
Siang harinya Renatta dkk pergi ke mall sedangkan Nicko dkk berlatih basket karena perlombaan semakin dekat.
" Eh ayo kita ke mall." kata Santi
" Ya udd ayo."
Mereka bertiga pun langsung menuju parkiran mobil.
" Wah ini mobil kamu Ren ?" tanya Fitri
" Iya ini mobil aku, ya udd kita masuk yuk."
Mobil kuning itu sudah berjalan di bawah sinar matahari yah sangat cerah.
Mereka sampai di mall dan langsung melihat lihat.
" Eh kita beli baju couple yu bertiga." kata Santi
" Boleh tuh."
Mereka pun langsung memilih milih baju yang menurutnya cocok.
" Yang ini aja bagus katanya " kata Renatta sambil menunjuk ke arah baju yang tergantung.
" Iya bagus, kita coba yu."
Mereka bertiga mencoba baju yang tadi di pilih Renatta.
" Ih ini lucu banget." kata Fitri
" Iya ini lucu banget."
" Ya udd kita bayar dulu yuk."
Mereka membayar baju yang tadi di coba setelah memilih baju mereka langsung menuju food court untuk memesan makanan.
" Eh nanti bajunya kita pakai pas ada pertandingan basket yuk." Ajak Santi
" Emang gak papa pake baju bebas San ?" tanya Renatta
" Gak papa kok asal yang sopan aja." kata Fitri
" Ouh ya udd nanti kita pakai yah."
Hari semakin sore kini ketiga nya sudah bersiap siap untuk pulang.
" Pulang yuk udd sore aku antar biar tau rumah kalian." kata Renatta
" Ayo." kata kedua temannya
Mobil kuning itu telah keluar dari pusat mall, tak berapa lama mobil itu sudah sampai di depan rumah Santi.
" Makasih yah Ren udd anterin aku."
" Iya sama sama San."
Mobil itu berjalan lagi untuk mengantarkan Fitri, sampailah di rumah Fitri.
" Makasih yah Ren."
" Iya sama sama, aku pulang dulu yah."
" Iyah hati hati di jalan."
Kini mobil Renatta langsung menuju rumahnya.
" Assalamualaikum ma."
" Waalaikumsalam baru pulang Ren ?"
__ADS_1
" Iya ma tadi habis dari mall dulu."
" Ya udd sana mandi dulu "
" Iya ma."
Renatta langsung masuk ke dalam kamarnya, ia merebahkan sebentar badannya karena terasa pegal tiba tiba hp nya berbunyi.
Ting..
Pesan masuk dari Nicko.
π±: Hai gimana tadi jalan jalannya ?"
π±: Menyenangkan Nick, kalau kamu tadi gimana latihan nya lancar ?"
π±: Ya lumayan lah doakan ya supaya menang
π±: Iya Aamiin semangat terus.
π±: Makasih yah Ren
π±: Iya sama sama Nick, kalau gitu aku mandi dulu yah gerah nih
π±: Iya aku juga mau kok, bye
Chat mereka berhenti karena keduanya sama sama mau mandi, setelah mandi Renatta keluar kamarnya untuk membantu bibi dan mama nya di dapur.
" Wah kelihatannya masak enak nih, Rena bantu ya ma."
" Iya sayang."
Renatta bibi serta mamanya sibuk di dapur untuk menyiapkan makan malam.
Hari semakin malam kini keluarga Renatta makan bersama dan bibi serta mang Ujang ikut karena keluarga Renatta tidak pernah membeda-bedakan.
Selesai makan malam Renatta kembali ke kamarnya dan duduk di balkon kamarnya.
ia sedang melihat keindahan bintang di malam hari.
" Hoam."
" Ngantuk banget tidur ah." gumamnya
Renatta langsung mematikan lampu kamarnya dan di gantikan dengan lampu tidur.
Pagi ini Renatta dandan dengan cantik karena hari ini akan diakan pertandingan basket, Renatta memakai baju yang kemarin ia beli di mall dan memoleskan sedikit liptint di bibirnya, rambutnya yang di kucir kuda itu menambah kesan cantik.
Renatta turun dari kamarnya dan langsung sarapan bareng mama dan papanya.
" Pagi ma..pa."
" Pagi sayang, mau kemana kamu kok rapih banget bukannya sekolah." kata mama Renatta
" Iya ma ini juga mau ke sekolah, hari ini sekolah mengadakan pertandingan jadi semua murid bebas memakai pakaian apa saja yang penting sopan."
" Ouh gitu, ya udd kamu makan dulu."
Renatta langsung makan dengan lahapnya setelah makan Renatta pamit untuk pergi ke sekolahnya.
" Ma Pa Rena pergi dulu yah."
" Iya hati hati."
Renatta langsung berjalan menuju pintu utama.
" Pa anak kita kaya nya udd dewasa lihat saja tadi dandan nya." kata mama Renatta
" Iya ma biarkan saja Renatta mengenal masa mudanya."
" Iya pa."
__ADS_1
Saat Renatta membuka pintu di lihatnya Nicko yang sudah menunggu.
" Nicko ?"
" Eh Ren udd siap ?"
" Kamu ngapain di sini ?"
" Aku sengaja jemput kamu biar bareng ke sekolahnya."
" Ouh gitu ya udd yuk."
" Mama papa kamu ada ?"
" Ada di dalam memangnya kenapa ?"
" Enggak cuman nanya mau minta ijin aja."
Mama dan papa Renatta keluar karena mendengar suara mesin mobil berhenti di halaman rumahnya.
" Eh Nak Nicko." kata mama Renatta
" Pagi Tante Om " Nicko langsung salam kepada mama dan papa Nicko
" Om Tante aku mau ijin berangkat bareng sama Renatta." kata Nicko sedikit gugup
" Iya silahkan saja." kata papa Renatta
" Ya udd yuk Nick berangkat."
" Om Tante kita berangkat dulu yah, assalamualaikum."
" Waalaikumsalam hati hati."
Mobil hitam sport milik Nicko sudah keluar dari pekarangan rumah Renatta dan mereka berbincang-bincang sepanjang perjalanan menuju sekolah.
" Ren kamu cantik banget hari ini ."
" Biasa aja kok Nick."
" Tapi menurut aku kamu cantik banget."
" Makasih Nick." βΊοΈ
Sedangkan di rumah Renatta papa dan mamanya hanya senyum saat melihat Renatta masuk ke dalam mobil Nicko.
" Ma itu anak teman papa yang mau papa jodohkan ke Renatta."
" Yang bener pa ?"
" Iya ma, Nicko itu anaknya Pratama teman bisnis papa, papa dan prtama sepakat untuk menjodohkan merek berdua tapi di lihat lihat mereka sudah akrab sangat dekat."
" Iya pa kayanya Renatta dan Nicko sudah mempunyai hubungan di belakang kita."
" Iya Ma biarlah semuanya mengalir seperti air, ya udd papa berangkat yah assalamualaikum."
" Waalaikumsalam hati hati pa."
Kini Renatta dan Nicko sudah sampai di sekolah hari ini sangat ramai sekali. Renatta dan Nicko berjalan ke kelasnya, saat sedang berjalan datanglah Sisi dkk.
" Pagi Nick nih aku bawakan roti dan susu buat kamu biar nanti kamu maennya semangat." katanya sambil melirik sinis Renatta
" Makasih Si tapi gue udd sarapan tadi."
" Ya gak papa siapa tau buat nanti siang lapar lagi, kalau gitu aku pergi dulu yah sampai ketemu nanti siang."
Sisi pergi dari hadapan Renatta dan Nicko tetapi sebelum pergi Sisi membisikan sesuatu kepada Renatta.
" Awas yah kalau Lo berani buat ngerayu Nicko gue bakal Lo pelajaran." katanya tepat di telinga Renatta
" Ren yuk kita lanjut ke kelas."
__ADS_1
" Em iya "
Nicko dan Renatta melanjutkan perjalanan mereka yang tadi terhalang oleh Sisi.