Dari Sahabat Jadi Suami

Dari Sahabat Jadi Suami
Bab 59


__ADS_3

Hari berganti hari bulan berganti bulan kini kandungan Renatta sudah menginjak delapan bulan dan bisnis Nicko pun berjalan dengan pesat, namun sayang di balik kemajuan bisnis itu ada seorang rekan bisnisnya yang tidak suka dengan kemajuan perusahaan Nicko.


Suatu hari ada rekan bisnis yang berani untuk mencelakai Nicko tapi tidak berhasil, ia terus saja mencari cara bagaimana membuat Nicko celaka, orang itu adalah Dimas, ya Dimas kakak senior mereka di kampus, Dimas masih mempunyai perasaan kepada Renatta meski ia sudah menikah dengan Diva secara di paksa oleh orang tuanya.


Pagi pagi sekali Nicko sudah terbangun hari ini Nicko akan mengadakan pertemuan dengan para rekan bisnisnya di sebuah restoran di kota C.


" Sayang bangun udd pagi." kata Nicko sambil menggoyangkan tubuh Renatta.


" Hmm." ucap Renatta


" Bangun sayang ini udd pagi, katanya kamu mau senam ibu hamil."


Renatta langsung bangun dari tidurnya ia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badannya, setelah mandi Renatta menyiapkan keperluan sang suami.


" Jadi berangkat mas ?" tanya nya


" Iya jadi nanti jam sembilan."


" Ya udd kita sarapan dulu yah pasti bibi udd masak."


Mereka berdua turun dari kamarnya untuk segera menuju meja makan, di sana udd ada bibi yang sedang menyiapkan sarapan mereka.


" Pagi Bi." sapa Renatta


" Eh pagi neng den, silahkan bibi udd masakin makanan kesukaan den Nicko." ucap sang bibi.


" Wah makasih Bi, ya udd kita sarapan bareng aja bi."


Mereka bertiga langsung saja sarapan bersama, setelah sarapan Nicko kembali ke kamarnya untuk membawa tas.


Jam sudah menunjukkan pukul sembilan Nicko pamit kepada bibi dan Renatta untuk pergi ke kota C.


" Sayang aku pergi dulu yah, bi tolong jagain Renatta yah."


" Iya siap den."


" Hati hati yah di jalannya jangan ngebut." ucap Renatta.


" Kamu jangan nakal yah di perut mama sebentar lagi kita ketemu, papa berangkat dulu yah." ucap Nicko tepat di hadapan perut Renatta dan menciumnya.


" Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam."


Nicko langsung keluar dari rumahnya ia segera masuk ke dalam mobilnya dengan di temani oleh supir pribadinya untuk segera menuju kota C.


Sedangkan di halaman belakang rumah Renatta sedang melakukan senam ibu hamil yang ia lihat dari YouTube.


" Neng ini di minum dulu susunya." kata sang bibi yang datang dengan membawa segelas susu ibu hamil.


" Eh iya Bi, taruh aja di situ ini tanggung sebentar lagi." ucap Renatta.


Sang bibi pun langsung menaruh gelas itu sesuai dengan perintah Renatta.

__ADS_1


Tak lama kemudian Renatta telah selesai senam nya dan ia segera meminum susu.


" Bi nanti siang kita siapin perlengkapan Dede bayi yah."


" Iya neng."


Renatta kembali ke kamarnya untuk mandi kembali karena badannya lengket dengan keringat, setelah mandi Renatta berganti pakaian dengan menggunakan daster lengan bolong, ya sejak kehamilan Renatta selalu menggunakan daster dengan lengan yang bolong.


Hari semakin siang kini Renatta dan bibi sudah berada di ruang khusus bayi dan menyiapkan beberapa pakaian untuk nanti persalinan.


Di kota C Nicko sudah selesai mengadakan pertemuan nya dengan rekan bisnisnya, Nicko dan supir langsung pulang karena sudah tidak ada lagi pekerjaan.


" Pa biar saya saja yah yang nyetir bapak pasti capek." ucap Nicko kepada supirnya.


" Udd gak papa den biar bapak saja."


" Udd bapak istirahat saja."


Mau tidak mau supir itu hanya mengalah, dan mobil yang di kendarai oleh Nicko sudah sampai di perbatasan antara kota C dan kota A namun saat di jalan tiba tiba ada mobil truk besar yang melaju dengan sangat kencang dari arah berlawanan, Nicko langsung membanting stir nya tapi sayang mobil itu menabrak pembatas jalan.


Para warga yang melihat itu langsung segera menolong dan membawanya ke rumah sakit.


Di rumah saat Renatta akan mengambil air tiba tiba gelas yang di pegang pecah.


Prang


" Ada apa neng ?" kata sang bibi sambil berlari


" Gak tau bi kok tiba tiba perasaan aku gak enak."


Sambil menunggu bibi mengambil air Renatta menelpon Nicko.


" Kemana kamu mas apa udd selesai ? kok perasaan aku gak enak, angkat dong mas." ucap Renatta sambil melihat ke arah hpnya.


Tiba tiba hpnya berbunyi dan ada panggilan dari nomor Nicko.


📱 : " Hallo mas gimana udd selesai ?"


📱 :" Maaf Bu ini bukan yang punya hpnya, kami dari pihak rumah sakit ingin memberi tahu bahwa suami ibu mengalami kecelakaan."


📱 : " Apa ? rumah sakit mana sus ?" ucap Renatta sambil menangis


📱: " Rumah XX Bu."


📱: " Baik saya akan ke sana."


panggilan berakhir Renatta segera memanggil sang bibi.


" Bi."


" Bi."


" Iya ada apa neng ? kenapa neng menangis ?"

__ADS_1


Renatta segara memeluk sang bibi air matanya sudah tidak dapat terbendung lagi.


" Mas Nicko bi, mas Nicko kecelakaan, kita ke rumah sakit sekarang."


" Iya neng bibi telpon taksi dulu."


Renatta masuk ke dalam kamarnya untuk membawa tas serta cardigan, tak lama taksi pesanan mereka telah sampai di depan rumah dan mereka segera masuk ke dalam taksi itu.


Di setiap perjalanan Renatta menangis tak henti henti.


" Bi aku takut terjadi apa apa sama mas Nicko."


" Sabar neng bibi yakin den Nicko pasti kuat, apa neng udd beritahu ibu dan nyonya."


Renatta menggelengkan kepalanya.


" Ya udd bibi beritahu dulu yah."


Bibi langsung memberitahu mama dan mertuanya Renatta.


Tak butuh waktu lama mereka telah sampai di rumah sakit, Renatta berjalan ke arah resepsionis untuk menanyakan ruangan suaminya.


" Maaf sus korban kecelakaan yang tadi di mana yah?"


" Mbak yang tadi saya telpon ?"


" Iya betul sus."


" Suami anda di bawa ke ruang IGD dari sini mbak tinggal lurus saja nanti ada tulisan IGD."


" Terimakasih sus."


Renatta dan bibi segera berjalan ke ruangan yang tadi di sebutkan oleh suster, saat mereka tiba dokter keluar dari ruangan itu.


" Dok bagaimana dengan keadaan suami saya ? dan supir nya ?"


" Suami anda mengalami benturan keras di kepalanya dan sekarang suami anda koma sedangan supir suami anda hanya mengalami luka luka ringan."


" Lakukan yang terbaik buat suami saya dok." ucap Renatta kembali


" Kami akan melakukan yang terbaik mohon bantuan doa dari pihak keluarga, kalau gitu saya permisi dulu."


Renatta langsung memeluk sang bibi.


" Bi mas Nicko bi."


" Yang sabar neng kita doa sama sama semoga mas Nicko cepat sadar dan segera sembuh." ucap sang bibi


Tak lama kemudian datanglah mertua Renatta dan kedua orang tuanya, Renatta segera memeluk mama mertuanya.


" Ma." kata Renatta sambil menangis.


" Yang sabar sayang ini adalah ujian kita sama sama berdoa agar suami kamu cepat sadar." ucap mama mertua sambil menguatkan menantunya padahal dari lubuk hatinya ia juga merasa sedih.

__ADS_1


Hari semakin malam Renatta dengan setia menemani sang suami di dalam ruangannya karena sudah di perbolehkan masuk oleh dokter.


__ADS_2