
Dua minggu setelah di lamar oleh Nicko kini kedua keluarga itu sibuk menyiapkan pernikahan anak anak mereka, pernikahan yang akan di laksanakan di hotel milik keluarga Nicko kini sudah di hias oleh pihak WO.
Sedangkan Renatta dan Nicko sibuk membagikan undangan kepada teman temannya maupun para karyawan dan klien bisnisnya.
Seperti pagi ini Renatta berangkat ke kantornya untuk membagikan undangan kepada para karyawan.
Mobil Renatta sudah sampai di halaman kantor dan ia masuk ke dalam kantor itu lalu Renatta membagikan undangan pernikahan nya.
" Akhirnya Bu Rena menikah juga, pasti calon suaminya ganteng yah Bu." kata salah satu karyawan wanita.
" Iya semoga pernikahan Bu Renatta sakinah mawadah warahmah ya." kata seorang lagi.
" Iya terimakasih nanti jangan lupa hadir yah, kalau gitu saya mau menemui Melly dulu."
" Iya Bu."
Renatta berjalan ke ruangan asisten nya itu.
Krek
Pintu terbuka dan terlihat lah Melly yang sedang fokus ke komputer di depannya.
" Mel." ucap Renatta.
Melly kaget dan ia langsung berdiri.
" Eh ibu maaf Bu tadi saya terlalu fokus." ucapnya, lalu Melly menghampiri Renatta yang duduk di sofa.
" Ada apa ya bu ?" tanya Melly.
" Ini ada undangan buat kamu dan Adi jangan lupa datang yah."
" Undangan apa Bu ?" kata Melly penasaran.
" Buka aja Mel."
Melly langsung membuka undangan itu dan ia nampak senang karena bos nya akan segera menikah dengan temannya.
" Wah akhirnya Bu Rena nikah juga dengan Nicko, selamat yah Bu."
" Iya iya makasih Mel nanti datang yah dengan Adi."
__ADS_1
" Iya siap siap Bu."
" Ya udd kalau gitu saya keruangan dulu."
Renatta keluar dari ruangan Melly dan ia segera menuju ke ruangannya.
Di dalam ruangan Renatta memeriksa beberapa laporan, setelah selesai memeriksa laporan Renatta menghubungi kedua temannya untuk bertemu di restoran Santi.
Waktu menunjukkan pukul setengah dua belas Renatta keluar dari ruangannya ia pamit kepada Melly bahwa dirinya akan ke bertemu dengan teman temannya.
Renatta masuk ke dalam mobilnya dan bergegas ke restoran Santi.
Beberapa menit kemudian Renatta sudah sampai dan ia masuk ke dalam restoran itu.
Santi menyambut sahabatnya itu lalu membawanya ke ruangan khusus.
" Kalian berdua mau pesen apa ?" tanya Santi.
" Aku mau mie goreng spesial yang waktu itu dan minumnya biasa es teh manis." jawab Renatta.
" Aku juga samain aja San." kata Fitri.
Santi keluar dari ruangan itu dan menyuruh pelayan untuk membuatkan makanan untuk mereka.
" Eh iya ada yang mau aku berikan ke kalian." ucap Renatta sambil mengodok tas nya.
" Nah ini dia." kata Renatta lagi sambil memberikan dua undangan kepada teman temannya.
" Undangan pernikahan kamu akan nikah Ren ?" tanya Santi.
" Iya." jawab Renatta malu.
" Akhirnya teman ku akan nikah juga selamat yah." kata Fitri.
" Iya makasih yah nanti jangan lupa hadir."
" Pasti dong." kata mereka berdua.
" Eh iya Fit aku akan fitting baju di butik kamu yah."
" Wah sungguh sangat senang jika kamu akan memakai produk ku, nanti aku akan buat yang spesial yah." kata Fitri.
__ADS_1
" Iya sama sama."
" Aku juga akan menyumbang beberapa makanan untuk acara pernikahan kamu Ren." kata Santi.
" Makasih yah kalian memang sahabatku yang baik."
Setelah puas berkumpul dengan teman temannya kini Renatta dan Fitri pamit untuk pulang.
Di tengah perjalanan Renatta mampir dulu di toko roti langganannya Renatta memilih beberapa roti itu dan membayarnya.
Tak butuh waktu lama Renatta sudah sampai di rumahnya, Renatta menaruh roti roti itu di meja makan dan ia segera menaiki anak tangga untuk sampai ke kamarnya.
Setelah sampai di kamar Renatta langsung masuk kamar mandi dan merendamkan badannya di bathtub kesayangan.
Kurang lebih setengah jam Renatta merendamkan badan nya, kini Renatta sudah berganti baju.
Hari semakin malam Renatta turun ke bawah untuk makan malam bersama dengan keluarganya.
" Gimana undangan nya udd di bagikan semua Ren ?" kata sang mama.
" Udd ma."
" Alhamdulillah yah neng Renatta akhirnya akan segera menikah."
" Iya Bi aku juga gak nyangka."
" Mang Ujang juga gak nyangka kalau neng akan nikah secepat ini."
" Iya mang doakan saja semoga pernikahan Renatta berjalan dengan lancar dan tidak banyak cobaan."
" Iya Neng mang Ujang pasti akan mendoakan yang terbaik buat neng Renatta dan den Nicko."
Acara makan malam pun selesai kini Renatta dan kedua orang tuanya duduk santai di ruang tv.
" Mama dan papa gak nyangka kamu akan menikah secepat ini sayang, mama dan papa akan mendoakan yang terbaik buat rumah tangga kalian." ucap sang mama sambil menangis.
" Iya ma pa terimakasih, udd dong ma jangan nangis." kata Renatta yang langsung memeluk kedua orang tuanya.
" Ren papa titip pesan yah sama kamu, kamu jangan pernah membantah perintah suami kamu dan apapun yang akan terjadi nanti kamu harus berada di sampingnya, seperti mama kamu yang setia berada di samping papa." kata sang papa.
" Iya pa insya Allah Renatta akan menuruti semuanya."
__ADS_1
Malam ini Renatta di beri saran saran oleh kedua orang tuanya supaya menjadi istri yang Soleh dan taat kepada suami.
Malam semakin larut Renatta kembali ke kamarnya begitu pula dengan kedua orang tuanya, Renatta langsung merebahkan tubuhnya lalu tidur dengan lelapnya.