
Debam!
Lunda mendarat di tengah kerumunan prajurit Werewolf.
Ilfina mendarat di atap kuil samping Bourga sembari menghempaskan energi ungu yang sangat kuat. Bourga sampai terpental ke salah satu pasak. Tapi dia segera kembali berdiri tegak menjaga posisi tetap siaga dalam wujud serigala. Melihat ada raksasa mendarat di tengah kerumunan, para prajurit langsung meniup terompet perang dan menyerang Lunda secara membabi-buta. Broden itu tak kalah kuat, dia mampu menandingi kekuatan satu pasukan yang dia lawan tanpa bersusah payah. Semua terpental ke udara satu per satu. Dia hanya melempar lawannya dengan gamblang menggunakan kekuatan tubuh raksasa miliknya.
Ilfina sendiri masih dalam posisi bertahan memikirkan cara agar bisa membawa Taring keluar hidup-hidup dari tempat ini secepat mungkin. Aura ungu terang melingkari dirinya dan Taring.
“Kau seorang Mage?” Bourga mendongak ke atas melihat dua naga terbang konstan di langit.
“Dan kau, adalah seorang bajingan! Membantai seluruh negeriku hanya untuk kepentinganmu sendiri.”
Blerit yang berdiri di antara mereka berdua kemudian berkedip memunculkan cahaya kuning dan ungu secara bergantian, “kau ... punya Inti Leluhur? Bagaimana mungkin Blerit bisa merasakan Inti Leluhur padamu sedangkan kau sendiri bukan keturunan utama Elf?”
“Itu bukan pertanyaan yang harus aku jawab. Hentikan semua kegilaanmu ini! Apa kau tidak tahu kalau mengubah kodrat alam akan menghancurkan alam itu sendiri?”
Pantas saja Qimba tidak bisa menemukan Inti Leluhur milik Elf waktu itu. Pikir Bourga.
“Kau yakin? Padahal aku sudah melakukan semua ini bertahun-tahun yang lalu tapi alam masih baik-baik saja sampai sekarang.”
“Apa kau buta! Perbuatanmu ini merusak tumbuh-tumbuhan yang memerlukan sinar matahari. Banyak kaum di luar sana yang lebih bergantung pada siang hari ketimbang malam. Monster raksasa di belakangmu itu salah satunya.”
“Ya, tapi ada juga makhluk yang semakin kuat pada malam hari dan lemah pada siang hari. Menurutmu apakah itu adil? Sudah berabad-abad kami tak bisa keluar dari bayang-bayang kehidupan Vampir. Selalu dinomor duakan. Hanya karena kami Werewolf terlalu bergantung pada kekuatan bulan kami dianggap sebelah mata. Berkat kegemaran kami yang suka melakukan aktivitas malam hari, orang-orang selalu menghakimi kami jika ada masalah pada keesokan paginya. Pada akhirnya, Kysta yang selalu menjadi harapan terakhir kami untuk perlindungan dari kesalahan.”
“Kau tau raja Vampir sebelumnya sudah banyak berjasa pada Werewolf, tapi kenapa kau—“
“Karena aku muak! Kami terlalu bergantung padanya. Vampir selalu menjadi mayoritas yang dicintai rakyat ketimbang kami Werewolf. Kami selalu dijadikan kambing hitam bila ada kesalahan. Siapa yang tahu kalau semua itu ternyata ulah si Kysta sendiri? Siapa yang tahu kalau selama ini dia senang dengan semua pujian, dengan semua perhatian, dan semua ketidakberdayaan kami padanya? TIDAK! Dengan menyatukan seluruh kekuatan Inti Leluhur dan mengabadikan malam, kami para Werewolf akan menjadi yang terkuat. Tak perlu bergantung pada kekuatan orang lain. Tak perlu lagi bergantung pada bulan. Tak perlu berada di nomor dua lagi. Kali ini seluruh dunia yang akan mengemis pada kami.”
“...,” Ilfina tersenyum.
“....”
__ADS_1
“Hahaha....”
“Apanya yang lucu?”
“Kau, jadi semua yang kau lakukan ini adalah agar bisa menyaingi kaum Vampir? Kau memperjelas kelemahanmu sendiri. Secara tidak langsung kalian memang lemah, dan tidak bisa apa-apanya tanpa kekuatan bulan. Itu sebabnya kau menghalalkan segala cara agar bisa bersaing. Padahal semua kaum punya kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Kau saja yang memandang dirimu sendiri dengan sebelah mata. Dasar menyedihkan. Ini bagaikan anak kecil yang tidak mendapat perhatian dari orang tuanya.”
Awan hitam yang menutupi bulan perlahan menghilang. Sinar biru raksasa itu langsung memandikan seluruh Werewolf yang berada di kerajaan Bumi Tengah tanpa ada halangan. Bourga menyeringai, tubuhnya membesar empat kali dari sebelumnya sebab menerima kekuatan bulan yang sangat dahsyat.
“Jangan besar kepala kau Mage. Kelahiran kaum kalian tak lebih dari sekedar alat untuk pekerjaan para Elf. Pembantu yang dirancang sejak lahir menjadi sapi perahan ras yang lebih superior. Semua hal spesial yang kalian miliki hanyalah sarana tambahan untuk menjadi budak.”
“Kau pikir, setelah tubuhmu membengkak seperti itu aku akan takut?”
“Oh, kau seharusnya takut. Dengan kekuatanku sekarang aku akan dengan mudah menghancurkan dinding pelindung itu.”
“Arrgh!”
Debam!
Lunda jatuh terkapar di tengah lapangan. Dia akhirnya tumbang sebab tak mampu mengimbangi kekuatan para prajurit yang sudah mendapat suplai energi dari bulan.
Bourga mengaum panjang. Dia bergerak dengan kecepatan yang tak bisa diikuti oleh mata menghantam maju menyerang Ilfina dan Taring. Ilfina coba mencari kemana dia pergi menghilang, terlambat! Bourga sudah berada di atas kepala mereka siap dengan ayunan cakar super besar mematikan miliknya.
“MATI KALIAN!”
Duar!
“Argh!” Bourga terpental kembali menabrak tiang, dinding pelindung Ilfina tak hancur, “mustahil! Bagaimana mungkin?”
Mata Ilfina bercahaya ungu terang, berbanding lurus dengan cahaya biru milik langit. Hanya saja kali ini tatapan matanya jauh lebih tajam, “kau pikir hanya kalian satu-satunya yang berada di pihak sang bulan?”
Ada sedikit goresan pada pelindung magis Ilfina. Seluruh Werewolf yang berada di bawah segera menaiki kuil begitu mendengar sebuah ledakan besar disertai erangan raja mereka. Gadis bercadar menebar aura keunguan yang lebih pekat lagi.
__ADS_1
Atap gedung itu menjadi bergetar, bukan hanya atap! Seluruh area di sana bergetar hebat sampai ke rumah-rumah warga berkat kekuatan Ilfina. Tubuh Ilfina sudah berada di udara sekarang bersamaan beberapa partikel warna-warni yang mengelilingi dirinya. Dia memejamkan mata, memutar tangannya ke depan. Udara pekat panas ala radiasi lahar api berkumpul menjadi cahaya merah terpusat pada tangan kanan. Ilfina membuka mata yang bercahaya, lalu turun menghempaskan energi panas itu ke atas atap kuil.
Bangunan kokoh yang terbuat dari granit hitam itu hancur dalam sekejap, kecuali tempat Ilfina dan Taring berdiri. Bourga dan seluruh Werewolf yang sedang menaiki gedung berhamburan ke seluruh sisi kota. Blerit yang tadinya terpancak di lantai tak tergoyahkan juga ikutan berputar di udara menghamburkan seluruh Inti Leluhur ke segala tempat. Tempat yang di serang Ilfina memerah seolah terkena serangan bola api bersuhu tinggi.
Ilfina menangkap Blerit di udara. Dia coba cari kemanakah Inti Leluhur Vampir di tengah percikan reruntuhan gedung dan kabut tapi tak ketemu juga. Malah sebenarnya seluruh Inti Leluhur sudah tak ada lagi yang kelihatan sebab kerusakan sudah menjalar ke seluruh area lapangan. Ilfina menyerah. Dia langsung membuat lingkaran kuning terang untuk berteleportasi ke tempat yang aman.
“Miria! Temui kami di gunung bagian utara kerajaan. Kami tunggu!”
Zeb!
“Baiklah semuanya,” kata Miria ke teman-temannya yang sedang menunggangi naga, “kita pergi dari sini. Mereka berdua berhasil kabur!”
Sebab tubuh Ula terlalu kecil untuk mengendalikan naga, Badak melompat mengambil alih kemudi pada Radia si naga merah, “Ula, pegangan!”
Ruba dan Radia berbalik hendak meninggalkan area perang.
“Tak akan aku biarkan!” Dari balik reruntuhan rumah warga Bourga melompat mencakar kaki Ruba.
Naga itu langsung berkeok kesakitan.
“Sekarang!”
Cratch!
Sebuah tombak harpun dengan tali melesat dari arah istana menembus langsung ke jantung Miria.
“Miria!” Ula dan Badak berteriak.
Tapi Krairon itu hanya membalas dengan senyuman tanpa berkata apa-apa dari balik helm. Layaknya paus yang tengah tertembak, Miria ditarik dengan sangat kencang jatuh ke tanah. Ruba yang kakinya masih ditempeli oleh Bourga mengamuk tak senang. Si naga hitam berusaha melepaskan Werewolf itu dengan meggoyang-goyangkan kaki. Sebab usahanya masih tak berhasil, dia kembali turun ke bawah sambil menyemburkan api ke seluruh prajurit Bourga. Semua yang terkena hangus terpanggang di dalam armor mereka sendiri. Ruba menghentakkan kakinya ke salah satu atap bangunan. Akhirnya Bourga lepas juga dengan perut terkoyak, dia nyaris mati ternyata.
Ruba kembali mengekor Radia pergi menjauh ke gunung bagian utara yang diperintahkan oleh Ilfina sebelumnya.
__ADS_1
Usaha penyelamatan berhasil, dengan satu korban yang gagal untuk diselamatkan.
...-- Bersambung --...