Dance With Life

Dance With Life
Episode 9 - Akhirnya Baikan…


__ADS_3

Darwin dengan susah payah berusaha untuk berdiri, lalu Togar memeganginya dan membantunya benrdiri. “Apa yang dibilang Togar benr Ndy, kemaren Yumi cerita kalau dia memang sakit hati sama kelakuanmu, tapi dia masih mencintaimu! Sekarang dia lagi nunggu penjelasan dan permintaan maafmu!”


Andy tetap terdiam mematung, namun lagi-lagi Samuel kembali menghasutnya. “Udah Ndy, udah tanggung! Lu jangan percaya gitu aja sama si Darwin!”


Darwin terdiam mendengar hasutan Samuel pada Andy tersebut, dia hanya menatap tajam pada Samuel karena ia merasa heran, mengapa Samuel sangat membencinya, sementara Togar mendengus menahan amarahnya pada Samuel, “Baik, kalau lu enggak percaya sama omongan gue dan Togar, lu boleh Tanya langsung sama Yumi, dan lu boleh melakukan apa aja ke gue!” ucap Darwin dengan tegas.


Andy mulai bepikir kalau apa yang dikatakan oleh Darwin Togar itu benar, seharusnya dia mencari tahu dulu apa yang sebenarnya terjadi, tiba-tiba ia menjadi merasa menyesal kenapa ia bisa melakukan perbuatan bodoh ini, kenapa amarahnya begitu mudah terpancing untuk melakukan semua ini, pada saat itu datanglah Doni, Anisa, Fina, Mutia serta Yumi ke toilet karena mendapat sms dari Togar, mereka semua terkejut melihat apa yang terjadi di toilet pria itu!


Anisa segera berlari dan memeluk Darwin yang sedang kepayahan itu, sementara Yumi langsung menghampiri Andy, lalu Plaakkk! Tamparan Yumi mendarat di pipi Andy, Andy terkejut mendapat tamparan dari Yumi itu “Bodoh!” pekik Yumi pada Andy.


Air mata Yumi langsung mengalir. “Andy, kamu enggak tahu apa-apa kan tentang pembicaraanku dengan Andy kemarin?”


Andy terdiam sambil memegangi pipinya yang kena tampar oleh Yumi, “Kemarin itu Darwin ngasih masukan sama saran ke aku buat memperbaiki hubungan kita! Dan sekarang aku lagi nunggu permintaan maafmu dan penjelasanmu, eh malah kamu berbuat ulah lagi, kamu malah mukulin Darwin yang udah mau nolong memperbaiki hubungan kita!” jelas Yumi dengan nada tinggi.


 


 


“Yumi sudahlah, ini cuma salah paham aja kok!” ujar Darwin, sambil menempelkan punggungnya ke dinding untuk bersandar.

__ADS_1


Mendengar ucapan Darwin tersebut yang terdengar kalem tanpa sedikitpun menunjukan kemarahan memuat Andy jadi merasa tidak enak paa Darwin, kemudian ia menatap Darwin yang sedang memegangi pipinya yang terkena pukulannya tadi sementara Anisa mengelap darah yang keluar dari sela-sela bibirnya, perasaan bersalah dan menyesal mulai menggerogoti hatinya, sementara Samuel terdiam karena merasa keadaan yang telah berubah ini sudah tidak menguntungkan bagi dirinya.


Lalu dengan susah payah Darwin memungut kacamatanya yang pecah, melihat itu Anisa segera membantunya memungut kacamata Darwin, tak terasa butir air mata Anisa menetes ketika melihat Darwin masih memaksakan tersenyum dengan meringis menahan sakitnya serta dengan kacamatanya yang pecah itu, lalu dari mulutnya keluarlah kata-kata dengan suara pelan bernada prihatin. “Win kacamatamu…”


“Ah enggak apa-apa Nis, tanpa kacamata ini aku enggak bisa ngeliat hehehe…” jawab Darwin sambil memaksakan tersenyum pada Anisa.


Tiba-tiba di benak Anisa terbayang lagi masa lalunya bersama Darwin, ya sejak kelas 2 SMA, kacamata seolah menjadi trademarknya Darwin, pada awalnya dia menertawakan Darwin ketika ia mulai mengenakan kacamata, tapi lama kelamaan Anisa menjadi lebih suka melihat Darwin yang mengenakan kacamata karena terlihat lebih dewasa dan tatapan matanya seolah menjadi teduh.


Keadaan di toilet itu menjadi hening sejenak, Samuel yang merasa tidak enak dengan keadaan ini segera meninggalkan tempat itu bersama teman-temannya, sementara Andy masih berdiri mematung dengan mulut tertutup rapat. Melihat ekspresi muka Andy yang campur aduk itu, Darwin mafhum dengan perasaan Andy, maka dengan senyum cirri khasnya ia mendekati Andy dan diluar dugaan semua yang ada di sana, Darwin menpuk bahu Andy dan berkata, “Ah lebih baik kita bicarakan secara baik-baik di tempat yang lebih enak…” Andy terkejut mendengar itu, maka mereka semuapun keluar dari toilet itu dan menuju ke kantin.


Di kantin kampus Darwin menceritakan semua yang dibicarakannya dengan Yumi kemarin, “Nah gitu Ndy! Jadi menurutku masalah kalian bukan masalah perbedaan selera antara K-Style dan J-Style, itu hanya pemicunya saja, tapi masalah ego kalian berdua, dan kemungkinan ego kalian itu muncul karena kalian sudah berhubungan cukup lama sehingga ada rasa jenuh, bukankah pada saat pertama kalian jadian kalian bisa saling menerima kekurangan kalian masing-masing?”


“Udah tunggu apa lagi?! Minta maaf sana!” perintah Yumi pada Andy.


“Ahaha… udahlah Yumi, enggak apa-apa kok!” sahut Darwin.


Sikap Darwin yang tenang dan tidak terpancing emosinya itulah yang membuat Darwin tampak sangat bersahaja, perlahan-lahan amarah di dada Andy mereda, hanya perasaan bersalahnyalah yang membumbung tinggi pada Darwin, maka dengan serta merta ia bangkit lalu berjalan menghampiri Darwin dan mengulurkan tangannya. “Win, aku minta maaf, maaf aku telah berbuat bodoh tanpa berpikir dahulu.”


Diiringi dengna senyumnya yang khas, Darwin segera menyambut tangan Andy. “Ah udahlah Ndy, yang udah lewat biarkanlah, yang penting kan sekarang permasalahannya udah jelas, malah sekarang Yumi yang butuh penjelasan dan permintaan maafmu.”

__ADS_1


“Makasih ya Win!” kemudian Andy menoleh pada Yumi, lalu menggenggam tangan Yumi. “Yumi maafin aku ya, aku sekarang udah sadar sama kesalahanku, aku ga akan maksain kehendaku lagi sama kamu, kamu boleh bergaya apa aja Yumi!”


Yumi tersenyum mendengar itu. “Aku juga minta maaf ya Ndy karena udah marahin kamu, oya terus terang, belakangan ini aku juga lagi seneng lho sama Black Pink dan Twice!”


Andy agak kaget mendengar itu, “Oya? Aku juga seneng lho sama Silent Siren dan Scandal!”


“Lho, kirain cuma seneng yang dari Korea aja?” Tanya Yumi.


Andy cengengesan mendapati pertanyaan dari Yumi itu. “Aku kan cuma genggsi aja ngakuinnya sama kamu hehehe… Oya kamu suka Black Pink dan Twice? Lho kan fans mereka pada musuhan Yumi?”


Yumi mencolek hidung Andy. “Ih ketahuan ya kamu gengsian! Hahaha… Ah soal fans mereka masing-masing mah biarin aja, kita kan bebas mau menyukai siapa aja tanpa harus memusuhi orang lain!”


Darwin yang melihat kemesraan Yumi dan Andy itu jadi tersenyum, “Waduh yang baru jadian lagi! Aku jadi ngiri nih!” ucapnya sambil melirik Anisa.


Anisa yang menyadari ucapan Darwin tersebut ditujukan untuk memancing dirinya merasa seperti tersetrum, mukanya jadi bersemu merah, menyaksikan itu Fina segera nyeletuk. “Udah kalo gitu, Anisa sama Darwin juga tunggu apa lagi?! Enggak usah maen rahasiaan-rahasiaan segala deh!”


Tangan Anisa segera membungkam mulut Fina. “Fina ngomong apaan sih?!” bentaknya. Semua yang ada di sana pun tertawa, sementara Anisa dan Darwin hanya mesem-mesem menahan malu.


 

__ADS_1


 


__ADS_2