DARAH KELULUSAN

DARAH KELULUSAN
Tersangka Pertama


__ADS_3

Setelah melakukan diskusi yang amat sangat panjang akhirnya kami akan melakukan investigasi pada tersangka pertama yang telah ditentukan, yaitu pak penjaga sekolah. Rencananya hari ini kami akan mengawasi gerak-gerik pak dito sang penjaga sekolah kami yang baru dipekerjakan selama 2 tahun di sekolah ini.


“Jadi rencana nanti malam siap dilaksanakan kan?”


Kak nasiyah menatapku dengan pandangan yang tak bisa ku tebak antara takut atau khawatir.


“Iya kak, tapi tenang saja kan kita mengawasi pak dito hanya pada saat di sekolah saja. Dan nanti malam hanya kak kevin dan dion yang akan ke sekolah”


Kak naisyah menghela napas pelan.


“Itu dia masalahnya bintang, kak kevin itu orang yang mempunyai ambisi tinggi. Lihat saja cara bicaranya tadi. Seolah-olah hal yag akan ia lakukan bersama dion itu sesuatu yang seperti ia anggap sepele. Aku takut kalau pada akhirnya ambisinya itu bisa membuat ia melakukan hal ceroboh”


Aku menatap kak naisyah, mencoba memberikan pengertian lewat tatapan mata.


“Jujur, kak kevin memang orang yang seperti itu. tapi aku yakin kak, ia pasti sudah memikirkan matang-matang rencana yang akan ia lakukan nanti malam. Jadi, jangan terlalu khawatir. Lagipula ada dion, kakak tau sendiri kan dion itu orangnya selalu waspada. Bahkan daun yang bergerak tertiup angin sedikit saja ia bisa merasakan. Aku yakin mereka akan menjadi tim yang kompak nanti malam”


Kak naisyah memghembuskan napas lega, setelah mendengar kalimatku. Kuharap pun begitu. Aku hanya ingin kami semua bisa menyelsaikan masalah ini nantinya. Tanpa ada satu pun dari kami yang akan ketahuan.


“Kalau begitu, mari kita susul fika dan lira di kantin kak. Pasti mereka sudah menunggu”


Aku berdiri yang kemudian disusul oleh kak naisyah yang berdiri di belakangku, koridor di depan ruangan yang kami tempati berdiskusi atau ruangan yang kami sebut sebagai ruangan rahasia bagi kelompok kami tampak sepi. Hanya ada satu orang yang sedang menatap kami berdua dari kejauhan dan itu adalah pak nasir tukang bersih-bersih sekolah kami. aku dan kak naisyah berjalan dengan santai dan setelah dekat dengan keberadaan pak nasir kami hanya tersenyum yang kemudian dibalas dengan anggukan dan sedikit bungkukan badan dari beliau. Benar-benar penjaga kebersihan sekolah yang bertanggung jawab, bahkan tempat yang tidak sering dilalui banyak anak di sekolah ini ia rela membersihkannya.


....


Lambaian tangan lira dan fika terlihat dari kejauhan, aku langsung menarik tangan kak naisyah untuk menuju arah pojok kanan kantin.


“Kak naisyah lama sekali mengambil dompet”


Fika memberenggut kesal dan memajukan bibirnya seperti anak kecil yang sedang merajuk.


“Kamu nggak cocok dengan ekspresi seperti itu fika”


Lira dengan nada sarkatis memberikan pendapatnya kepada fika, yang hanya dibalas dengan sikap acuh oleh fika.


“Tadi ada beberapa hal yang kukatakan kepada bintang, curhat masalah rencana kak kevin dan dion nanti malam”


Lira dan fika hanya mengangguk.


“Jadi setelah makan kita akan kemana?”


Kami ber-empat saling berpandangan satu sama lain, jujur di otak kami masing-masing tak ada rencana yang terpikirkan tentang bagaimana kami mengawasi pak penjaga sekolah.


“Aku belum punya ide kak”


Aku dan lira kompak mengangguk dengan perkataan fika.

__ADS_1


“Kakak juga belum ada ide yang bagus. Malam belum ada ide sama sekali”


“Jadi kita harus bagaimana kak?”


Kak nasiyah menunduk dan memegang kepalanya, ia sedang berpikir pastinya.


“Bagaimana kalau kita ke pos penjaga sekolah saja?”


“Untuk apa kak?”


Aku menatap kak naisyah begitu pun dengan kedua orang yang ada dihadapanku (lira dan fika).


“Sudah kalian ikut saja, eh tapi sebelum itu kita harus kumpul uang dulu untuk beli gorengan dan minuman dingin”


Kami semua mengelurakan uang lima ribu dari saku, semuanya terkumpul 20 ribu, dan detik selanjutnya makanan dan minuman itu pun sudah ada di tangan kak naisyah.


“sekarang kita tinggal bawa semua ini ke pos jaga. Ayo”


Kami mengikuti langkah kak naira yang begitu semangat. Aku tak bisa menebak apa yang sedangk kak naisyah pikirkan, tapi sepertinya itu ide yang bagus.


“Assalamualaikum pak”


Pak penjaga sekolah sedikit tersentak saat melihat keberadaan kami yang muncul secara tiba-tiba.


Pak dito (penjaga sekolah) mengusap pelan dadanya dan meghembuskan napasnya pelan.


“Ada apa kalian kesini?”


Pak dito bertanya dengan ekspresi yang sudah normal kembali, seperti biasanya.


“Kami punya makanan yang bisa kami bagi dengan bapak. Sejak tadi pagi saya datang ke sekolah. Bapak sepertinya belum meninggalkan tempat ini. Dan itu berarti belum ada satu makanan pun yang singgah di perut bapak”


Pak dito hanya tersenyum dan mempersilahkan kami semua duduk di kursi panjang di hadapannya.


“Benar sekali nak, bapak sebenarnya lapar sekali dari tadi. Mau suruh siswa belikan bapak makanan di kantin tapi belum ada anak yang lewat sama sekali.


“Yasudah pak, ini minuman dan makanannya. Silahkan di nikmati”


Kak naisyah memberikan kantong plastik putih kepada pak dito yang disambut dengan senyum penuh arti.


“Kalian sudah makan?”


Kami semua mengangguk dan pak dito pun dengan lahap memakan pisang goreng yang kami beli di kantin tadi.


“Oh iya pak, bapak pastinya belum kenal kita kan. Bagaimana kalau saya memperkenalkan diri terlebih dahulu”

__ADS_1


Pak dito hanya mengangguk.


“Nama saya naisyah pak kelas 11, dan di samping kiri saya namanya lira, di samping kanan saya namanya fika dan yang paling ujung yang memakai kacamata di dekatnya lira, namanya bintang. Ketiga orang ini adik kelas saya”


Pak dito menatapku lama, dan akhirnya kembali fokus memakan pisang goreng yang sempat tertunda tadi.


“Jam istirahat masih lama pak, dan kami bosan di kelas. jadi kami kesini siapa tau bapak butuh teman cerita”


“Iya nak, bapak dari tadi sebenarnya bosan juga disini, kegiatannya cuma melihat pohon mangga di depan”


Pak dito menunjuk pohon mangga yang sedang berbuah, sayangnya buahnya masih sangat kecil. Kalau sudah besar aku akan meminta ijin untuk mengambilnya beberapa buah, ibu dan lintang sangat suka buah mangga. Mereka pasti senang. Itupun kalau dibolehkan oleh pihak sekolah.


“Bapak sudah dua tahun bekerja disini. Kalian tentunya sudah tau nama bapak kan?”


Kamu semua serempak mengangguk.


“Bapak sebenarnya datang dari kota malang, datang kesini karena dipanggil kerabat.tapi setelah sampai disini kerabat bapak meninggal, akhirnya bapak pun berusaha cari pekerjaan untuk biaya kehidupan sehari-hari”


Kami semua menatap pak dito dengan tatapan iba dan mengucap belasungkawa.


“Setelah cari pekerjaan kesana-kemari, bapak akhirnya ketemu dengan salah satu teman di kampung yang pergi merantau juga pada saat itu. ia bekerja sebagai satpam di rumah sakit. Berkat teman bapak itu juga, bapak tau ada lowongan pekerjaan disini sebagai satpam. Jadi dengan tekad dan niat yang mantap. Bapak melamar kerja sebagai satpam di sekolah ini, dan alhamdulillah bapak diterima. Diberikan tempat tinggal pula”


Kami semua mengangguk kembali.


“Em pak, kan dengar-dengar di sekolah kita ini angker. Apa bapak tidak takut”


Pak dito menghentikan aktivitas mengunyahnya dan menelan bulat-bulat pisang goreng yang ia masukkan ke dalam mulutnya dan lantas minum dengan satu tegukan dengan cepat.


“Sejujurnya ada yang bapak ingin ceritakan kepada kalian. Tapi entah kalian percaya tau tidak. Tapi bapak harus menceritakan hal ini. sepertinya kalian buka orang yang akan membocorkan sebuah rahasia. Terutama anak yang memakai kacamata ini, kamu terlihat seperti anak yang bisa mengerti keadaan bapak”


Aku yang semula menunduk memperhatikan ikatan tali sepatuku yang lepas, langsung mendongak menatap pak dito, sedang di sampingku lira hanya memegang lenganku.


“Mungkin kalian tidak akan percaya dengan hal yang akan bapak ceritakan tapi ini lah yang terjadi. Bapak harap kalian bisa menjaga rahasia ini”


Kami langsung memajukan kursi yang kami duduki lantas mendengarkan dengan seksama apa yang pak dito akan ceritakan. Dan detik selanjutnya helaan napas pelan dari pak dito, menjadi pembuka akan kisah aneh yang akan ia sampaikan kepada kami semua.


....


Note :


Terimakasih kepada readers sekalian, yang telah membaca cerita ini. Mohon dukungan kalian berupa kritik, saran, ataupun sesuatu hal yang ingin disampaikan untuk cerita ini dengan kalimat dan kata yang baik.


Terus dukung cerita DARAH KELULUSAN dengan klik like dan favorit. Semoga kisah ini bisa menjadi bacaan yang bermanfaat bagi kita semua.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2