DARAH KELULUSAN

DARAH KELULUSAN
Rencana Tak Terduga


__ADS_3

Aku berangkat lebih awal ke sekolah. Setelah sampai disekolah yang dari luar tampak mewah dan luas ini. Aku langsung menuju ke ruang peralatan olahraga. Benar saja, semua peralatan olahraga telah hilang lebih tepatnya dipindahkan. Terbukti dari beberapa orang yang berusaha mengangkat rak dan perlatan lainnya ke gudang.


“Kenapa dipindahkan pak?”


Pak ridwan, selaku guru olahraga kami tampak sedikit terkejut dengan keberadaanku yang secara tiba-tiba muncul.


“ruangan ini mau dikosongkan. Tepatnya mau ditukar isinya dengan gudang. Jadi peralatan olahraga nantinya ruangannya di gudang dan ruangan ini akan dijadikan gudang"


Aku menatap heran kepada pak ridwan, bukan karena penjelasannya yang tiidak kumengerti tapi pak ridwan tak mengutarakan alasan kenapa dipindahkannya atau ditukarnya fungsi tempat ini dengan gudang .


“Tapi pak, kalau tempat ini dijadikan gudang. Auranya akan lebih seram”


Pak ridwan terkekeh pelan. Sejujurnya aku tak takut dengan ruangan ini. Hanya saja untuk menutupi keingintahuanku yang berlebih ini aku sengaja memakai alasan itu.


“Ruangan ini terlalu kecil untuk dijadikan ruang perlatan olahraga, sedang gudang yang disana itu lebih luas. Dan dekat dari ruang guru jadi bapak tak perlu repot-repot terlalu jauh untuk mengambil peralatan olahraga nantinya untuk kalian”


Setidaknya alasan seperti itu bisa ku terima, ruangan yang sekarang dihadapanku ini memang kecil dan jauh dari ruang guru atapun kelas. hanya saja apa yang dikatakan pak ridwan kurang lengkap. Atau mungkin hanya aku saja yang tidak puas karena ingin secara gamblang mengetahui misteri itu. lebih baik aku berbicara dengan lira.


“Kalau begitu saya permisi ke kelas dulu pak”


Pak ridwan hanya mengangguk dan tersenyum setelah pamit dari pak ridwan aku langsung berlari menuju kelas berharap lira sudah datang sehingga aku bisa menyampaikan berita ini.


....


Aku mengedarkan pandangan ke seluruh isi ruangan dan berharap lira sudah ada di kursinya. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Mungkin seperti itulah pepatah yang bisa mewakili diriku saat ini. Lira di kursinya sudah duduk sambil membaca buku atau tepatnya novel yang ia punya. Aku mencolek bahunya dan duduk di belakang kursi lira.


“Ada berita urgent”


Lira langsung membalikkan badannya kala mendengar kalimatku.


“Apa?”


Ia memelankan suaranya. Sambil terus menatapku menunggu info selanjutnya dariku.

__ADS_1


“Ruang peralatan olahraga dijadiin gudang”


Aku memelankan suaraku hingga tak ada suara yang terdengar, hanya gerakan bibirku yang menjadi objek lira.


“Ada yang aneh”


“Iya. Aku pikir juga gitu”


“Tapi kamu tau darimana?”


“Aku tadi pagi datang agak cepat, terus nggak sengaja lihat pak ridwan di depan ruangan itu.pak ridwan dan beberapa guru lain serta petugas kebersihan lagi mindah-mindahin peralataan olahraga ke gudang"


Sejujurnya ada yang ingin kusampaikan kepada lira, hanya saja aku tak ingin ia sampai membatalkan misi ini ditengah jalan kalau sampai tau hal tersebut. Mungkin lain kali. Semoga saja lira tak menjauhiku seperti teman-teman yang lain.


“Kalau gitu kita harus adain pertemuan nanti sepulang sekolah sama anggota kelompok yang lain. Siapa tau mereka punya informasi tambahan buat kita”


Aku mengangguk, belum pernah aku se-tertantang ini sebelumnya. Apalagi ketika ada partner yang mendukung aksiku. Sekaligus mau terlibat dan malah mengajakku untuk memecahkan misteri ini. Aku harus bersyukur.


“Tapi gimana caranya kita bilang kalau mau diskusi”


“Kita datangi kelasnya satu-satu”


....


Sepertinya ide konyol lira, tak sia-sia. Setelah berlari dari kelas yang satu ke kelas lainnya kami akhirnya bisa mengumpulkan anggota kelompok kami dengan utuh. Semua pasang mata saling menatap satu sama lain. Merekam dengan baik wajah dan nama kami masing-masing.


“Jadi ada infromasi apa yang kalian punya tentang sekolah ini?”


Lira membuka percakapan langsung pada intinya. Ia selalu saja to the point sama sepertiku. Mungkin karena semangat kami yang menggebu ini akhirnya kami bisa membuat kelompok kecil ini.


“Ada, tapi bukan tentang sekolah ini sih”


Suara kak naisyah langsung mengalihkan semua tatapan yang semula menuju ke arah lira sekarang menatap ke kak naisyah dengan penuh tanda tanya.

__ADS_1


“Jadi, kemarin pas aku sama teman-temanku pulang setelah ngerjain tugas kelompok. Ada jeritan yang keras banget dari ruang peralatan olahraga. Aku kiranya itu cuma ilusiku doang tapi ternyata suara itu nyata. Buktinya guru-guru yang belum pulang langsung berhamburan keluar dari ruang guru terus ke ruangan itu. dan teman-temanku pun sama. Yah mau nggak mau aku juga ikut karena penasaran”


Kak naisyah menghela napas pelan. Sambil menghirup oksigen di sekitarnya sebelum kemudian memulai ceritanya kembali.


“Setelah kita beramai-ramai kesana. Dari kaca luar aku bisa lihat siswi yang tergeletak di lantai di dalam ruangan itu. Akhirnya siswi itu dibawa ke UKS. Pas udah siuman ditanya deh dia ngapain keruangan itu. terus jawabannya malah dia bilang saya nggak keruangan itu bu. Seingat saya. Saya itu pergi ke kelas buat ngambil buku catatan matematika yang ketingglalan. Sama bekal kotak makan saya. Aneh kan? Padahal jelas-jelas aku, teman-temanku bahkan guru-guru lihat dia di dalam ruangan itu.”


“Aku juga ngalamin hal yang sama kak. Waktu itu aku mau ke parkiran eh tau-taunya nyasar ke ruang peralatan olahraga dan pingsan disana. Bintang juga lihat. Iya kan?”


Aku mengangguk menjawab pertanyaan dari lira. Mungkin karena itulah ruangan itu dijadikan gudang supaya bisa dikunci dan murid-murid nggak bisa masuk. Aku membatin dalam logikaku.


“Aneh banget. Atau mungkin kamu dimasukin?”


Pertanyaan dari dion membuat kami langsung menatapnya. Yang di tata pun menjadi salah tingkah dan canggung seketika.


“Mungkin”


Suara berat dan tegas milik seorang satu lagi reman cowok di kelompok kami membuat kami mau tak mau harus mengalihkan tatapan kami lagi ke arah sumber suara itu.


“Kakak tahu sesuatu kan tentang sekolah ini?”


Mulutku sudah gatal sejak kemarin ingin bertanya kepada orang ini. Kak kevin maksudnya. Setiap perkataanya malah semakin membuat ku bertanya-tanya. Bukan mendaptkan jawaban yang pasti tapi pilihan jawaban yang ambigu yang selalu ia lontarkan.


“Tahu tentang apa?”


Tuh kan.


“Kalau tau tentang sekolah ini angker iya. Dan nggak cuma sekolah ini yang angker tapi setiap sekolah punya masa lalu kelamnya masing-masing kan?”


Aku menghelas napas gusar, yang kuinginkan adalah jawaban pasti iya atau tidak dari pertanyaanku. Tapi apa-apaan jawaban ambigu itu. aku kembali menghela napas gusar dan putus asa sambil mengusap wajahku.


“Kalau mau tau tentang sekolah ini yah langsung saja tanyakan pada kepala sekolah. atau kalau mau tau tentang misteri itu kita cari tau saja sendiri. dan pilihan yang kusarankan cuma ada dua”


Kami menajamkan pendengaran, menepis jarak, dan fokus menatap kak kevin dengan harapan yang idenya bisa membuat kami selangkah lebih maju untuk mengetahui kasus itu.

__ADS_1


“Kita geledah ruang kepala sekolah dan cari tau tentang sekolah ini pada jaman sebelumnya dan angkatan sebelum kita. Atau.....pergi ke ruangan itu untuk mencari tau secara langsung rahasia apa yang ia punya”


__ADS_2