
Darwin balas menatap Anisa, dia tahu kalau dia memang tidak bisa membohongi Anisa, akan tetapi dia tetap tidak ingin mengatakan hal yang sebenarnya pada Anisa karena dia tidak ingin membebani pikiran Anisa. Dia lalu menunduk dan menghela nafas panjang. “Ok Nis, alasan sebenernya sederhana aja.”
Alis tebal Anisa terangkat. “Sederhana? Apa maksudmu?”
Darwin tersenyum sambil menatap mata Anisa. “Kau tadi melihat kan usahanya Heru buat menarik perhatian Cynthia dan bagaimana ia merasa terpukulnya ketika Cynthia mengacuhkannya?”
Anisa jadi semakin heran dengan jawaban Darwin yang berupa pertanyaan itu “Tentu saja aku liat Win, tapi aku tetep masih nggak ngerti sama maksud kamu.”
Darwin menoleh lagi dan memandangi Heru “Aku cuma ingin membantu dia Nis, yang aku dengar Heru itu mahasiswa yang jenius di jurusan Teknik Kimia, tapi orangnya Kuper, nyaris enggak punya teman, dan yang ia tahu cuma belajar, sehingga banyak orang-orang yang menganggap dia orang aneh! Dan tadi aku menyaksikan kalau ternyata dia menyukai Cynthia dan berusaha mati-matian untuk mendekati Cynthia.”
Anisa lalu mengangkat bahunya “Lalu?”
Darwin menepuk bahu Anisa. “Lalu aku juga pernah mendengar kalo Cynthia itu belum punya pacar sekalipun dia ngetop banget! Dan kabarnya dulu dia putus sama cowoknya, karena cowonya terlibat dengan kasus pengedaran obat terlarang! Pas kan? Mereka berdua sama-sama sedang bermasalah walau masalahnya berbeda, dan aku pikir Heru adalah sosok yang tepat untuk mendampingi Cynthia!”
“Tapi itu kan terlalu masuk kedalam urusan pribadi mereka Win! Biasanya kamu kan ogah ikut campur masalah pribadi orang lain?” Tanya Anisa.
Darwin menjawab sambil mengembangkan senyumnya, “Kali ini sebisa mungkin aku ingin menolong kesusahan orang, lagipula kupikir Heru orangnya ganteng kok, cuma salah gaya aja. Aku yakin, Heru bisa membuat Cynthia tersenyum, dan aku ingin melihat mereka berdua tersenyum!”
Mendapati jawaban Darwin itu, Anisa langsung teringat pada kehidupan Darwin sendiri, ya dia tahu betul bagaimana hubungan Darwin dengan ibunya yang cukup renggang, namun Darwi selalu berusaha untuk tidak kecewa dan tetap menyayangi serta menghormati ibunya, apakah Darwin mulai sakit hati pada kehidupannya sendiri yang seperti itu, sehingga dia berubah menjadi orang lain yang ingin menolaong orang lain seperti yang sedang dilakukannya kini? Pertanyaan itu terus berputar di benak Anisa.
Beberapa saat kemudian, Heru sudah selesai dipotong rambutnya “Gimana pilihan model rambutku?” Tanya Fina.
“Waw keren Fin! Beda banget ama Heru yang tadi!” jawab Mutia.
__ADS_1
Setelah memperhatikan Heru dengan sekasama, Darwin lalu menepuk bahu Heru, “Ok Her, sekarang saatnya kita ke optic kacamata!”
“Optik? Ngapain?” Tanya Heru.
“Ya beli kaca mata lah, masa mau beli jamu?! Sebagai sesama pemakai kacamata aku tahu model kacamata yang cocok buatmu!” jawab Darwin.
Merekapun lalu meluncur ke optic kacamata langganan Darwin, mereka hanya membeli frame kacamatanya saja, dan memasang lensa dari kacamatanya Heru, karena mereka butuh kacamata yang “trendy” itu secepatnya! Setelah selesai lalu mereka meluncur ke salah satu distro pakaian langganannya Togar dan Dony, mereka lalu memilihka baju yang cocok untuk Heru.
Ketika Darwin cs sedang sibuk memilihkan baju untuk Heru, Anisa terus menatap Darwin dengan tatapan penuh tanda Tanya sekaligus khawatir, dia menggumam sendiri. “Darwin, apa yag sebenernya lagi terjadi sama kamu? Hatiku bener-bener tidak enak, dan aku merasa ada yang lain dalam dirimu!”
***
Ketika Heru sedang berjalan bersama Darwin cs, mereka melihat Cynthia dan Devi yang sedang menutak-atik mobilnya Cynthia, Heru terdiam sejenak memandangi mereka, sementara Darwin menduga kalau mobilnya Cynthia sedang bermasalah, berpikir kalau ini adalah kesempatan bagus untuk Heru agar dapat berkenalan dengan Cynthia, maka ia pun meyakinkan Heru untuk mulai mendekati Cynthia. “Wah kayanya mobil Cynthia lagi bermasalah tuh Her! Ini kesempatan bagus buat lu kenalan dan mulai PDKT sama si Cynthia!”
Tetapi Heru malah Nampak ragu-ragu untu mendekati Cynthia, dari tingkah lakunya terlihat kalau dia sedang grogi. “Tapi Win, gue grogi nih! Lagian gue enggak hapal tentang mesin!”
Darwin menepuk bahu Heru dengan agak keras. “Alah! Kalo masalah mesin biar aku yang ngurus, pokoknya urusan lu cuma ngajak kenalan sama si Cynthia aja! Dan usahain lu dapet nomor hpnya!”
Akhirnya Heru mengangguk juga. “Ya ok deh kalo gitu!”
Darwin mengacungkan jempolnya. “Nah gitu dong! Itu baru namanya semangat!”
“Aduh kenapa lagi sih ni mobil?” keluh Cynthia.
__ADS_1
“Yah Cyn, gimana dong?” tanya Devi.
“Ya enggak tahu Dev, gue juga enggak apal masalah mesin nih!” jawab Cynthia dengan muka kusut.
“Maaf, ada yang bisa saya bantu?” tanya seorang pria yang tiba-tiba berada di hadapan mereka.
Cynthia dan Devi terkejut karena sejak tadi perhatiannya tertuju pada mobil Cynthia sehingga tidak menyadari kedatangan pria itu. Setelah menguasai dirinya lagi, Cynthia segera menjawab. “Tahu nih Mas, mobilnya ngadat, temperaturnya panas banget!”
Pada saat itu datanglah Darwin menghampiri Heru, setelah Darwin datang, orang itu yang tak lain adalah Heru pun segera memeriksa mesin mobil Cynthia “Oya sini coba kulihat.” ujarnya.
Darwin dan Heru terlihat mengutak-atik mesin mobil Cynthia, Heru melirik pada Darwin. “Gimana nih Win, apa masalahnya?”
“Oh ini selang Radiatornya mampet Her, ada yang nyumbat.” jawabnya dengan berbisik.
Beberapa saat kemudian Heru dan Darwin mengeluarkan tangan dan kepalanya dari dalam kap mesin mobil Cynthia. “Wah Mba, ini sih saluran selang radiatornya mampet, ada yang nyumbat.”
“Aduh terus gimana dong?” tanya Cynthia dengan muka panik.
Heru memegang dagunya dan terdiam sejenak, tentu saja ia ingin menolong Cynthia, gadis yang disukainya itu, ia lalu melirik pada Darwin, maka dengan berbekal sedikit pengetahuannya tentag mesin mobil yang ia pelajari dari sopir Ibunya, ia pun menyanggupi akan menolong memperbaiki mobil Cynthia, ia pun mengedipkan matanya pada Heru. “Hmm… Ok Mba, akan aku coba memperbaikinya, mudah-mudahan berhasil ya.”
“Oya, tolong ya Mas!” sahut Cynthia.
“Ok, tunggu bentar ya, aku ambil air dingin dulu buat diisiin ke radiatornya dan disiramin ke bagian depan mobilmu biar mesinnya agak dingin dan bisa kuperbaiki.” jawab Heru.
Berbekal sedikit pengetahuannya tentang mesin yang ia dapat dari Pak Mail supir pribadi ibunya, Darwin berusaha untuk membantu Heru membetulkan mobil Cynthia. Darwin dan Heru pun segera mengambil dua ember air dingin dan mengisi radiator mobil Cynthia dengan air dingin itu, lalu menyiram moncong mobil Cynthia dengan air dingin agar tidak terlalu panas, lalu ia mengutak-atik mesin mobil Cynthia. Devi memperhatikan Heru, lalu berbisik pada Cynthia “Lho Cyn, itu bukannya si Heru, cowok kemaren yang ngikutin status di Twitter elu? Tapi kok dia jadi robah gitu ya?”
Cynthia pun memperhatikan Heru “Kayanya iya deh Dev!”
“Terus liat itu temennya, bukannya itu Darwin Wijaya, anak Bioteknologi yang ngetop itu? Kok Si Heru bisa temenan ama si Darwin ya?” sambung Devi yang juga memperhatikan Darwin.
“Iya itu si Darwin, biasanya kan dia suka bareng sama kelima temennya, kok sekarang dia jadi bareng ama si Heru ya?” sahut Cynthia.
__ADS_1