
" Eh Neng udd sore bibi masak dulu yah."
" Iya Bi ayo Rena bantu."
Renatta dan bibi kembali ke dapur untuk membuat makan malam, mereka langsung berkutat dengan bahan dan alat dapur.
Kurang lebih 45 menit makanan jadi.
" Akhirnya jadi juga ya bi."
" Iya Neng."
" Kalau gitu aku mandi dulu yah Bi."
" Iya Neng."
Renatta masuk ke kamarnya untuk segera mandi, setelah mandi Renatta kembali lagi ke dapur, dari arah luar terdengar suara ketukan pintu.
Tuk tuk tuk
" Iya sebentar." sahut Renatta sambil berjalan ke arah pintu, dan di buka lah pintu tersebut terlihat sosok orang yang selama ini ia rindukan.
" Papa." Renatta langsung memeluk papanya
" Ayo pa masuk."
Renatta menuntun papanya untuk masuk ke dalam dan duduk di ruang tv.
" Papa mau minum apa biar Rena yang ambilin." Tawarnya
" Papa mau teh manis aja."
" Oke."
Renatta berjalan ke dapur untuk membuat teh, setelah membuat teh Renatta kembali lagi ke ruang tv.
" Ini pa di minum."
" Terimakasih sayang." papa Renatta langsung meminum teh yang di buat Renatta
" Katanya papa pulang nanti 2 hari lagi."
" Iya seharusnya begitu tetapi berkat bantuan teman papa jadi lebih cepat selesai."
" Syukurlah kalau begitu."
" Mama kemana sayang."
" Ouh iya lupa tadi mama pergi ke depan dulu sebentar "
" Ya udd papa mau mandi dulu yah udd gerah nih."
Papa Renatta langsung berjalan menuju kamarnya untuk melaksanakan kegiatan mandinya.
Setelah selesai papa Renatta kembali lagi ke ruang tv.
" Papa kapan pulang ?" kata mama Renatta
" Tadi ma, mama habis dari mana ?"
" Ouh ini habis dari depan beli kue buat cemilan "
Waktu menunjukkan pukul 19:00 saatnya keluarga Renatta makan malam.
" Sayang ayo makan dulu nanti di terusin lagi tugasnya." sahut mama Renatta di depan pintu kamar anaknya
" Iya ma." jawab Renatta
Renatta dan mamanya turun ke ruang makan, acara makan malam berlangsung hanya ada suara dentingan sendok dan piring yang saling beradu.
Setelah makan Renatta kembali ke kamarnya untuk mengerjakan tugas yang tadi sedangkan mama dan papanya ngobrol di ruang tv.
" Ma ada yang mau papa omongin."
" Apa pa ?"
" Papa mau menjodohkan Renatta dengan anak dari teman papa."
" Yang benar saja pa, Renatta masih sekolah sebentar lagi dia akan ujian."
__ADS_1
" Papa serius ma, tapi papa gak akan maksa Rena kok."
" Kita liat saja pa apa yang di inginkan oleh Rena."
" Iya ma."
# Di kamar Renatta.
Renatta sedang sibuk dengan tugas-tugas nya karena semester depan Renatta dan teman temannya akan ujian kenaikan kelas.
" Hoam."
" Duh ngantuk banget, mana ini tugas belum selesai, cuci muka dulu ah."
Renatta masuk ke dalam kamar mandinya untuk mencuci muka supaya tidak ngantuk.
Ting
Hp Renatta berbunyi.
π±: Malam Ren lagi apa ?" Nicko
π±: Malam Nick, ini lagi ngerjain tugas emang kamu udd ?"
π±: Udd tadi Ren, mau aku bantu ?"
π±: Gak usah Nick, ini sebentar lagi selesai kok "
π±: Ya udd kalau gitu cepat kerjain yah terus nanti tidurnya jangan malam."
π±: Iya Nick.
Renatta terus saja berkutat dengan tugasnya.
Jam menunjukkan pukul 22:30 akhirnya Renatta selesai mengerjakan tugas.
" Akhirnya." gumam Renatta
Renatta langsung menuju ranjangnya dan segera merebahkan tubuhnya di kasur king size miliknya.
Pagi harinya Renatta sudah siap dengan memakai seragam sekolah dan menggendong tasnya.
" Pagi Pa Ma."
" Iya ma."
Renatta beserta mama dan papanya sarapan bersama.
" Ren kamu berangkat sama siapa ?" kata mama
" Aku antar aja ma sama mang Ujang."
" Ya udd kalau gitu cepat habiskan."
" Iya ma."
Selesai makan Renatta meminta izin kepada papa dan mamanya untuk pergi ke sekolah.
" Pa Ma Rena berangkat duku yah "
" Iya hati hati sayang." kata papa dan mama Renatta.
Di luar sudah ada Mang Ujang yang siap untuk mengantar Rena.
" Ayo mang."
" Ayo Neng."
Mobil hitam yang di kendarai oleh Mang Ujang sudah menembus jalanan ibu kota pagi ini, jalanan begitu agak ramai karena banyak yang mau bekerja ataupun sekolah.
Mobil hitam itu sudah sampai di depan pintu gerbang.
" Makasih ya mang."
" Iya Neng, amang pulang dulu ya."
Mang Ujang langsung melajukan mobilnya sedangkan Renatta berjalan masuk untuk ke kelasnya, di saat sedang berjalan Renatta di hadang oleh Sisi dkk.
" Heh kamu." kata Sisi kepada Renatta
__ADS_1
" Ada apa ?"
" Ada apa ada apa, udd aku peringatkan ke kamu jangan pernah dekatin lagi Nicko kenapa kamu gak mau denger."
" Sudah aku jawab aku dan Nicko hanya teman gak lebih."
" Awas aja kalau kamu berani."
Sisi dkk langsung pergi begitu saja.
" Dasar aneh." gumam Renatta
Renatta melanjutkan jalannya menuju kelas.
" Pagi Fitri, Santi." kata Renatta
" Pagi juga Ren." kata mereka kompak
" Ren kamu udd ngerjain tugasnya kan ?"
" udd ko memang kenapa ?"
" Enggak kok Ren cuman nanya aja."
Saat sedang asik ngobrol Nicko dkk masuk ke dalam kelas dan menghampiri Renatta.
" Pagi Ren."
" Pagi Nick."
" Kamu tadi berangkat sama siapa ?"
" Aku di antar gak enak kalau nebeng terus." βΊοΈ
" Em gitu yah."
Bel pelajaran pertama pun di mulai.
" Pagi anak anak."
" Pagi pak."
" Bagaimana tugasnya sudah di kerjakan ?"
" Sudah pa."
" Kalau gitu coba kumpulkan."
Semua murid mengumpulkan tugasnya.
Jam pertama berlangsung begitu saja saatnya kini istirahat dan mereka langsung ke kantin.
Mereka langsung memesan makanan dan menunggu di bangku favorit mereka.
" Eh gimana kalian udd ngerjakan tugas observasi ?" tanya Putra
" Belum." kata mereka kompak
" Kalian mau observasi di mana ?" tanyanya lagi
" Gue sama Renatta mau observasi di taman aja, kalian ?"
" Gue masih bingung." Kata Yoga
" Bagaimana kalau kebun binatang ?" usul Fitri
" Oke." jawab Yoga
Makanan mereka pun datang dan mereka langsung melahapnya.
Jam pelajaran kedua telah di mulai saatnya mereka masuk ke dalam kelas.
Kurang lebih 2 jam pelajaran selesai dan kini mereka berhamburan ke luar kelas.
" Ren bagaimana kalau kita ngerjakan tugasnya sekarang."
" Ayo Nick lebih cepat lebih baik, tapi kita harus ganti baju dulu dan minta ijin."
" Oke kalau begitu nanti aku ke rumah kamu yah."
__ADS_1
" Iya Nick."
Renatta dan Nicko pulang ke rumah masing masing dan bersiap untuk pergi ke taman.