Dance With Life

Dance With Life
Episode 7 - Jpop vs Kpop (2)


__ADS_3

Darwin yang baru tersadar lalu melirik ke arah Andy, dia mafhum kalau Yumi sedang memanas-manasi Andy, sementara Andy menatap dirinya dengan tatapan penuh kemarahan dan kebencian! Darwin jadi merasa tidak enak karena ia dijadikan ‘alat’ oleh Yumi, dia juga merasa tidak enak pada Anisa yang terus menatapnya dengan tatapan tidak suka.


Ketika Darwin sedang berpikir apa yang harus dia lakukan, tiba-tiba Yumi menggandeng tangannya. “Win kita jalan-jalan yuk?! Kita ngobrolnya di tempat yang enak, disini enggak enak, gerah banget!”


“Ok!” Darwin yang sudah mengetahui maksud dari Yumi itu langsung menyetujuinya karena dia merasa itu isyarat dari Yumi, maka diapun langsung masuk kedalam mobilnya, Yumi meloncat kegirangan lalu masuk dan duduk disamping Darwin.


Lagi-lagi mata Anisa terbelalak lebar melihat itu, dia lalu memberikan kunci mobilnya pada Fina. “Fin, elu bawa mobil gue!”


Fina keheranan menerima kunci mobil Anisa tersebut. “Lho, lu mau ke mana Nis?”


Anisa dengan muka cemberut membuka pintu mobil belakang Darwin “Gue cuma mau tahu aja, lagi ada apaan sih ini?!” jawabnya dengan ketus dan keras.


Fina yang segera tanggap dengan gelagat itu segera menyahut. “Tapi Nis ntar…” ucapan Fina terputus ketika Anisa membanting pintu mobil Darwin dengan kasar, setelah pintu mobil Darwin tertutup barulah Fina meneruskan ucapannya “Ntar kalo ada apa-apa dijalan gimana?”


Dony yang menyaksikan itu jadi merasa penasaran. “Lho kenapa si Anisa tiba-tba jadi marah-marah gitu ya?”


Mutia melirik dan melotot pada Doni. “Lho Don, elu belum tahu ya?”


“Belum tahu apaan?” Tanya Doni.


Mutia mengangkat bahunya. “Ya elah Doni! Semua yang liat dan kenal Anisa sama Darwin juga pasti tahulah biar mereka enggak ngakuin juga! Lu lemot banget sih!”


“Apaan sih gue ga tahu, beneran!” Tanya Doni tetap dengan muka keheranan.


Mutia geleng-geleng kepala. “Ah udahlah, cape ngomong ama elu! Lemot banget!”


Sementara Darwin yang terkejut mendengar suara pintu mobilnya yang dibanting Anisa itu lalu menoleh kebelakang. “Nis kamu kenapa sih? Ntar pintu mobilku rusak!”


Anisa menjawab dengan muka cemberut dan ketus. “Huh biarin aja, emang gue pikirin?”


Darwin geleng-geleng kepala mendengar jawaban Anisa itu, biasanya kalau dalam keadaan normal dari hal ini mereka jadi bertengkar, namun selain karena sedang bersama Yumi, Darwin pun sedang merasa pempunyai perasaan yang makin mendalam pada Anisa, maka dia enggan untuk mendebat Anisa dan memutuskan untuk diam. Setelah Darwin member tahukan tempat tujuan mereka, Fina cspun lalu menuju ke sebuah café di mall dibilangan senayan, di perjalanan Darwin kembali menanyakan apa yang hendak diobrolkan oleh Yumi kepada dirinya. “Eh Yumi, apa yang mau kamu obrolin sih?”

__ADS_1


“Ntar aja Win, kita ngobrolnya di tempat tujuan kita aja, biar enak ngobrolnya.” jawab Yumi.


Darwin lalu melihat Anisa yang masih cemberut dari spion mobilnya. “Nis, kamu kenapa sih? Dari tadi cemberut dan marah-marah terus?”


Anisa melirik lalu menatap mata Darwin dengan penuh kemarahan. “Huh! Suka-suka gue dong!” jawabnya ketus. Diam-diam Darwin jadi menelan ludah melihat wajah Anisa yang sedang marah itu, dia sudah sering melihat wajah Anisa yang sedang marah sedari kecilnya, namun entah mengapa baru kali ini dia jadi merasa ‘tidak berdaya’ ketika melihat wajah Anisa yang sedang marah pada dirinya, dia sendiri tidak tahu jawabannya.


Setelah sampai, mereka lalu minum kopi dan makan siang di salah satu café di mall bilangan senayan tersebut, sambil menunggu makanan dan minuman mereka datang, Darwin membuka percakapannya lagi dengan Yumi. “Yumi, sebenernya apa yang mau kamu obrolin?”


“Emmhhh…” Yumi terdiam sejenak, mulutnya bedengung, sesaat kemudian tiba-tiba air matanya berurai, Darwin kaget dan merasa tidak enak melihat hal itu “Lho kamu kenapa Yumi?”


Setelah beberapa saat, dengan tubung berguncang, akhirnya Yumi menjawab juga. “Sebenernya… sebenernya aku mau minta tolong sama kamu Win!”.


Darwin mengangkat alisnya. “Minta tolong? Minta tolong apa Yumi?”


“Aku mau minta tolong supaya kamu mau membantuku buat memperbaiki hubunganku dengan pacarku si Andy.” jawab Yumi sambil sesegukan.


Anisa yang mendengar ucapan Yumi tersebut langsung merasa plong! Hatinya yang sedari tadi merasa panas, kini perlahan-lahan tersejukan kembali, walau dia belum tahu apa maksud Yumi sebenranya melakukan semua itu pada Darwin tadi.


Ketika dia sedang tenggelam dalam pikirannya, Anisa yang merasa dia sedang ditatap oleh Darwin balas menatap Darwin, hati Darwin terasa mendesir ketika bertatapan dengan Anisa, begitupun dengan Anisa, dia merasakan hal yang sama, namun ‘kontak bathin’ itu tidak berlangsung lama, hanya beberapa detik saja ketika Yumi membuka suara lagi. “Win, aku tahu tentangmu dari Heru, bukankah kamu lagi menolong Heru buat PDKT sama Cynthia?”


Darwin yang ternagunkan dari lamunannya itu segera menjawab. “Iya, aku lagi bantuin Heru buat PDKT sama Cynthia, kamu tahu darimana Yumi?”


“Aku kan sepupunya Heru Win!” jawab Yumi.


Darwin dan yang lainnya tekejut mendengar itu. “Hah sepupunya Heru???!!!”


“Iya aku sepupunya, kalian kenapa? Kok pada kaget gitu?”


Darwin yang kaget mendengar itu, setelah membayangkan bagaimana Heru sebelum di ‘Make Over’ oleh mereka, dengan Yumi, cewek cantik yang popular di kampus, segera menjawab. “Eh enggak apa-apa kok hehehe… oya apa yang bisa aku bantu?”


“Aku ingin kamu bantu aku dengan cara pura-pura jadi cowok aku buat manas-manasin si Andy! Biar si Andy mikirin apa kesalahannya!” jawab Yumi dengan muka serius dan datar.

__ADS_1


Darwin terdiam, sesaat dia lalu melirik pada Anisa, Anisa memperlihatkan muka ketidak sukaan yang artinya tidak setuju dengan permintaan Yumi tersebut, Darwinpun tidak setuju dengan rencana Yumi tersebut, tetapi sebelum menolak permintaan tersebut Darwin ingin mengetahui, apa pangkal masalah antara Yumi dengan Andy, maka pertanyaannyapun meluncur .“Tunggu dulu, kalau boleh aku tahu, penyebab masalah antara kamu dengan Andy itu apa Yumi?”


 


 


***


Sementara itu di kantin kampus, Andy sedang duduk sendiri dengan wajah menahan amarah, tangan kanannya menggemgam gelas minumannya erat-erat, dia terus teringat pada saat Yumi memegang bahu Darwin di tempat parkir tadi, kini Darwin menjadi sasaran amarahnya! Rasa bencinya pada Darwin meluap-luap didadanya ingga ia merasa sesak!


Pada saat itu datanglah keempat orang temannya menghampiri Andy, “Hai Bro! lu kenapa? Diem aja dari tadi?” sapa salah seorang dari temannya itu.


Andy menjawab tanpa menoleh pada orang itu. “Gue lagi panas Sam! tadi gue liat Yumi selingkuh sama cowok lain!”


Temannya yang bertubuh tinggi kurus, berwajah tirus, berambut klimis, bermata sipit dan berkacamata mata yang bernama Samuel itu mengangkat alisnya. “Selingkuh? Selingkuh sama siapa Bro?”


“Kalo enggak salah namanya Darwin, dia anak Bioteknologi!” jawab Andy dengan suara bergetar.


Samuel terbelalak ketika mendengar nama Darwin, dia lalu tersenyum sinis, sejak lama Samuel memang membenci Darwin, dia adalah teman Darwin sejak SMA, Samuel selalu merasa benci pada Darwin dengan alasan yang kurang jelas, dulu sewaktu SMA ketika dia putus dengan pacarnya dia mengira pacarnya memutuskannya karena selingkuh dengan dengan Darwin, kecurigaannya itu berasal karena Darwin adalah pria yang ngetop di sekolahnya, padahal pacarnya meninggalkan Samuel dengan alasan lain, namun Samuel sudah gelap mata, diapun menyalajkan Darwin dan menumpahkan semua kebenciannya pada Darwin! Tetapi tentu saja Darwin tidak mau ambil pusing dengan masalah itu karena merasa itu bukan salahnya.


Mendengar keluhan dari Andy temannya itu, dia jadi merasa mempunyai jalan untuk melampiaskan kebenciannya terhadap Darwin, maka diapun memanas-manasi Andy sambil tersenyum culas. “Hehehe… setahuku si Darwin emang playboy dari dulunya Bro! maka kita harus member pelajaran yang pahit padannya!”


Andy yang sedang dibakar api cemburu itu mengangguk. “Ok Bro, lu atur aja gimana-gimananya!” mendengar itu Samuel tersenyum puas, dia segera menyiapkan ‘kejutan’ untuk Darwin.


 


 


 


 

__ADS_1


PS : Dance With Life terbit setiap hari Senin, Rabu & Jumat jam 16.15 WIB


__ADS_2