
Sekadar informasi yang mungkin akan berguna, wilayah dimana semua kejadian ini berlangsung terbagi menjadi lima tempat besar. Di timur yang dihuni oleh bangsa Elf, ras yang berumur panjang dengan penampilan mereka yang sangat menawan, wanita mereka sangatlah cantik dan juga berbanding lurus dengan ketampanan para pria di sana.
Ciri khas paling menonjol dari mereka adalah telinga panjang. Mereka juga menguasai beberapa sihir terutama sihir penyembuh. Banyak yang mencari tabib ke daerah ini.
Di barat, bangsa barbarian Orc, kebalikan dari peradaban penuh budaya di timur. Orc rupa mereka seperti monster, gigi mencuat panjang-panjang, kanibal dan tak bisa diatur. Mereka suka sekali menjajah negeri-negeri lain yang punya sumber daya lebih untuk mereka kuasai. Kendati demikian, soal kekuatan mereka sangatlah unggul.
Di utara dihuni oleh makhluk-makhluk kecil nan imut, yaitu Lilua, bangsa para kurcaci. Mereka tidak terlalu kuat dalam hal fisik tapi kemampuan mereka dalam mencipta barang serta mesin-mesin hebat menjadikan mereka teman bagi bangsa-bangsa lain.
Tubuh mereka kecil-kecil dengan tinggi rata-rata kurang dari seratus sentimeter. Mereka semua digemari oleh bangsa-bangsa lain karena keramahan mereka, juga pelayanan yang mereka berikan tak pernah mengecewakan bagi siapapun pemakai jasa mereka untuk membuat barang-barang serbaguna.
Lilua punya senjata andalan yang telah turun-temurun menjaga mereka dari generasi ke generasi yaitu Blerit, tongkat spiral dengan bagian atas berupa bola kecil bersinar. Senjata itu mampu membuat para kurcaci menjadi raksasa seukuran gunung bila mereka memakainya dengan kekuatan penuh. Itu senjata untuk keperluan mendesak.
Di bagian selatan, tinggal bangsa Krairon dan Erga. Krairon hidup di dalam tanah dengan kedalaman hampir menyentuh magma bumi. Mereka terkenal akan hasil tambang mereka yang kaya juga produk utama mereka yaitu besi hitam Kraiman. Besi ini enam kali lebih kuat dari titanium.
Mereka tak bisa tinggal menghirup udara di permukaan jadi mereka mencoba berkoloni hidup dalam tanah dengan menghisap oksigen yang sudah teroksidasi menggunakan kulit. Perawakan bangsa Krairon agak aneh, muka mereka tidak seperti manusia tapi punya hidung moncong panjang seperti cacing. Cacing berbadan manusia.
Bangsa Erga sendiri tinggal di permukaan tepat berada di atas bangsa Krairon. Mereka hidup berdampingan sejak zaman dahulu kala. Bangsa Erga bukan manusia, tapi berupa tumbuhan. Tumbuhan yang hidup layaknya manusia. Pohon, bunga, rumput dan tanaman lainnya bisa berbicara juga bergerak bebas seperti manusia pada umumnya. Merekalah yang berperan penting menyuplai oksigen untuk para Krairon yang tinggal di bawah tanah.
Sedang bagian tengah, yang biasa disebut Bumi Tengah merupakan pusat segala aktivitas. Sulit tak melibatkan area ini bila berbicara mengenai aktivitas dan hubungan antar tiap bangsa supaya lebih teratur. Menjadikan Bumi tengah sebagai area birokrasi tak resmi bagi setiap wilayah. Dan penghuninya adalah bangsa Vampir dan Werewolf.
Tadinya Bumi Tengah dipimpin demokrasi dengan damai dan dikomandoi oleh masing-masing pemimpin bangsa. Hanya saja ada yang merasa tak puas jika berbagi kekuasaan. Maka kudeta pun terjadi. Satu bangsa berusaha memusnahkan ras lain.
Dan kudeta itu dimenangkan oleh kaum Werewolf, yang sekarang telah membantai seluruh keluarga Vampir dimuka bumi. Raja Bourga yang kini mendiami kepemimpinan akan Bumi Tengah tak mengizinkan adanya makhluk lain selain ras Werewolf tercintanya hadir ditengah kekuasaan. Dalam satu kejadian sepuluh tahun yang lalu dia akhirnya merasa menang bisa membunuh Kysta sang raja Vampir, yang dulu menjadi pemimpin selain dirinya.
Raja Bourga semakin memperluas kekuasaannya, satu-persatu kerajaan yang dia datangi pasti bekerja sama dengan dirinya. Atau dengan kata lain, jika tak ingin kerajaan mereka ditaklukan haruslah mau beraliansi bersama.
Tujuan Bourga cuma satu, malam purnama dengan bulan tak pernah menghilang dari langit. Ras Werewolf sangat bergantung dari tenaga cahaya bulan, tanpa itu mereka semua lemah dihadapan kaum lain. Atau setidaknya begitulah menurut Bourga.
Maka dia berniat menyingkirkan matahari dari langit dengan begitu malam akan menjadi satu-satunya kondisi astronomis dengan bulan yang tak akan pernah meninggalkan mereka, kaum Werewolf.
Untuk itu dia membutuhkan Inti Leluhur dari setiap enam bangsa besar. Inti Leluhur adalah bola kecil bersinar yang muncul di setiap akhir keturunan suatu ras agar mereka bisa melanjutkan keturunan supaya tidak punah. Setiap keturunan terakhir memiliki benda itu.
Bourga harus menyatukan keenam Inti Leluhur milik bangsa besar di atas kuil Werewolf tepat pada saat bulan purnama. Dengan begitu, hari akan berhenti berputar dan selamanya malam akan menjadi satu-satunya menguasai langit yang dengan kata lain membuat mereka tak perlu khawatir lagi akan kekurangan tenaga bulan. Werewolf bisa berdiri di atas kaum yang lain.
Saat ini sudah ada dua Inti leluhur yang berhasil dia kumpulkan. Satu dari bangsa Werewolf dan satu lagi dari bangsa Kurcaci yang dia ambil secara paksa dengan memporak-porandakan wilayah mereka di utara.
“Yang Mulia, Anda kedatangan tamu utusan dari raja Orc.”
Oh apa ini?
“Bawa dia kemari,” kata sang raja Werewolf duduk di singgasana kerajaan. Wujudnya kali ini tidak dalam bentuk binatang buas bergigi tajam tapi manusia biasa.
“Paduka Raja Bourga yang agung, saya adalah utusan dari bangsa Orc yang kuat membawa persembahan untuk Paduka,” Orc yang berbicara kemudian menyerahkan kotak kecil kepada raja.
__ADS_1
Bourga mengambil kotak itu lalu membukanya, “oh! Bukankah ini....”
“Itu adalah Inti Leluhur kami. Dengan senang hati kami menyerahkannya kepada Paduka untuk tujuan mulia.”
“Kenapa kalian sukarela menyerahkan benda berharga ini?”
“Paduka, pemimpin kami meyakini bahwa tujuan Yang Mulia sama dengan tujuan kami. Menyatukan malam untuk kekuatan yang jauh lebih besar.”
“Ah ya aku mengerti! Orc, kalian ternyata lemah di bawah sinar matahari. Aku mengerti ketidakberdayaan kalian.”
“Maaf jika saya menyinggung Paduka, tapi kami lebih suka melakukan kegiatan dalam kegelapan malam.”
“Ya-ya-ya apapun alasan kalian. Paling tidak tujuanku selangkah lebih maju berkat kalian,” Raja Bourga menjabat tangan Orc, “katakan kepada tuanmu kami bahagia menerima hadiah yang kalian berikan. Kami juga akan senang jika kalian mau beraliansi bersama kami.”
Utusan Orc mengangguk mantap. Setelah selesai semua urusan dengan Bourga dia keluar dari ruangan singgasana diantar oleh pelayan raja.
Yah, dengan begini raja Bourga sudah memiliki tiga Inti Leluhur. Sekarang tinggal mendapatkan milik bangsa Elf, bangsa Vampir dan bangsa Krairon-Erga.
...***...
Sementara itu di kota kumuh tepi kerajaan Bumi Tengah, mendapat teror tak kasat mata. Rasanya akhir-akhir ini ada bahaya yang siap memakan mereka para penduduk secara hidup-hidup. Banyak ternak yang tiba-tiba mati, banyak anak yang tiba-tiba hilang di waktu malam, bahkan sungai yang biasa menjadi sumber air minum warga sering ditemukan bangkai hewan mengapung di pagi hari.
Warga yakin ada iblis yang tengah mengintai mereka. Jika kejadian ini terus berlanjut tak akan banyak yang bisa bertahan hidup karena sumber pangan serta air mereka sudah kacau.
Seorang penduduk yang merasa paling dirugikan di sana mengambil inisiatif untuk menangkap makhluk yang mengganggunya. Rupanya tak hanya satu orang yang berpikiran demikian, seluruh warga rupanya setuju untuk melakukan inisiatif. Maka dari itu pada suatu malam mereka melakukan pengintaian.
Tapi pada malam itu, tak satupun dari mereka bersantai di atas kasur sambil tidur nyenyak, tidak! Mereka semua terjaga termasuk juga anak-anak. Obor, celurit, cangkul, apapun yang bisa dijadikan senjata selalu siap ditangan.
Perlahan seluruh warga mengitari kota kumuh mereka berharap menemukan sesuatu, setiap tempat diperiksa dengan hati-hati tanpa melewatkan detil sedikitpun.
Ada juga beberapa orang menunggu di tepi sungai. Ada yang berpatroli di dalam hutan. Semuanya begitu siaga.
Klontang!
“Apa itu?”
“Entahlah, tapi suaranya berasal dari kandang ayam dekat sungai. Ayo periksa ke sana.”
Semuanya bergerombol mendatangi sumber suara yang katanya datang dari tepi sungai. Ada satu gubuk kecil kosong di sana. Tapi dari kejauhan warga mendengar suara.
Suara orang sedang mengunyah. Juga ada suara becek langkah kaki beberapa kali. Ayam secara bergantian berteriak penuh kesakitan satu-persatu. Banyak sekali suara dari belakang gubuk itu.
Bug!
__ADS_1
Seekor ayam jatuh dari langit secara tiba-tiba. Ayam itu sudah mati, bagian perutnya terkoyak dan darah menghambur kesemua tempat membasahi tanah. Percikannya sampai mengenai warga. Secara serempak mereka semua mendatangi bagian belakang gubuk.
Grrrrr!!!!
“Suara geraman?”
“YA TUHAN APA ITU?!”
Seorang pria nampak sedang mengunyah ayam mentah hidup-hidup di bawah sinar obor. Taring dari mulutnya basah berwarna merah, mukanya penuh dengan darah serta mata yang juga sama merahnya menyala di tengah kegelapan malam. Dia menyibak rambut panjang yang menutupi wajah sambil melihat kerumunan yang kini menonton dirinya dari belakang menggunakan pose bersandar di pohon.
“IBLIS! ITU IBLIS!”
Sang iblis berbalik memperhatikan kerumunan, dia tersenyum lalu berkata, “mati kalian semua.”
Pria itu menggeram lalu menghujamkan taring ke leher seorang warga. Dia menggigitnya sampai leher itu putus terlepas dari badan!
Melihat rekan mereka kehilangan leher di depan mata, mereka semua lari tunggang-langgang ketakutan. Beberapa sempat bertahan menyerang dengan senjata masing-masing. Tapi percuma tubuh kekar pria itu tak tergores sedikitpun, alat mereka tak cukup tajam untuk melukai kulit bersinar diterpa sinar rembulan itu.
Cakar panjang keluar dari tangan pria iblis. Dengan cepat menyabet seluruh leher manusia yang hadir di sana.
Ceprat!
Bruszt!
Brazt!
Satu-persatu kepala berjatuhan ke tanah. Darah tak henti-hentinya menghujani membuat tempat itu becek seketika. Satu-satunya yang masih hidup adalah dia yang tengah menari-nari riang gembira di tengah lautan darah saat ini.
Taring merasa kegirangan dengan semua makanan menggenang di bawah kakinya dalam jumlah banyak. Dia tertawa tak henti-henti bagaikan kerasukan iblis. Tidak, dia memang iblis.
Tubuhnya berubah drastis dalam waktu beberapa hari, wujudnya sudah tidak seperti anak-anak lagi melainkan pria kekar penuh dengan otot yang jauh lebih besar lagi, rambut ikal panjang sebahu, dan tinggi hampir mencapai dua meter. Walaupun wajah tampannya masih menyiratkan seorang anak kecil.
Mendapat pasokan darah dalam jumlah besar mampu mempercepat pertumbuhan otot di badan Taring hanya dalam waktu seminggu. Secara harfiah dia masih berumur sepuluh tahun, tapi dengan tubuh seperti itu tak akan ada yang berani menyebutnya anak kecil lagi.
Pada malam itu, seluruh warga di kota tepi Bumi Tengah hilang dalam sekejap. Semuanya mati tak ada yang tersisa lagi.
Sang pangeran darah sudah bangkit sepenuhnya.
Datang menjemput satu-satunya takdir bagi seorang Vampir terakhir.
Taring putra dari Kysta si raja Vampir.
__ADS_1
...-- Bersambung --...