Dari Sahabat Jadi Suami

Dari Sahabat Jadi Suami
Bab 34


__ADS_3

Hari semakin gelap Nicko bersiap siap untuk pergi ke rumah sakit menemani Renatta.


Sebelum berangkat Nicko makan malam terlebih dahulu bersama dengan kedua orangtuanya.


" Loh kamu mau kemana udd rapih gini ?" tanya sang mama


" Aku mau ke rumah sakit ma."


" Siapa yang sakit Nick ?" tanya sang papa


" Renatta pa."


" Kenapa bisa sampai rumah sakit ?" tanya sang mama khawatir, bagaimana pun Renatta sudah di anggap anaknya sendiri oleh mama Nicko.


" Tadi di sekolah Nicko bertengkar dengan kakak senior saat kakak senior mau meninju wajah Nicko datanglah Renatta yang menolong dan akhirnya Renatta yang mendapatkan tinjuan itu."


" Ya ampun kasian banget, ya udd kita makan dulu nanti sehabis itu kita ke rumah sakit bersama " kata sang papa


Mereka bertiga langsung menyantap makanan yang ada di depan mata.


Setelah selesai makan mereka langsung segera menuju rumah sakit.


Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di rumah sakit dan berjalan ke arah ruangan Renatta.


Di dalam ruangan Renatta sedang duduk di ranjangnya sambil memakan makanan yang di bawakan oleh sang mama.


Kret


Pintu terbuka, di balik pintu itu ada Nicko serta kedua orang tuanya lalu mereka langsung masuk.


" Ya ampun gak papa nak ?" kata mama Nicko yang langsung memegang tangan Renatta


" Enggak kok Tan udd mendingan tapi di suruh nginep dulu."


" Syukurlah kalau begitu."


" Bud maaf yah kami baru datang kami juga tau dari Nicko tadi pas makan malam." kata papa Nicko


" Iya gak papa makasih yah udd datang." kata papa Renatta


Kedua Keluarga itu mengobrol ke sana ke mari.


Waktu sudah pukul sepuluh malam kedua orang tua Nicko pamit untuk pulang sedangkan Nicko menemani Renatta di rumah sakit.


" Bud kami pulang dulu yah udd malam." kata papa Nicko


" Iya makasih mas Pratama dan mbak Amel udd datang menjenguk Renatta."


" Iya sama sama mbak Renatta sudah saya anggap sebagai anak saya sendiri."


" Ya udd kalau gitu kami pamit ya dan kamu Nicko jaga Renatta dengan baik mama gak mau anak mama kenapa napa." kata sang mama


" Emang nya anak mama tuh siap Renatta atau Nicko sih ?" tanyanya kesal


" Ya keduanya anak mama."


" Ya udd ayo ma." ajak papa Nicko


" Hati hati yah di jalannya." kata mama dan papa Renatta


Kedua orang tua Nicko sudah pergi meninggalkan rumah sakit.


Kini hanya ada keluarga Renatta serta Nicko saja.


" Tante Om kalau kalian ngantuk istirahat saja biar Renatta aku yang jaga." kata Nicko


" Ren mama dan papa pulang dulu gak papa yah, soalnya besok mama harus nyiapin keperluan papa yang akan berangkat ke Bandung." kata sang mama


" Iya ma gak papa kan ada Nicko."


" Ya udd kalau gitu Om titip Renatta sama kamu yah Nick."


" Iya Om saya janji akan menjaga Renatta."


" Kalau gitu Om sama Tante pulang dulu yah."

__ADS_1


" Iya Om hati hati di jalannya."


" Sayang mama dan papa pulang dulu yah nanti kalau sudah menyiapkan keperluan papa mama akan kesini lagi "


" Iya ma hati hati."


Kedua orang tua Renatta pergi meninggalkan mereka berdua dua.


Di ruangan itu hanya ada dua insan manusia.


" Kamu belum ngantuk Ren ?" tanya Nicko


" Belum mungkin sebentar lagi aku akan tidur." jawabnya


" Ya udd kalau gitu."


" Eh ngomong-ngomong mama aku perhatikan banget yah sama kamu sedangkan aku anaknya di acuhkan." kata Nicko sambil tertawa


" Iya aku juga gak tau Nick." jawab Renatta


Waktu semakin malam Renatta sudah tidak kuat menahan kantuknya.


" Hoam."


" Kamu tidur aja ini udd malam kamu kan harus banyak istirahat biar cepat sembuh."


" Iya."


Renatta langsung memejamkan matanya, Nicko yang melihat itu hanya tersenyum.


" Di saat kamu sedang tidur cantik dan manis juga yah." gunam Nicko pelan


Setelah mengucapkan itu Nicko mencium kening dan tangan Renatta, Nicko pun akhirnya ikut tidur di kursi samping ranjang Renatta sambil memegang tangan Renatta.


Pagi sekali Renatta sudah terbangun tangan susah di gerakkan ternyata tangannya masih di genggam oleh Nicko, Renatta yang melihat ketulusan dan kesetiaan Nicko merasa sangat senang di usap lah kepala Nicko dengan tangan sebelahnya.


" Terimakasih kamu selalu ada buat aku, kamu selalu perhatikan buat aku, aku gak tau kalau gak ada kamu." ucapnya tak terasa air matanya keluar ia sangat haru sekali


Nicko yang merasa kepalanya ada yang memegang ia langsung terbangun dan di lihatnya Renatta yang mengeluarkan air mata.


" Gak papa kok Nick aku hanya terharu."


Nicko langsung duduk dan Renatta pun sama.


" Kamu terharu kenapa ?" tanyanya khawatir


" Makasih yah Nick kamu selalu ada buat aku." Renatta langsung memeluk Nicko dan Nicko membalas pelukan Renatta


" Iya sama sama, kan sudah seharusnya aku ada buat kamu."


Mereka melepaskan pelukan masing masing.


" Udd jangan nangis yah." Nicko mengusap pipi Renatta yang ada bekas air mata


" Aku mau mandi dulu yah."


" Iya."


Nicko segera masuk ke dalam kamar mandi untuk menyegarkan badannya, saat Nicko mandi datang lah mama Renatta dengan membawa sarapan pagi.


" Pagi sayang gimana udd enakan ?"


" Udd ma."


" Syukurlah, eh ngomong-ngomong di mana Nicko ?"


" Dia sedang mandi ma."


Tak selang berapa menit Nicko sudah selesai mandi.


" Pagi Tan ?"


" Pagi juga Nick gimana Renatta gak ngerepotin kamu kan ?"


" Enggak kok Tan."

__ADS_1


" Ya udd kita sarapan dulu yah."


Mereka sarapan bersama Nicko makan sepering berdua dengan Renatta dan menyuapinya, mama Renatta yang melihat itu hanya bisa tersenyum ia benar benar bersyukur anaknya dekat dengan laki laki baik seperti Nicko.


Selesai sarapan mereka mengobrol bersama, saat sedang asik datanglah dokter dan suster untuk memeriksa kondisi Renatta.


" Selamat pagi." kata sang dokter


" Pagi dok." jawab mereka kompak


" Saya periksa dulu yah."


Dokter itu langsung memeriksa kondisi Renatta.


" Semuanya baik nanti siang juga sudah bisa kembali ke rumah."


" Terimakasih dok."


" Kalau begitu saya pamit dulu."


Dokter dan suster itu pergi meninggalkan ruangan Renatta.


Tak lama kemudian datanglah teman temannya.


kret


" Pagi Tan, Ren, Nick." kata mereka


" Pagi juga."


Mereka langsung menghampiri ranjang Renatta.


" Ren maaf yah aku gak tau kalau kamu masuk rumah sakit." kata Santi


" Iya gak papa kok lagian aku udd sembuh."


" Nih aku bawakan brownies coklat buat kamu." kata Santi sambil menyodorkan satu dus brownies


" Wah makasih yah San."


Mereka asik mengobrol.


" Ren mama ke administrasi dulu yah buat ngurus kepulangan kamu."


" Iya ma."


Mama Renatta berjalan ke keluar untuk segera mengurus administrasi kepulangan Renatta.


" Kamu udd bisa pulang ?" tanya Fitri


" Iya udd."


" Syukurlah."


Sedangkan para laki laki mereka mengobrol di luar ruangan Renatta.


" Semalam Lo nginap di sini ?" tanya Putra


" Iya gue Nemani Renatta kasian dia orang tuanya pulang karena Om Budi lagi ada kepentingan."


" Tapi Lo gak apa apain Renatta kan ?" selidik Yoga


"Ya enggak lah kan gue belum sah."


" Syukurlah kalau gitu gue takutnya Lo nyari kesempatan." kata Yoga


" Gue masih waras kali." jawab Nicko


Tepat pukul 12 siang Renatta pulang diantar oleh teman temannya.


Mereka sampai di rumah Renatta dan di sambut oleh Bibi serta mang Ujang.


" Kita makan siang dulu yah tadi mama sengaja nyuruh bibi buat masak banyak."


Akhirnya mereka makan siang bersama.

__ADS_1


__ADS_2