
2 Minggu kemudian.
Pagi ini Renatta masih tertidur setelah solat ia tidur kembali entah kenapa badannya lelah sekali, Nicko yang melihat itu tidak tega untuk membangunkan ia pergi keluar kamar untuk membuat sarapan.
Selesai sarapan Nicko masuk lagi ke dalam kamarnya dan betapa terkejut saat mendengar suara orang yang sedang muntah di kamar mandi.
" Huek huek huek."
Dengan segara Nicko menghampiri yang istri.
" Kamu kenapa sayang ?"
" Gak tau mas tiba tiba perutku mual sekali."
" Ya udd kamu istirahat dulu aja yah aku ambil minum dulu."
Nicko memapah Renatta kembali ke atas kasurnya lalu memberi kan air hangat.
" Nih minum dulu supaya enakan."
Renatta menerima gelas itu.
" Makasih mas."
" Kamu jangan ke kantor dulu yah istirahat aja di rumah nanti aku telpon Santi dan Fitri buat nemani kamu."
" Tapi mas."
" Udd gak ada tapi tapian, aku takut kamu kenapa napa, kita sarapan dulu yuk aku tadi buat roti dan susu untuk kamu."
Mereka berdua keluar dari kamar dan berjalan menuju meja makan Renatta langsung memakan roti yang sudah di oleskan selai saat sedang menikmati roti itu tiba tiba perutnya terasa mual dan Renatta berjalan ke kamar mandi.
" Huek huek huek."
Nicko yang melihat itu langsung menghampiri istrinya.
" Kamu kenapa lagi ?"
" Gak tau mas perutku mual."
" Ya udd kita ke rumah sakit aja yah."
Nicko segera membawa Renatta ke dalam mobilnya untuk di periksa.
Mobil sport hitam itu sudah menembus jalanan ibu kota di pagi hari, tak lama kemudian mereka telah sampai di rumah sakit Nicko dan Renatta mengantri di depan ruangan dokter.
Kini giliran Renatta yang di panggil.
" Nyonya Renatta." ucap sang suster.
" Saya sus."
" Silahkan masuk dokter telah menunggu."
Renatta dan Nicko masuk ke dalam ruangan itu.
__ADS_1
" Apa ada yang sakit Bu ?" tanya dokter itu.
" Begitu dok dari pagi istri saya mual mual saja." jelas Nicko.
" Kapan ibu terakhir datang bulan ?"
" Sekitar satu bulan yang lalu dan bulan sekarang belum dok." jawab Renatta
" Ya udd mari Bu ikut saya kita periksa dahulu."
Renatta langsung berbaring di atas ranjang.
" Selamat yah pa buk kalian sedang hamil dan usia nya baru 2 Minggu, mohon di jaga yah kandungan nya, untuk informasi lebih jelas saya akan membawa bapak dan ibu ke dokter kandungan."
Renatta dan Nicko serta dokter itu berjalan ke ruang dokter kandungan.
" Silahkan Bu pak masuk dokter nya sudah menunggu." kata dokter tadi
" Terimakasih dok."
Renatta dan Nicko masuk ke ruangan dokter kandungan itu.
" Mari Bu langsung saya periksa saja yah." kata dokter kandungan.
Renatta langsung berbaring di atas ranjang dokter itu mengoleskan gel di perut Renatta.
" Bisa di lihat pak Bu itu adalah janin kalian yang masih seperti biji kacang, usianya baru dua Minggu."
Renatta turun dari ranjang itu dan di berikan beberapa arahan dari dokter.
" Mohon di jaga kandungannya dan pola makannya ya Bu, jangan terlalu kecapean dan banyak pikiran karena itu bisa membuat kandungan keguguran."
Dokter itu memberikan vitamin kepada Renatta.
" Terimakasih dok, kalau begitu kami permisi dulu." kata Nicko
" Sama sama, tolong di jaga yah nanti untuk jadwal check up nya sebulan sekali yah."
Renatta dan Nicko segara keluar dari ruangan itu dan berjalan ke arah parkiran, di sepanjang perjalanan Nicko memegang tangan sang istri dengan sangat kuat, tiba di dalam mobil Nicko menghadai Renatta dengan ciuman yang bertubi tubi.
" Selamat yah sayang akhirnya kita akan punya bayi."
" Iya mas Alhamdulillah, aku senang banget."
" Aku juga senang banget makasih yah."
" Mas kita belum kasih tau mama dan papa."
" Iya nanti kita kasih tau sekarang kita pulang dulu yah."
Mobil itu keluar dari pekarangan rumah sakit sebelum sampai ke rumah Renatta minta kepada suaminya untuk berhenti di supermarket terlebih dahulu.
" Mas kita ke supermarket dulu yah buat beli susu ibu hamil."
" Iya sayang."
__ADS_1
Tiba di supermarket Renatta langsung memilih beberapa rasa susu ibu hamil dan cemilan lainnya, setelah di rasa cukup Renatta dan Nicko langsung masuk ke dalam mobilnya.
Tak berapa lama mereka telah sampai di rumahnya Nicko segera menghubungi orang tuanya serta sang mertua.
Renatta sedang berada di dapur membuat susu untuk dirinya dan sang buah hati, setalah membuat susu Renatta berjalan ke ruang tv dan duduk di samping suaminya.
" Sayang."
" Iya mas ?"
" Nanti mama dan papa akan ke sini."
" Yang bener mas ?"
" Iya sayang."
" Kamu gak ngantor ?"
" Enggak aku lagi pengen jagain kamu."
Mereka berdua asik menonton siaran televisi tiba tiba mamanya Nicko dengan di antar supir karena sang papa lagi sibuk jadi tidak bisa ikut, pintu utama di ketuk Nicko bangkit dari duduknya.
" Assalamualaikum." kata sang mama
" Waalaikumsalam ma, ayo masuk."
Nicko dan mama nya berjalan ke arah ruang tv.
" Mama." kata Renatta yang langsung memeluk sang mertua.
" Mama senang akhirnya mama akan punya cucu."
" Iya ma, ayo duduk dulu."
" Ren mama bawakan ini untuk kamu." kata sang mertua dengan memberikan beberapa makanan
" Banyak sekali ma, padahal mama gak usah repot-repot."
" Enggak repot kok ini juga buat cucu mama." katanya sambil mengelus perut Renatta.
" Sayang kita sewa pembantu aja yah kan sekarang kamu lagi hamil kata dokter kamu jangan terlalu cape." ucap Nicko
" Benar apa kata suami kamu Ren mama setuju kamu jangan terlalu cape, nanti mama cari kan yah."
" Iya ma makasih."
Hari semakin malam mama mertua sudah pulang ke rumahnya dengan di jemput kembali oleh supirnya, kini Renatta dan Nicko sudah berada di kamarnya.
" Selamat malam istriku terimakasih telah bersedia menampung benihku di rahim mu "
" Iya mas sama sama." kata Renatta yang langsung memeluk suaminya.
" Ya udd kita tidur yah."
" Iya mas."
__ADS_1
Mereka tidur dengan saling berpelukan.
# Maaf jika kurang menarik 🙏