Dance With Life

Dance With Life
Episode 3 - Jadi Mak Comblang (1)


__ADS_3

 


 


Lagi-lagi Anisa merasa kalau Darwin tidak mengatakan yang sebenarnya, ia merasa Darwin sedang menyembunyikan sesuatu. Lalu terlintaslah dalam benaknya kemungkinan-kemungkinan masalah yang sedang menimpa Darwin, dia mengira kalau Darwin mungkin sedang bermasalah dengan Ibunya, karena ia tahu betul keadaan Darwin yang selalu ditinggal ibunya sejak kecil yang mengurusi urusan bisnis perusahaannya, malah Darwin sempat beberapa kali curhat padanya tentang hubungannya dengan ibunya itu.


Ketika ia sedang menebak-menebak ada apa dengan Darwin sebenarnya, tiba-tiba ia melihat Darwin sedang memperhatikan kelakuan seorang pria yang ada di hadapan mereka, mereka melihat pria menjadi salah tingkah ketika menatap seorang gadis yang sedang asyik bermian HP bersama temannya, yang menjadi perhatian mereka adalah dandanan pria itu yang “sedikit aneh”, dia mengenakan taktop ketat dengan celana jeans ¾ yang juga ketat.


“Lho lagi ngapain dia? Siapa dia?” Tanya Darwin.


“Oh itu kan si Heru yang emang dikenal agak-agak slebor!” jawab Fina.


Sementara itu Cynthia dan Devi yang duduk di meja sudut lainnya saling berbisik, “Cyn, tuh liat dia ngapain! Kayanya dia terus ngikutin status di Twitter elu deh!” ujar Devi.


“Ah udahlah biarin aja! Cuma kebetulan aja kali!” jawab Cynthia yang cuek dan terus memainkan Twitter di HPnya.


Heru lalu membaca lagi status Twitternya Cynthia, setelah membaca, dia lalu buru-buru pergi meninggalkan kantin itu. Lima menit kemudian, dia dating lagi dengan mengenakan pakaian super hero!


Cynthia dan Devi kaget melihat Heru yang berpakaian super hero itu menghampiri mereka “Wah Cyn, bener kan dia ngikutin status Twitter lu!” bisik Devi.


“Udah ah Dev, kita cabut aja yuk, gue risih nih liat dia!” ujar Cynthia, mereka berduapun lalu meninggalkan kantin itu, sementara Heru hanya menatap kepergian mereka dengan lemah lesu.


Darwin merasa kasihan melihat Heru, dia memperhatikan gerak-geriknya sedari tadi dan memperhatikan tingkah laku Cynthia dan Devi juga, maka ia berkesimpulan kalau Heru sedang menarik perhatian Cynthia. “Kasihan dia…” ucapnya.


“Hah kasian?” Tanya Anisa.


“Iya, aku sering denger kalau Heru, Mahasiswa dari Teknik Kimia itu orangnya jenius, memang yang aku dengar dia juga agak-agak aneh, tapi aku nggak nyangka kalau dia kaya begini” jawab Darwin.


Anisa dan yang lainnya Nampak menunggu Darwin meneruskan ucapannya, Darwin pun meneruskan ucapannya. “Hehehe kayanya penyebab dia jadi kaya gitu gara-gara cewek yang baru pergi tadi.”


“Cynthia maksud lu?” Tanya Mutia.


Darwin mengangguk “Iya!”


“Wah kalo yang lu kita itu bener, perjuangannya bakalan berat bener! Bias-bisa dia jadi gila! Cynthia kan cewek idola di fakultas Teknik Kimia!” sahut Mutia.

__ADS_1


Setelah mendengar Mutia, Darwin langsung bangkit dan menghampiri Heru yang tertunduk lemas dan masih berkostum ala super hero itu, Mutia cs terkejut ketika melihat Darwin menyapa Heru, “Hah mau ngapain si Darwin?” Tanya Mutia.


“Halo Bro!” sapa Darwin pada Heru.


Heru mengangkat kepalanya dan nampak agak bingung ketika melihat seseorang yang tidak dikenalnya menyapanya. “Ha… Halo juga!”


Darwin mengangkat alisnya mendapati kegugupan Heru tersebut. “Eh sorry, kamu Heru kan? Kenalin aku Darwin dari Bioteknologi.”


“Iya, saya Heru” jawab Heru sambil membetulkan letak kacamata, Darwin dapat melihat tingkah laku Heru yang grogi itu.


“Oya, lu lagi menarik perhatian cewe yang tadi ya?” Tanya Darwin.


“Hah kamu kok tahu sih?” Tanya Heru.


“Hehehe udahlah, pokoknya aku tahu, eh gabung ma aku dan temen-temenku yuk? Ntar kita bantuin buat PDKTnya sama Cynthia deh!” ajak Darwin.


“Ah yang bener?” Tanya Heru.


“Udah deh ayo ikut!” jawab Darwin sambil menarik tangan Heru.


“Bantuan? Bantuan apa pula itu?” Tanya Togar.


Darwin tersenyum sambil mebil menjawab pertanyaan dari Togar itu. “Seperti yang tadi aku certain tentang ramalan dukun Tarot itu, aku mau ngebantu Heru buat PDKT sama Cynthia, nah karena kau merasa nggak akan mampu ngebantu dia kalo cuma sendiri jadi aku minta bantuan kalian!”


“Apa?” Tanya 5 dar 6 sekawan itu berbarengan.


“Tapi kayanya saya udah nggak mungkin lagi buat dapetin Cynthia deh, soalnya walaupun saya ngikutin statusnya di twitter dari tadi, dia tetep cuek!” ucap Heru dengan lemas.


“Apa? Jadi dandananmu yang tadi itu ngikutin stausnya Cynthia di twitter?” Tanya Darwin.


 


 


“Iya Win” jawab Heru.

__ADS_1


“Sini coba kulihat statusnya kaya apa!” ujar Darwin sambil melihat status twitternya Cynthia di HP Heru, setelah itu dia cengengesan sendiri karena geli. “Hehehe Heru, Heru, ini maksudnya bukan dia pengen punya cowo dengan dandanan super hero atau yang pake tanktop, *** maksudnya dia pengen cowok yang kuat dan keren kaya super hero, kalo yang tanktop, maksudnya dia lagi pengen beli tanktop yang lucu, gitu Her!”


“Iya saya tahu Win, saya kan cuma pengen ngeliatin ke dia kalo aku tuh mau ngikutin apa aja yang dia mau!” jawab Heru.


“Iya tapi bukan gitu caranya Her, kamu malah jdi keliatan aneh kalo gitu!” jawab Darwin.


“Terus saya harus gimana dong?” Tanya Heru dengan lesu.


Darwin tersenyum, lalu menepuk pundak Heru, “Udah, lu tenang aje, kita pasti bantuin elu, Ladies! Kayanya temen kita yang satu ini butuh bantuan kalian!”


“Hah? Bantuan apa?” Tanya Anisa.


“Menurutku penampilannya Heru ini mesti kita Make Over, nah karena kalian bertiga pasti tahu selera cewek, aku mohon bantuan kalian!” jawab Darwin.


Anisa, Fina, dan Mutia saling pandang seperti yang kebingungan, Darwin mengetahui gelagat ini, “Please!” ujarnya dengan wajah setengah memelas.


“Yah Ok deh kalo gitu!” jawab Anisa.


Beberapa jam kemudian, keenam sekawan itu membawa Heru ke sebuah salon. “Nah Her, potongan rambutmu yang sekarang menurutku membuatmu nampak cupu, makanya sekarang kamu harus potong rambut dengan model yang lagi ngternd sekarang!” ujar Fina.


“Hah, modelnya yang kaya gimana?” Tanya Heru.


“Yang kaya gini nih!” jawab Fina sambil menunjuk salah satu foto model di majalah.


Darwin tersenyum memandangi Heru yang sedang dipotong rambutnya dan ‘diurus’ oleh Fina, sementara Anisa memandang Darwin yang sedang tersenyum, rasa penasarannya tetap timbul karena dia merasa aneh pada sikap Darwin yang tiba-tiba ingin menolong Heru yang baru dikenalnya beberapa jam yang lalu untuk mendekati Cynthia, “Win, kenapa kamu mau nolongin si Heru ang baru kamu kenal itu untuk mendekati Cynthia?”


Darwin menoleh pada Anisa “Ya seperti yang kubilang di kampus tadi Nis.”


Mata indah Anisa menatap tajam pada mata Darwin, dia tahu kalau Darwin sedang berbohong pada dirinya, “Win, aku minta kamu jujur! Kamu tahu kan kalo aku tuh benci banget sama yang namanya kebohongan, kejutan, dan hal-hal yang complex! Alasan ramalan Tarot itu bener-bener nggak masuk akal tahu!”


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2