
Seminggu setelah acara syukuran itu kini perusahaan Renatta semakin meningkat hampir berbagai perusahaan mau bekerja sama dengan nya.
Renatta tidak menolak justru ia menerima kerja sama dari perusahaan lain supaya perusahaan nya makin terkenal.
Orang tuanya tentu bangga siapa sangka anaknya yang masih muda sudah mampu menguasai urusan bisnis itu.
Seperti pagi ini Renatta buru buru berangkat ke kantor karena akan ada pertemuan dengan klien kliennya.
" Pagi ma pa."
" Pagi sayang, kamu langsung berangkat ?" tanya sang mama.
" Iya ma aku langsung berangkat aja."
" Eh bentar mama buatin roti buat kamu."
Mama Renatta menyodorkan tepak yang di dalamnya terdapat roti dengan di tambahkan selalu coklat kesukaan nya.
" Ya udd ma pa Rena berangkat dulu yah."
" Iya hati hati."
Renatta segera keluar dan menyalakan mesin mobilnya.
Mobil merah itu kini sudah keluar dari komplek perumahan dan menyusuri jalanan ibu kota.
Tak butuh waktu lama kini Renatta sudah sampai di kantornya ia segara masuk ke ruangannya untuk menyiapkan beberapa dokumen.
Pintu ruangan Renatta di buka oleh seseorang dan ternyata itu Melly.
" Maaf Bu saya telat." ucapnya
" Iya gak papa Mel masih ada waktu buat kita pergi ke kantor Ad' jaya itu." ucapnya.
Renatta dan Melly langsung berkutat dengan beberapa dokumen di depannya.
" Mel apa kamu udd sarapan ?" tanya Rena.
" Udd Bu tadi."
" Mel aku ke pantry dulu yah buat susu tadi belum sarapan."
" Ah iya Bu."
__ADS_1
Renatta keluar dari ruangan nya sambil membawa tepak yang tadi di beri oleh mamanya, Renatta menaruh tepak itu di meja lalu ia membuat susu.
" Ada yang bisa saya bantu Bu ?" tanya petugas OB itu.
" Gak sudah saya hanya buat susu aja."
" Ouh ya udd kalau gitu saya lanjut kerja lagi Bu."
OB itu pergi meninggalkan Renatta dan Renatta segera duduk lalu menyantap roti itu.
Setelah di rasa lumayan kenyang Renatta kembali lagi ke ruangannya.
" Udd beres Mel ?"
" Bentar lagi bu."
Waktunya menunjukkan pukul sembilan kini Renatta dan Melly segera menuju cafe C untuk bertemu dengan kliennya.
Mereka keluar dari kantor dan langsung memasuki mobil Renatta, tak butuh waktu lama mereka berdua sudah sampai di cafe C.
Renatta dan Melly segera masuk ke dalam cafe itu dan langsung mencari meja yang telah di beritahu oleh kliennya.
" Pagi pa maaf menunggu lama."
Renatta dan Melly segera duduk.
" Perkenalkan saya Adi Jaya yang mempunyai Ad' Jaya."
" Saya Renatta dan ini asisten saya Melly."
Mereka langsung membahas soal kerja sama yang rencananya akan membuat Waterboom di kota A.
Sekitar dua jam mereka membahas kerjasama itu.
" Terimakasih Bu Rena sudah mau bekerja sama dengan perusahaan saya."
" Iya sama sama pak Jaya, semoga semuanya berjalan dengan lancar."
" Aamiin."
" Kalau gitu saya pamit dulu pak permisi."
Renatta dan Melly kembali lagi ke kantornya, setelah sampai di kantor Renatta kedatangan kliennya dari perusahaan B.
__ADS_1
Renatta dan direktur perusahaan itu langsung membahas kerja sama mereka, setelah selesai direktur itu pamit untuk pulang.
Rasanya pikiran Renatta pusing sekali karena hari ini ia sibuk menemui beberapa klien pentingnya.
Saat sedang meregangkan otot ototnya masuk lah Nicko ke ruangannya.
" Ren." ucap Nicko.
" Eh Nick, silahkan duduk." kata Renatta
Renatta berjalan ke arah sofa untuk menghampiri Nicko.
" Nih aku bawain kamu mie ramen dan minumnya es teh kesukaan kamu."
" Wak makasih Nick kamu tau aja kalau hari ini aku pengen yang pedes."
" Ya udd kamu makan dulu."
Renatta langsung memakan makanan yang di bawakan oleh Nicko dan sekali kali menyuapi Nicko.
Setelah makanan habis Renatta dan Nicko berbincang bincang.
" Kamu kayaknya lelah banget." ucap Nicko
Renatta hanya mengangguk lalu menyenderkan kepalanya di bahu Nicko dan Nicko langsung memeluknya.
" Kamu jangan terlalu capek yah aku gak mau kamu lelah."
" Iya makasih perhatian nya Nick."
Renatta membalas pelukan Nicko, mereka memberikan kehangatan satu sama lainnya.
" Ren aku balik dulu ke kantor yah soalnya ada yang harus aku tanda tangani."
" Iya hati hati."
Sebelum keluar ruangan Renatta Nicko mencium kening Renatta.
Setelah Nicko keluar Renatta pun melanjutkan pekerjaan nya lagi.
Hari semakin sore Renatta segera membereskan lembar lembar dokumen lalu bersiap untuk pulang.
Renatta keluar dari ruangannya ia berjalan ke arah parkiran lalu masuk ke dalam mobil kesayangannya.
__ADS_1
Selang beberapa menit Renatta sudah sampai di rumahnya ia segera menaiki anak tangga untuk segera ke kamarnya, sampai di kamar Renatta langsung mandi, dan setelah mandi Renatta merebahkan tubuhnya karena sangat merasa lelah sekali.