Dari Sahabat Jadi Suami

Dari Sahabat Jadi Suami
Bab 50


__ADS_3

Pagi sekali Renatta sudah terbangun dan mandi setelah itu Renatta dan keluarga nya langsung pergi ke hotel tempat berlangsung nya akad.


Karena hari ini adalah hari yang di tunggu tunggu oleh kedua pihak keluarga.


Tak butuh waktu lama keluarga Renatta sudah sampai di hotel dan Renatta masuk ke ruangan untuk di rias oleh MUA ternama.


Perias itu langsung memoleskan bedak dan yang lainnya di wajah Renatta, selesai di make up Renatta di suruh untuk ganti baju.


Setelah di ganti baju rambut Renatta di tata dengan menggunakan sanggul kecil layaknya pengantin adat Sunda pada perempuan.


" Mbak Rena cantik sekali pantas saja mas Nicko memilih mbak Rena." kata si perias itu.


" Iya mbak Rena cantik banget andai kalau aku cowok sudah aku nikahin." kata perias satunya lagi.


" Ngaco kamu, ya jelas mbak Rena milih mas Nicko lah." jawab temannya.


" Kalian ada ada saja, ini juga berkat kalian yang telah memberi make up di wajah aku makasih yah."


" Iya mbak sama sama."


Saat sedang mengobrol datanglah kedua teman Renatta dan langsung duduk di samping Renatta.


" Masya Allah Ren kamu cantik sekali." kata Fitri.


" Iya kamu cantik banget." kata Santi.


" Makasih yah kalian sudah datang."


" Iya sama sama, masa kita gak datang di momen bahagia ini." kata Santi.


Mobil rombongan Nicko telah sampai di hotel itu dan Nicko langsung duduk di depan pak penghulu dan papa Renatta.


" Bismillah dulu Nick jangan tegang." kata sang mama.


" Iya ma."


" Baiklah kita mulai saja semuanya, silahkan mas jabat tangan bapaknya."


Nicko langsung menjabat tangan papa Renatta.


" Bismillah saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak saya Renatta Anggelina binti Budi Setiawan dengan mas kawin seperangkat alat solat serta cincin seberat 50 gram dan uang senilai 50 juta." kata papa Renatta.


" Saya terima nikah dan kawinnya Renatta Anggelina binti Budi Setiawan dengan mas kawin tersebut di bayar tunai." ucap Nicko dengan satu kali napasan.


" Bagaimana para sakti ?" tanya pak penghulu.


" Sah." ucap para saksi.

__ADS_1


" Alhamdulillah." kata mereka semua


Renatta dan teman temannya yang mendengar itu sangat senang, pintu ruangan itu terbuka dan terlihat lah mama Renatta.


" Ren ayo turun Nicko dan yang lain sudah menunggu."


" Iya ma."


Renatta keluar dari kamar itu dengan di tuntun oleh mama dan Santi sedangan Fitri memegang ekor baju Renatta.


Renatta menuruni anak tangga semua orang yang di sana terpaku dengan ke cantikan Renatta.


" Gila cantik banget si Rena." ucap Yoga.


" Iya pantes aja teman kita kelepek-kelepek." ucap Putra.


Nicko tak henti henti memandangi wajah Renatta yang kini sudah sah menjadi istrinya.


Renatta berjalan ke samping Nicko.


" Silahkan mas di pakaikan cincin nya." kata pak penghulu.


Nicko langsung menyematkan cincin pernikahan di jari jari manis Renatta begitupun juga Renatta, setelah memakai kan cincin Renatta menyalami tangan Nicko dan Nicko mencium kening Renatta dengan sangat menghayati.


Acara ijab pun selesai kini tiba saatnya acara salam salaman.


" Iya ma terimakasih atas doa dan saran sarannya, Renatta sayang sekali sama mama dan papa." ucap Renatta sambil menangis juga.


" Iya sayang mama dan papa juga sayang sama kamu."


" Selamat yah sayang sekarang kamu sudah menikah, dan Nicko papa titip Renatta yah jangan sakiti dia dan jangan kasarin dia, papa percayakan semuanya pada kalian dan papa doakan yang baik buat kalian." ucap papa Renatta.


" Terimakasih pa Nicko janji akan menjaga Renatta seperti papa menjaganya juga." ucap Nicko.


" Selamat yah sayang akhirnya kamu jadi menantu mama juga, mama doakan rumah tangga kalian sakinah mawadah warahmah sampai maut memisahkan kalian." kata mama Nicko.


" Iya ma Aamiin." ucap mereka berdua.


" Selamat yah Nick sekarang kamu udd punya tanggung jawab sendiri papa doakan yang terbaik buat kamu." kata papa Nicko


" Iya pa terimakasih." kata mereka berdua.


Satu demi satu tamu undangan memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai itu, kini giliran teman temannya.


" Selamat yah bro semoga rumah tangga kalian sakinah mawadah warahmah doain gue semoga cepet nyusul." kata Putra.


" Makasih bro oke doain semoga cepet nyusul biar nanti anak kita maen bareng." kata Nicko.

__ADS_1


" Selamat yah Ren ini ada hadiah dari aku dan putra semoga kalian suka." kata Santi.


" Makasih yah San."


" Selamat yah bro gue seneng akhirnya Lo udd nikah juga semoga rumah tangga kalian sakinah mawadah warahmah." kata Yoga.


" Aamiin makasih bro." jawab Nicko.


" Selamat yah Ren akhirnya kamu bersanding dengan Nicko doa terbaik yah dari aku, dan ini ada sedikit hadiah dari aku dan Yoga semoga suka." kata Fitri.


" Makasih yah Fit padahal kamu gak usah repot-repot ini juga gaun sudah Alhamdulillah." kata Renatta.


" Kita foto dulu yuk ?" ajak Santi


" Oke."


Mereka semua langsung di foto dengan beberapa pose.


" Kita makan dulu yah lapar banget nih." kata Putra.


" Iya silahkan di nikmati hidangan nya." kata Renatta.


Ke empat temannya itu langsung berjalan menuju ke tempat makan.


Hari semakin siang dan tamu undangan semakin banyak yang hadir Renatta sudah lelah berdiri dari tadi.


" Makasih yah kamu udd mau jadi bagian dari hidup ku." kata Nicko.


" Iya sama sama Nick." kata Renatta.


" Kamu pegel ?"


" Iya nih kakiku pegel."


" Ya udd kita ke kamar aja." ajak Nicko


" Terus tamu bagaimana ?" kata Renatta


" Udd biar sama mama aja."


Akhirnya mereka berdua berjalan untuk segera ke kamar hotel yang telah di siapkan.


" Ma Nicko dan Rena ke kamar dulu yah kasian Renatta kakinya udd lecet dan pegel." ucap Nicko kepada mama dan mertua nya.


" Iya Nick kamu bawa aja nanti tamu biar mama yang urus." kata sang mama.


Renatta dan Nicko masuk ke dalam lift agar segera sampai di kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2