Dari Sahabat Jadi Suami

Dari Sahabat Jadi Suami
Bab 43


__ADS_3

Siang hari Renatta serta mama dan bibinya pergi ke kantor Renatta untuk menyiapkan berbagai hidangan.


Mobil merah itu sudah sampai di halaman kantor Renatta.


" Wah kantornya besar sekali neng." kata bibi yang kagum, maklum bibi baru pertama kalinya menginjakkan kaki di kantor ini.


" Iya Bi ayo kita masuk."


Mereka bertiga masuk ke dalam kantor itu, kantor terasa sangat sepi hanya ada beberapa karyawan yang bekerja.


Mereka sudah sampai di dalam aula kantor.


" Pagi Bu." kata Adi dan Melly.


" Pagi juga kenalin ini mama dan bibi aku."


" Saya Melly nyonya." kata Melly langsung salam kepada mama dan bibi


" Saya Adi."


" Bagaimana semuanya Adi Melly ?"


" Semuanya sudah siap bu."


" Syukurlah kalau begitu, ini tolong simpan di lemari pendingin dan nanti sebelum mulai tolong hidangkan di meja meja itu yah." titah Renatta kepada kedua bawahannya.


" Baik Bu."


Renatta serta mama dan bibinya keluar lagi dari ruangan aula itu dan mereka berkeliling di sekitar kantor itu, setelah di rasa cukup mereka kembali ke rumah tapi sebelum ke rumah mereka mampir dulu ke restoran Santi.


" Ma bi kita makan dulu yah di sini."


Mereka bertiga turun dari mobil dan berjalan ke dalam restoran itu.


" Siang Tante bibi silahkan masuk mari saya antar." Santi mengantar mama Renatta ke dalam ruangan VIP.


" Silahkan duduk Tante."


" Kamu hebat yah San Tante gak nyangka kamu bisa masak."


" Hehe iya Tante terimakasih."

__ADS_1


" San kita pesen ini aja yah, minumnya es teh manis, kalau bibi minumnya mau apa ?"


" Samain aja neng."


" Ya udd kalau gitu ini aja yah San." kata Renatta sambil menunjuk ke arah buku menu itu.


" Iya tunggu sebentar yah."


Santi keluar dari ruangan itu lalu masuk ke dalam pantry untuk membuat makanan yang di inginkan oleh Renatta, tak butuh waktu lama makanan itu sudah siap.


" Silahkan di makan Tante bibi."


" Makasih San."


" Kalau gitu aku permisi dulu." kata Santi


Renatta mama dan bibi langsung menyantap makanan mereka.


" Enak banget." puji mama Renatta


" Iya benar Bu ini enak banget neng Santi ternyata pintar masak."


Selesai makan mereka kembali untuk pulang ke rumahnya.


Renatta segera menaiki anak tangga untuk segera sampai di kamarnya, ia langsung membersihkan diri.


Hari semakin malam kini keluarga Renatta sedang menuju ke kantor Renatta, di sana sudah banyak sekali orang yang hadir.


Semua keluarga Renatta berjalan masuk ke dalam aula kantor tempat dimana acara berlangsung.


Banyak karyawan yang tunduk hormat kepada papa Renatta.


Renatta berjalan ke arah mix lalu ia memberikan sambutan.


" Selamat malam semuanya, Alhamdulillah terimakasih kepada semua yang sudah hadir di sini, saya selaku direktur di perusahaan ini mengucapkan banyak banyak terimakasih kepada kalian semua khususnya para karyawan yang telah bekerja dengan baik dan tak lupa terimakasih kepada kedua orang tua saya yang selalu mendoakan saya sampai saya bisa menjadi seperti ini dan terimakasih juga kepada yang sudah mendukung saya, saya harap kita semua berkerja dengan baik dan tidak ada yang mengecewakan mudah mudahan kantor kita ini menjadi lebih maju lebih jaya lagi dan insya Allah saya akan mendirikan anak cabang lagi di kota tertentu, mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan maaf jika ada kata kata yang kurang enak sekali lagi saya mengucapkan banyak banyak terimakasih dan silahkan di nikmati hidangan yang ada sebagai rasa syukur saya kepada yang di atas." ucap Renatta


Semua orang bertepuk tangan melihat kewibawaan Renatta, Nicko dan kedua orang tuanya merasa sangat kagum kepada Renatta.


Semua orang yang ada di sana langsung mengambil makanan dan mengobrol ngobrol.


" Sayang Tante bangga sama kamu." kata mama Nicko sambil memeluk Renatta.

__ADS_1


" Terimakasih Tante telah hadir di sini."


" Iya sama sama sayang."


" Om juga bangga kepada kamu Ren."


" Terimakasih Om."


Kedua keluarga itu duduk di kursi yang telah di sajikan.


" Kita tak sia sia menjodohkan mereka berdua Bud." kata papa Nicko keceplosan.


" Apa ?" kata Renatta dan Nicko


Papa Nicko merasa bersalah karena telah membocorkan rahasia ini.


" Jadi begini Ren papa dan Om Pratama itu berniat untuk menjodohkan kamu dengan Nicko, kamu ingatkan waktu papa dulu pernah ngomong ke kamu kalau kamu mau dijodohkan ?"


" Iya pa Rena ingat, jadi yang mau di jodohkan dengan Rena itu Nicko ?." ucapnya sambil melirik ke arah Niko


" Iya sayang yang mau di jodohkan oleh papa kamu itu Nicko." Jawab sang mama.


" Maaf Pa Ma Om Tante sebenarnya aku dan Rena bukan sekedar berteman tapi kami juga menjalin hubungan pacaran." ucap Nicko yang merasa gugup.


" Iya kami semua sudah tau dari gerak gerik kalian pasti ada yang di sembunyikan di belakang kami, Om mendukung kamu Nick, tapi Om lebih mendukung jika kamu menikah anak Om."


Nicko dan Renatta sangat senang sekali ternyata hubungannya di dukung oleh kedua orang tua mereka.


" Iya Om secepatnya Nicko akan melamar anak Om." ucap Nicko


" Baiklah Om tunggu kedatangan kamu dan orang tua kamu di rumah Om."


" Tenang saja Bud kami akan segera ke rumah kamu, kami sudah gak sabar menjadikan Renatta menantu kami." kata mama Nicko


Tampak mereka sadari waktu sudah semakin malam dan para tamu undangan sudah membubarkan diri, lalu mereka juga langsung pulang ke rumah nya masing masing, Renatta diantar oleh Nicko menuju rumahnya.


Di sepanjang perjalanan Nicko sekali kali memandang wajah Renatta, lalu Nicko memegang tangan Renatta.


" Ren aku senang banget ternyata orang tua kita mendukung."


" Iya aku juga Nick."

__ADS_1


Nicko mencium tangan Renatta, Renatta merasa sangat senang.


Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di rumah Renatta, Nicko langsung pulang karena sudah malam sedangkan Renatta langsung masuk kedalam kamarnya untuk segera tidur, sebelum tidur Renatta selalu menerapkan kebiasaan nya sebelum tidur seperti silat gigi membasuh muka serta kakinya.


__ADS_2