Dance With Life

Dance With Life
Episode 8 - Jpop vs Kpop (3)


__ADS_3

Di lain tempat, Yumi tidak langsung menjawab pertanyaan dari Darwin, tangisnya malah semakin menajdi ketika dia mengingat kenangan-kenangan dirinya bersama Andy, Darwin pun memutuskan untuk menunggu Yumi tenang dulu sebelum bertanya lagi, dari tangisnya Yumi ini, dia dapat mengetahui kalau Yumi sangat mencintai Andy.


Mutia yang merasa kasihan pada Yumi itu lalu merangkulnya. “Yumi, kamu enggak apa-apa?”


Yumi menggelengkan kepalanya, lalu keluarlah pertanyaan lagi dari Mutia. “Kayanya kamu sayang banget sama Andy ya?”


Yumi mengangguk perlahan dengan lemah “Iya Mut”


Fina yang selalu ceplas-ceplos itu menatap Yumi, lalu melirik Anisa. “Kalo kamu sayang banget sama Andy, kenapa kamu melakukan hal yang heboh tadi di kampus sama Darwin, sampai Anisa panas banget tadi!”


Mendengar itu, Yumi langsung melirik pada Anisa. “Hah Anisa panas? Aduh maafin aku ya Nis, aku enggak tahu.”


Anisa yang merasa jadi serba salah akibat ‘tembakan’ dari Fina itu pun menjawab dengan sungkan. “Ah enggak apa-apa kok Yumi hehehe…”


Darwin yang menyaksikan itu diam-diam merasa senang, dia jadi mengetahui kalau ternyata Anisa merasa cemburu oleh sikap Yumi kepada dirinya tadi, yang artinya berarti Anisa mempunyai perasaan kepadanya, dia mulai mendapat ‘sambutan dari Anisa’.


Kemudian Darwin menoleh lagi pada Yumi, dia tersenyum sambil menatap Yumi, kini dia tahu kalau tindakan spontinitas Yumi di tempat parkir kampus tadi itu didorong oleh rasa cintanya pada Andy, sehingga Yumi yang biasanya pendiam itu bisa berbuat senekat itu. “Kalau kamu bener-bener sayang sama Andy, berarti caramu yang tadi itu salah Yumi, da cara yang kamu rencanakan untuk menggunakan aku sebagai alat pemanas Andy juga tidak tepat.”


“Lalu harus dengan cara apa Win?” Tanya Yumi.


Darwin terus menatap Yumi sambil tersenyum. “Sebelumnya aku ingin tahu dulu penyebab masalah antara kamu dengan Andy Yumi, barulah kita bisa memikirkan cara yang terbaik.”


Yumi terdiam sejenak sebelum menjawab, setelah menghela nafas dia baru menjawab “Sebenarnya masalahnya itu masalah style dan selera.”


Darwin mengangkat alisnya .“Style dan selera? Maksudnya?”


“Iya, aku kan senengnya sama J-Style, sementara Andy sukanya sama K-Style, dari situ kami jadi sering berantem, dan puncaknya ketika Andy maksa aku buat bergaya ala Girlband Korea, dan tentu saja aku menolaknya karena aku lebih suka bergaya ala Jepang!” lanjut Yumi.


Dahi Darwin berkerut. “K-Style dan J-Style? Itu gaya Korea ama Jepang ya? Apa sih bedanya? Menurutku sama aja, sama-sama mencirikan Asia dan dari Asia Timur.”


Anisa menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar ucapan Darwin tersebut. “Aduh, jelas beda dong Win! Korea ama Jepang punya Style masing-masing.”

__ADS_1


“Tapi kalau sekilas kulihat kok sama aja, apaan sih bedanya? Aku enggak ngerti!” Tanya Darwin yang masih keheranan.


“Ya ampun Win, lu emang KUPER ya! Bedanya ada di masalah warna, walaupun mereka sama-sama suka warna cerah, tapi ada cirri khasnya, Jepang senang dengan tabrakan warna dengan warna yang lebih terang, sementara Korea lebih senang dengan warna cerah yag lebih Matching dan bersahabat, lalu dari mode baju dan rambut, Jepang modenya banyak aneh-aneh, bahkan mereka juga seneng menggabungkan pakaian yang menurut orang kurang lazim dipadukan, mereka juga terpengaruh dari gaya anime, sementntara gaya pakaian dan rambut Korea tidak seekstrim Jepang, mereka lebih terpengaruh sama gaya barat namun bisa dimodif sendiri sesuai dengan selera mereka, ya kira-kira gitu deh bedanya.” jelas si cantik hitam manis panjang lebar dengan gemas dan nada sewot.


Tapi Darwin sepertinya tetap kebingungan dan tidak mengerti. “Ah aku tetep enggak ngerti Nis, soalnya mereka keliatannya mirip banget! Sama-sama mencirikan Asia!” kembali Anisa geleng-geleng kepala mendengar respon dari Darwin itu.


Togar pun ikutan nyeletuk. “Bah! Aku juga tidak mengerti apa itu K-Style, apa itu J-Style! Aku cuma ngerti B-Style saja!”


“Apaan tuh B-Style?” Tanya Darwin.


“Batak Style! Hahaha…” jawab Togar sambil tertawa lebar, mendengar itu semua yang ada di sana pun menjad mesem-mesem.


Darwi lalu terdiam sejenak memikirkan cara yang terbaik untuk Yumi dengan Andy, lalu keluarlah pertanyaan dari dalam benaknya. “Yumi, kalau boleh aku tahu, sebenarnya seberapa pentingkah kedua gaya dari Negara Asia timur itu untuk kalian?”


Yumi terdiam mendengarkan pertanyaan dari Darwin itu, Darwin lalu melanjutkan pertanyaannya. “Apakah kalian berdua sampai saling berprinsip dengan kedua gaya yang berbeda itu, hingga kalian saliang memaksa dan ribut besar?”


Yumi lalu menjawab dengan perlahan. “Iya, sebenernya ini cuma masalah selera sih Win…”


“Yah kalau cuma masalah selera, kenapa kalian sampai ribut besar seperti ini? Kan toh kedua gaya itu adalah kedua gaya dari Negara lain, kenapa kalian sampai fanatic memaksakan kedua gaya tersebut? Kenapa kalian tidak saling berkompromi dengan kedua gaya itu? Atau kenapa kalian tidak sekalian memakai gaya kalian sendiri dan menjadi diri sendiri?” lanjut Darwin.


Yumi menunduk mendengar penjelasan dari Darwin tersebut “Lalu apa yang harus aku lakukan Win?”


Darwin tersenyum, dia lalu melirik Anisa sebentar, baru menjawab. “Hehehe… Cobalah saling terbuka dan memahami Yumi, aku lihat tadi Andy sudah mau menjelaskan dan meminta maaf kesalahannya sama kamu Yumi, terimalah permintaan maaf dan penjelasannya, bangun kembali komunikasi di antara kalian, Yumi cobalah ingat-ingat kembali masa-masa ketika alian baru jadian dulu, ketika hubungan kalian masih Fresh, masih saling terbuka dan saling memaafkan kesalahan kalian masing-masing, kalau kalian masih saling mencintai, aku yakin kalian bisa saling meredam ego kalian masing-masing dan berhubungan seperti kalian baru jadian dulu!”


Yumi mengangguk-ngangguk, kini dia mengerti apa yang harus dilakukannya setelah mendengar saran dari Darwin itu, mukanya kembali cerah ceria. “Makasih Win buat sarannya, akan aku coba, doain biar aku sukses dan hubunganku dengan Andy kembali normal dan langgeng ya!”


“So pasti Yumi, pasti aku doain!” jawab Darwin sambil tersenyum.


***


Keesokan harinya di kampus, ditengah-tengah kuliahnya, Darwin merasa sangat pusing, dengan jantung berdebar dan perasaan tidak menentu dia pergi ke toilet, dia lalu membasuh mukanya dengan air dari washtafel, saat itu beberapa orang mendekatinya, Darwin terkejut melihat kedatangan orang-orang itu yang nampak tidak bersahabat baginya, dia lalu melihat kalau salah satu dari mereka adalah Andy, segera saja terbersit dalam otaknya kalau ini adalah buah dari kesalah pahaman Andy terhadap dirinya akibat ulah Yumi kemarin.

__ADS_1


Ketika salah satu dari mereka memegang pundak Darwin, diapun langsung menanyakan majsud mereka dengan berhati-hati namun dengan nada bicara seramah mungkin. “Ada perlu apa ya?”


 


 


Samuel dengan senyum culas mendekati Darwin, Darwin yang mengetahui kebencian Samuel terhadap dirinya segera dapat menangkap maksud orang itu. “Darwin-Darwin… dasar cowok playboy! Dulu sudah merebut pacarku, sekarang merebut pacar kawanku ini!” ujar Samuel sambil menunjuk Andy dengan jempolnya.


“Apa maksudmu? Sudah berapa kali aku katakana kalau aku tidak pernah merebut pacarmu Sam! Dan aku juga tidak merebut dari Andy!” jawab Darwin.


Mendengar itu, Andy yang dari terdiam jadi semakin marah karena sudah dipanas-panasi oleh Samuel sebelumnnyya, dia langsung enarik kerah baju Darwin. “Heh lu enggak ngaku hah? Haduh kasian Yumi naksir laki-laki pengecut macam kau!”


“Tapi dengar dulu sebentar Ndy, ini cuma salah paham, di antara kami…” ucapan Darwin terputus, dari mulutnya terdengar ‘Ngeekk’ ketika kepalan tangan Andy mendarat di perutnya dengan keras!


Darwin lalu terhuyung-huyung sambil memegangi perutnya, belum dia bisa tegak lagi, satu pukulan lagi dari Andy bersarang tepat di pipi kirinya, Darwin lalu terjatuh sambil memegangi pipinya, kepalanya terasa semakin pusing dan dari mulutnya mengucur darah.


Pada saat yang kritis itu kebetulan Togar masuk ke toilet itu, dia kaget bukan main dan segera menghambur melindungi Darwin. “Alamak! Ada apa pula ini? Apa-apaan kalian ini? Beraninya mengeroyok temanku!”


Melihat kedatangan Togar itu Samuel tersenyum sinis. “Hehehe Togar, sahabatmu sudah berani merebut pacarnya sahabatku ini! Makanya dia harus dikasih pelajaran!”


Mata Togar melotot menatap Andy. “Yumi maksud kau? Bah macam mana pula! Darwin enggak ada hubungan apa-apa sama Yumi! Kau cuma salah sangka saja!”


“Tidak! Aku melihatnya kemarin Yumi bermesraan di tempat parkir kampus!” jawab Andy dengan nada tinggi.


“Bah itu cuma salah paham saja! Kenapa kau tidak Tanya Yumi langsung apa yang terjadi kemarin?! Kenapa kau enggak cari tahu dulu ada apa sebenarnya?! Malah main pukul saja kau!” jawab Togar.


Andy tediam mendengar jawaban dari Togar itu, dia menyadari ada benarnya juga perkataan Togar tersebut, Togar lalu melanjutkan. “Andy kenapa kau enggak cari tahu dulu kenapa Yumi sampai melakukan perbuatannya yang kemarin itu?”


Andy tetap terdiam dan mulai berpikir tentang apa yang dikatakan Togar, melihat gelagat ini Samuel segera memanas-manasi Andy lagi. “Ndy, jangan dengerin dia, dia pasti cuma mau nolongin si Darwin!”


Togar marah mendengar hasutan Samuel pada Andy itu. “Heh Samuel kurobek juga mulut kau itu! Andy, ok kalau kau enggak mau dengar ucapanku, tapi dengarlah ucapan dari mulut Yumi sendiri! Kalau kau masih mencintainya, pasti kau bisa mempercayai ucapan Yumi!”

__ADS_1


 


 


__ADS_2