Dari Sahabat Jadi Suami

Dari Sahabat Jadi Suami
Bab 23


__ADS_3

Pagi harinya Renatta dan Santi serta Fitri sudah terbangun, mereka segera mandi secara bergilir setelah mandi mereka membantu mama Renatta dan bibi yang sedang menyiapkan sarapan.


" Pa Ma."


" Pagi Tan."


" Eh kalian udd bangun."


" Lagi buat apa ma ?"


" Ini mama lagi buat nasi goreng seafood untuk sarapan kita nanti."


" Aku bantu ya ma."


" Kita juga bantu."


Akhirnya ke lima wanita itu sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk mereka.


Di kamar tamu Nicko dkk sudah terbangun dan mereka berjalan ke arah ruang tengah rumah Renatta.


" Pagi Om." sapa mereka kepada ayah Renatta


" Eh kalian udd bangun."


" Iya Om."


Mereka mengobrol dengan papa nya Renatta, saat sedang mengobrol mama Renata datang menghampiri mereka.


" Pa ayo kita sarapan dulu, dan kalian ayo gabung kita sarapan bersama."


" Iya Tan."


Papa dan Nicko serta kawan kawan nya berjalan ke arah dapur untuk sarapan, di meja makan sudah tersaji nasi goreng seafood susu dan buah buahan.



" Ayo di makan sarapannya."

__ADS_1


" Iya Tante." kata mereka kompak


" Wah enak banget Tante." kata Putra


" Iya bener enak banget, pantesan waktu di pantai Renatta pintar masak ternyata mamanya juga pintar " kata Yoga


Semua yang ada di meja makan tertawa saat mendengarkan apa yang di ucap oleh Yoga.


Setelah selesai sarapan mereka berjalan ke arah belakang rumah Renatta untuk memberi makan ikan.



" Wah aku baru liat kalau di rumah kamu ada kolam ikan Ren." kata Santi


" Iya sama aku juga."


Mereka asik mengobrol sampai waktu sudah siang hari dan mereka kembali masuk ke dalam rumah.


" Om Tante kami mau pamit pulang takutnya orang tua kami mencari karena kami memberi tahu mereka bahwa kepulangan kami dari pantai kemarin." kata Nicko menjelaskan kepada mama dan papa Renatta


" Iya Tante maaf jika kami sudah merepotkan." kata Yoga


Semua teman Renatta sudah berada di garasi rumah Renatta untuk mengambil kendaraan mereka masing masing.


" Kami pamit yah Tan." kata putra


" Iya nanti kapan kapan ke sini lagi yah."


" Iya Om Tan."


Mereka semua meninggalkan pekarangan rumah Renatta kini hanya ada papa, mama dan juga Renatta karena bibi dan mang Ujang sedang belanja.


" Ren kapan kamu di bagi hasil ujian ?"


" Gak tau pa."


" Kamu mau ngelanjut kuliah di mana ?"

__ADS_1


" Aku mau yang dekat aja deh pa."


" Kamu yakin ?"


" Aku yakin pa."


" Ya udd kamu segera daftar ke kampus yang kamu pilih yah, mama dan papa mau keluar dulu."


" Iya pa hati hati "


Orang tua Renatta pergi karena ada acara teman bisnis papanya.


Di rumah Renatta hanya sendirian ia iseng iseng membuka akun sosial media nya betapa terkejut saat melihat ada foto dirinya dan juga Nicko saat berlibur di pantai, ya foto itu di posting oleh Nicko di akun Instagram nya.


Renatta hanya tersenyum saat mengingat kejadian di pantai, banyak sekali kenangan yang mereka buat.


Setelah membuka akun Instagram nya Renatta mendaftarkan dirinya di kampus yang ia pilih melalui online, setelah mendaftar Renatta berjalan ke ruang tv untuk menonton siaran televisi.


Hari semakin sore bibi dan mang Ujang baru pulang dari belanja.


" Eh Neng sendiri aja ?" kata bibi yang baru masuk


" Iya Bi, bibi bawa apa ? aku bantu yah."


Renatta membawa beberapa kresek belanjaan yang di bawa oleh bibi dan menyimpan serta menata rapih di dalam lemari pendingin.


Setelah membantu bibi Renatta berjalan ke kamarnya untuk segera mandi, Renatta berendam di dalam bathtub aroma lavender menyengat di dalam kamar mandi, selesai mandi Renata berganti baju dan turun kebawah untuk membantu bibi memasak.


Renatta dan bibi sibuk menyiapkan makan untuk nanti malam, saat sedang masak mama dan papa Renatta pulang dan mereka langsung masuk ke dalam kamar untuk membersihkan badannya.


Jam menunjukkan pukul tujuh malam kini keluarga Renatta sedang makan malam bersama, setelah makan malam Renatta serta kedua orang tuanya duduk santai di ruang tv.


" Ma pa tadi Rena udd daftar di kampus pilihan Rena."


" Syukurlah kalau sudah kamu belajar yang rajin yah, mama mau kamu jadi penerus papa dan nanti jika ada waktu kosong papa akan ajak kamu ke kantor."


" Iya pa."

__ADS_1


Obrolan mereka berlangsung hingga larut malam, kini mereka segara menuju kamar masing masing untuk memulai mimpi indahnya.


__ADS_2