Dari Sahabat Jadi Suami

Dari Sahabat Jadi Suami
Bab 45


__ADS_3

Malam harinya sekitar pukul sepuluh Renatta terbangun ia merasa lapar karena belum makan dari tadi pulang kantor.


Renatta berjalan keluar kamarnya, ia menuruni anak tangga untuk berjalan ke dapur, rumah itu sangat sepi semua orang sudah pada tidur dan lampunya pun sudah di matikan sebagain.


Saat di dapur Renatta melihat ada satu bungkus mie dan Renatta segera memasaknya.


Kurang lebih 5 menit mie itu sudah siap dan Renatta langsung memakannya, setelah makan mie Renatta mencuci peralatan yang tadi ia gunakan.


Renatta berjalan lagi menuju anak tangga, tapi sebelum naik Renatta melihat ada orang yang sedang hilir mudik di halaman depan, Renatta kembali lagi ke dapur untuk membawa sapu.


Renatta berjalan sambil mengedab menuju halaman depan saat pintu di buka Renatta memukul orang itu dengan sapu bertubi tubi.


" Ampun tolong tolong."


Renatta kaget saat mendengar suara mang Ujang, ternyata orang yang Renatta gebukin tadi adalah mang Ujang.


" Maaf mang aku gak tau kalau itu mang Ujang, ya udd aku bantu ke dalam yah."


Mang Ujang segera berdiri dan Renatta membawa mang Ujang ke dalam untuk memberikan air minum serta salep.


" Maaf yah mang aku kira itu maling." ucapnya .


" Iya gak papa Neng."


Mama dan papa Renatta terbangun karena mendengar keributan dari arah luar.


" Ada apa ini ?" kata sang papa.


" Ini pa aku gak sengaja tadi memukuli mang Ujang."


" Kenapa bisa begitu Ren ?" tanya sang mama.


" Jadi begini ibu bapak saya lagi mencari sandal saya yang tadi di ambil oleh kucing tetangga ke dekat bunga di taman depan saat saya sedang mencari sandal tiba tiba neng Renatta datang dari dalam rumah dan memukuli saya."


" Kamu lagian kenapa malam malam begini keluar kamar ?" tanya sang mama


" Tadi Rena kebangun karena laper terus Rena keluar menuju dapur di dapur Rena melihat mie ya udd Rena masak aja tuh mie, setelah habis Rena balik lagi ke kamar tapi sebelum naik tangga Rena melihat orang yang sedang hilir mudik di depan ya udd Rena ambil sapu lalu keluar dan memukulnya, Rena kira itu maling ternyata mang Ujang, maaf ya mang." kata Renatta mengakui kesalahannya.


" Iya gak papa Neng."


" Ya udd sekarang kita kembali tidur ini udd malam, mang Ujang biar tidur di sini aja dulu." kata papa Renatta.


" Iya baik pak."


Semua orang kembali ke kamarnya hanya ada mang Ujang yang tersisa di ruang tamu, mang Ujang segera berbaring di sofa lalu ia tertidur, begitupun dengan Renatta ia merasa malu sekali karena telah berburuk sangka, Renatta masuk kamar mandi untuk menggosok gigi setelah itu Renatta langsung berbaring di ranjang nya lalu terbuai dengan mimpi indahnya.


Pagi harinya Renatta sudah terbangun saat mendengar suara adzan ia langsung mandi dan melaksanakan kewajiban nya, selesai solat Renatta keluar menuju dapur untuk membantu bibi memasak karena hari ini hari libur jadi Renatta tidak berangkat ke kantornya.


" Pagi Bi."


" Eh neng udd bangun."


" Iya Bi aku bantu yah."

__ADS_1


Renatta dan bibi langsung berkutat dengan bahan dan alat masak, pagi ini mereka memasak capcay, cobek ikan mujair, dan perkedel kentang tak lupa di tambah dengan kerupuk serta buah untuk cuci mulut.


Hampir satu jam setengah masakan pun jadi dan siap di hidangkan di meja makan.


Mama dan papa Renatta berjalan dari arah kamarnya menuju meja makan.


" Wah bau nya harum banget papa udd gak sabar ingin nyoba."


" Ya udd pa ma ayo kita sarapan, dan aku mau manggil mang Ujang dulu."


Papa mama Renatta serta bibi langsung duduk di kursi sedangkan Renatta memanggil mang Ujang keluar.


" Mang Mang." teriak Renatta.


" Iya Neng ada apa ?"


" Ayo mang sarapan dulu nanti di lanjut lagi bersihin mobilnya."


" Iya Neng."


Renatta dan mang Ujang langsung berjalan ke arah dapur dan mereka bergabung untuk sarapan bersama.


" Enak banget ini cobeknya." kata sang mama.


" Iya Bu enak banget ini buatan neng Rena bibi hanya bantu motong motong aja." ucap bibi.


" Anak papa pintar juga yah masaknya."


" Hehe iya pa."


Selesai sarapan Renatta keluar untuk menyiram dan memotong motong bunga kesayangannya.


" Mang gak ada yang sakit kan ?"


" Enggak Neng."


Renatta sangat suka sekali dengan bunga ia merawatnya dengan baik jika ia kerja maka mang Ujang lah yang akan mengurus semua bunga bunga itu.


Waktu menunjukkan pukul 10 Renatta masuk ke dalam kamarnya ia mandi kembali, selesai mandi Renatta memilih baju yang pas buat dikenakan hari ini pilihannya jatuh kepada baju tunik dengan panjang selutut dan tangan se siku, Renatta juga memoleskan sedikit make up tipis di wajahnya, rencananya hari ini Renatta akan berkumpul kumpul dengan temannya, selesai berdandan Renatta keluar dari kamarnya.


Renatta melihat kedua orang tuanya sedang menonton tv ia langsung meminta izin untuk pergi dulu.


" Ma pa Rena keluar dulu yah."


" Mau kemana kamu ?" tanya sang papa.


" Mau ketemu teman teman di restoran Santi."


" Ya udd hati hati."


Renatta berjalan keluar saat pintu terbuka nampak lah Nicko sudah berada di depan.


" Nicko, kamu kok di sini ."

__ADS_1


" Aku sengaja ke sini untuk menjemput kamu, udd siapkan ?"


" Iya udd, yuk."


Renatta segera masuk ke dalam mobil Nicko, mobil itu segera keluar dari rumah Renatta dan menyusuri aspal.


Aroma parfum Renatta menembus relung hati Nicko.


" Ren kamu wangi banget."


" Ah masa Nick padahal aku cuman pake parfum sedikit doang."


" Iya Ren aku suka aroma parfum aku, kamu juga cantik banget."


" Apaan sih Nick."


Tak butuh waktu lama mereka sampai di restoran Santi dan di sambut oleh pemilik restoran.


" Hay selamat datang yah di restoran ku, ayo masuk Yoga, Fitri dan Putra juga sudah ada di dalam."


Renatta dan Nicko membuntuti Santi dari arah belakang, saat datang di ruangan VVIP Renatta dan Nicko langsung duduk.


" Hei bro gimana kabar Lo ?" tanya Putra


" Baik gue, kalian berdua ?"


" Kita juga baik." kata Putra


" Gimana bisnis Lo lancar ?" tanya Nicko lagi.


" Alhamdulillah lancar, gue gak nyangka gue bakal pegang perusahaan." jawab Putra.


" Iya gue juga." jawab Yoga


Sedangkan para cewek sibuk dengan dunianya sendiri.


" Ren aku kangen banget." ucap Fitri sambil memeluk Renatta.


" Aku juga kangen banget sama kalian berdua." ucap Renatta.


Saat sedang mengobrol tiba tiba datang pelayan dengan membawa berbagai makanan dan minuman.


" Gue gak nyangka Lo bisa masak dan gitu punya restoran lagi." kata Yoga.


" Iya semua orang juga bicara begitu sama aku." jawab Renatta sambil tersenyum.


" Eh San waktu Renatta bawain gue makan siang dari restoran Lo sumpah enak banget." kata Nicko.


" Makasih yah udd mencicipi hidangan restoran ku."


" Nanti kalau gue ada acara gue bakal pesen makan di sini Lo setuju gak San ?" tanya Yoga.


" Jelas aku setuju banget." ucapnya sambil tertawa.

__ADS_1


Mereka asik mengobrol dan sekali kali menyantap makanan, begitulah kebiasaan mereka kalau sedang berkumpul.


__ADS_2