
Satu bulan berlalu kini Renatta dan teman temannya sudah selesai menyelesaikan magangnya dan mereka kembali ke rutinitas seperti biasanya.
Renatta sudah siap untuk pergi ke kampusnya.
" Pagi Pa Ma."
" Pagi sayang, ayo sarapan dulu."
Renatta sarapan bersama kedua orang tuanya.
Selesai sarapan Renatta pamit untuk pergi ke kampus.
" Ma Pa Rena berangkat dulu ya."
" Iya hati hati."
Renatta segera mengeluarkan mobil kesayangannya dan pergi meninggalkan pekarangan rumahnya.
Tak butuh waktu lama Renatta sudah sampai di kampusnya.
" Hai Ren." sapa kedua temannya
" Hai juga Santi Fitri."
" Kita masuk yuk."
Mereka bertiga langsung masuk ke dalam ruangan kelasnya dan tak berapa lama dosen masuk.
" Pagi semua." kata dosen nya
" Pagi pak."
" Bapak minta laporan hasil magang kalian di kumpulkan Minggu depan dan bapak tidak menerima keterlambatan, kalian mengerti ?"
" Mengerti pak."
Jam menunjukkan pukul 12 siang mata kuliah Renatta sudah selesai dan mereka segera ke cafe favorit untuk nongkrong dan mengerjakan laporan magang mereka.
" Eh kalian di sini ?" tanya Yoga
" Iya kan jam kuliah udd selesai." Jawab Santi
Nicko dkk langsung gabung dengan Renatta dkk.
__ADS_1
" Ngerjain apa fokus amat ?" tanya Nicko
Ya walaupun mereka satu jurusan tetapi mereka beda kelas.
" Ini lagi ngerjain laporan hasil magang, kamu udd ?" tanya Renatta kepada Nicko
" Tinggal bab akhir."
Mereka larut dalam obrolan dan sesekali mengerjakan tugas.
Tiba tiba handphone Nicko berbunyi mamanya menelpon menyuruh Nicko pulang karena ada kepentingan keluarga mendadak.
" Eh gue duluan yah tadi nyokap nelpon katanya Aya keperluan."
" Iya hati hati bro." kata Putra
Nicko segera meninggalkan cafe itu dan hanya tersisa Renatta, Sandi, Fitri, Yoga dan juga putra.
Tapi tak lama kemudian mereka juga pulang ke rumahnya.
Saat di tengah perjalanan mobil Renatta tak sengaja menyenggol motor yang ada di samping jalan dan Renatta segera keluar.
" Maaf maaf aku gak sengaja." kata Renatta
" Kak Dimas ?" kaget Renatta
" Maaf kak sekali lagi aku gak sengaja." ucap Renatta lagi
" Iya gak papa lagian tadi aku parkirannya terlalu nengah, kamu baru pulang ?"
" Iya kak tadi habis ngerjain laporan magang dulu."
" Kita bicara di sana biar enak." kata Dimas sambil menunjuk bangku yang ada di pinggir jalan itu.
Renatta dan Dimas pun berjalan ke arah bangku itu.
" Gimana magangnya selama sebulan ini ?"
" Lancar kak, Kakak sendiri bagaimana dengan skripsi nya ?"
" Syukurlah kalau lancar, aku juga lancar tinggal bab tengah."
" Em semangat yah kak, gimana rasanya udd mau lulus ?"
__ADS_1
" Ya senang sih supaya cepet dapat pekerjaan dan uang sendiri."
" Em."
Mereka mengobrol cukup lama dan tak terasa jam sudah menunjukkan pukul tiga sore.
" Kak udd sore aku pulang dulu yah."
" Iya Ren hati hati."
Renatta pergi meninggalkan Dimas yang masih duduk di bangku itu.
Sebenarnya Dimas sudah jatuh cinta pada pandangan pertama tetapi ia bingung di satu sisi ia menyukai Renatta dan sisi lain ayahnya sudah menjodohkan dengan Diva.
Akhirnya Dimas pergi meninggalkan tempat itu dan segera menuju ke rumahnya.
Renatta sudah sampai di rumahnya dan segera masuk.
" Eh sayang udd pulang."
" Iya ma tadi habis ngerjain dulu laporan magang."
" Ya udd kamu mandi dulu sana mama udd buat sup buah untuk kamu."
" Wah makasih ya ma, ya udd Rena mandi dulu."
Renatta langsung berjalan ke dalam kamarnya dan segera melakukan ritual mandinya, hampir 35 menit Renatta selesai dengan ritualnya dan langsung turun untuk menghampiri mamanya.
" Nih sayang coba dulu." kata mama Renatta sambil menyodorkan mangkuk es buah
" Enak banget ma manisnya pas." Jawab Renatta.
Renatta dan mamanya asik mengobrol sambil menonton siaran televisi.
terdengar suara mesin mobil dari arah garasi rumahnya papa Renatta datang dengan membawa satu bungkus martabak.
" Hai lagi apa nih kayanya seru."
" Eh papa ini tadi mama buat sup buah papa coba deh enak." Jawab Renatta
" Iya nanti papa mandi dulu yah."
Papa Renatta pergi ke kamarnya dan langsung mandi, setelah mandi papa Renatta bergabung di ruang tv.
__ADS_1
Mereka asik menikmati sup buah dan kebersamaan yang mereka ciptakan.