu untukku***')


__ADS_2