Dari Sahabat Jadi Suami

Dari Sahabat Jadi Suami
Bab 47


__ADS_3

Pagi sekali Renatta sudah terbangun dan ia bersiap siap untuk pergi ke kantornya, Renatta berdandan di kamarnya dengan memoleskan sedikit make up tipis di wajahnya.


Renatta turun ke bawah untuk melakukan sarapan bersama dengan keluarganya.selesai sarapan Renatta pamit untuk ke kantor.


Mobil merah itu sudah merah itu sudah keluar dari pekarangan rumahnya dan menembus jalanan ibu kota di pagi hari, jalanan sangat ramai karena ini adalah hari Senin banyak orang yang mulai melakukan aktifitas kerja maupun sekolah.


Beberapa menit kemudian mobil Renatta sudah sampai di kantor nya, ia segera masuk keruangan lalu memeriksa beberapa laporan laporan.


Tuk tuk tuk


Pintu ruangan Renatta di ketuk dan masuklah sekretaris nya.


" Maaf Bu ini laporan keuangan Minggu lalu."


" Ouh iya makasih sis."


" Iya Bu"


Siska keluar dari ruangan bos nya, Renatta langsung melihat laporan itu dan benar saja ternyata perusahaan nya semakin meningkat 50% Renatta sangat bersyukur sekali.


Tiba tiba Melly masuk ke dalam ruangan Renata.


" Maaf Bu menganggu saya hanya ingin memberi tahu bahwa sebentar lagi akan ada direktur tadi perusahaan Tee' Company yang akan berkerja sama dengan kita."


" Baiklah lah."


Beberapa saat kemudian pintu ruangan itu terbuka dan nampak lah Yoga.


" Yoga ?" ucap Renatta.


" Lo Ren."


" Iya ini aku silahkan duduk Ga."


Yoga segera duduk di sofa yang ada di dalam ruangan itu.


" Gue gak tau kalau Lo direktur di perusahaan ini." kata Yoga.


" Sama aku juga gak tau bakal kerja sama dengan perusahaan kamu."


Mereka langsung saja membahas tentang kerjasama mereka.


" Makasih yah Ga semoga rencana kita berjalan dengan lancar."


" Iya Ren kalau gitu gue pamit dulu."


" Iya hati hati."


Yoga keluar dari ruangan Renatta, jam menunjukkan pukul 12 siang itu tandanya semua karyawan istirahat sedangkan Renatta masih sibuk dengan laporan laporan.


Pintu ruangan itu terbuka lagi dan kali ini yang datang adalah Nicko dengan membawakan makan siang untuk Renatta.


" Serius banget Bu." goda Nicko.


" Eh Nick maaf maaf ini tanggung sedikit lagi."


" Iya bereskan dulu lalu habis itu kita makan yah."


Renatta segera membereskan laporan itu dan setelah itu Renatta menghampiri Nicko untuk makan siang bersama.

__ADS_1


" Kamu tuh jangan sibuk kerja mulu pikirin dong perut kamu juga." omel Nicko.


" Iya iya tadi aku tanggung soalnya sedikit lagi."


" Ya udd kita makan dulu."


Mereka makan bersama dan sekali kali Nicko menyuapi Renatta, selesai makan mereka berbincang-bincang sebentar sebelum Nicko kembali ke kantornya.


" Ren nanti malam aku dan kedua orang tua ku akan ke rumah kamu."


" Ah yang benar, ada acara apa ?"


" Gak ada pengen Aya silaturahmi kan mama dan papa aku jarang ketemu orang tua kamu."


" Ouh iya nanti aku bilangin ke mama."


" Ya udd kalau gitu aku pulang dulu yah."


" Iya hati hati di jalannya."


Nicko keluar dari perusahaan Renatta dan Renatta melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai, tak terasa kini waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore Renatta segera membereskan laporan yang ada di atas mejanya dan mematikan komputer.


Renatta pamit untuk pulang terlebih dahulu kepada Melly.


" Mel saya pulang duluan yah nanti kalau kamu udd selesai tolong kunci semua."


" Baik Bu."


Renatta berjalan keluar kantor menuju parkiran ia masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan kantornya.


Sebelum sampai di rumahnya Renatta mampir terlebih dahulu ke supermarket untuk membeli beberapa bahan masakan.


Selang beberapa menit Renatta sudah sampai di rumahnya ia berjalan ke dapur menaruh belanjaan tadi, setelah menaruh belanjaan Renatta berjalan ke kamarnya untuk berganti pakaian.


Setelah berganti pakaian Renatta kembali lagi ke dapur.


" Ren kamu mau buat apa kok belanja banyak kaya gini ?" tanya sang mama.


" Rena lupa beri tahu mama, nanti malam akan ada Nicko dan kedua orang tua nya mau ke sini jadi Rena sengaja memasak agak banyak."


" Ya udd mama bantu yah."


Ketiga wanita itu langsung saja berkutat dengan bahan bahan, hampir satu jam setengah masakan pun jadi.


Renatta pamit ke kamarnya untuk mandi, setelah mandi Renatta memilih pakaian yang cocok di gunakan untuk nanti malam.


Tak terasa hari sudah malam dan menunjukkan pukul 7, suara deru mesin terdengar dari halaman rumah Renatta.


Tuk tuk tuk


Pintu rumah Renatta di ketuk dan segera sang bibi membukakan.


" Eh den Nicko silahkan masuk." kata sang bibi.


Nicko beserta kedua orang tuanya masuk ke dalam rumah Renatta dan di sambut hangat oleh kedua orang tua Renatta.


" Silahkan duduk Prat."


" Makasih Bud."

__ADS_1


" Renatta nya mana jeng." kata mama Nicko.


" Mungkin Renatta lagi siap siap."


Tak lama Renatta turun dari tangga ia memakai dress selutut dengan tangan panjang di tambah rambut yang di biarkan di gerai, semua yang melihat Renatta sangat takjub.


" Ya ampun Ren kamu cantik banget." kata mama Nicko.


" Makasih Tante." jawab Renatta.


" Ya udd sini Ren duduk."


Renatta lalu duduk di samping sang mama, mata Nicko tak henti henti melirik Renatta.


" Jadi begini Bud kedatangan kami keluarga ke sini ingin melamar Renatta buat Nicko anak kami." kata papa Nicko.


" Saya terima niat baik kalian dan saya tidak ada hak untuk menjawab biarkan anak saya saja yang menjawabnya." kata papa Renatta.


" Ren kedatangan aku ke sini bersama dengan kedua orang tua ku ingin melamar kamu dan aku akan menjadikan kamu sebagai istri sekaligus ibu dari anak anakku, apa kamu bersedia menjalani masa depan dengan ku ?" kata Nicko dengan suara yang lantang.


Renatta serta mamanya merasa terharu dengan keberanian Nicko yang mereka tunggu tunggu.


" Bismillah aku bersedia Nick." ucap Renatta.


" Alhamdulillah." kata mereka semua.


Lalu Nicko memakai kan cincin di jari manis Renatta sebagai tanda bahwa mereka sudah jadian.


" Dan untuk acara nikahnya kapan ?" tanya mama Renatta.


" Insya Allah 2 Minggu setelah acara lamaran Tan." jawab Nicko.


" Baiklah Om mendukung dan om serta Tante akan mengurus semuanya." kata papa Renatta.


" Terimakasih Om." jawab Nicko.


" Akhirnya mama akan mempunyai menantu." kata mama Nicko.


" Iya Tan." Jawab Renatta.


" Jangan panggil Tante dong panggil mama biar sama kayak Nicko."


" Iya Tan..eh ma."


" Nah gitu dong."


" Ya udd prat kita makan dulu pasti kalian belum makan malam kebetulan tadi Renatta masak khusus buat kalian." kata papa Renatta.


Mereka semua langsung menuju meja makan dan benar saja sudah tersaji berbagai makanan di atas meja sana.


" Em enak banget." kata papa Nicko.


" Iya bener enak banget, mama jadi gak sabar buat kamu nikah sama Nicko."


" Iya ma, habiskan yah."


Setelah makan malam mereka mengobrol di ruang tamu, tak terasa hari semakin malam dan keluarga Nicko pun pamit untuk pulang.


Malam itu adalah momen yang indah selama hidup Renatta begitu pun dengan Nicko.

__ADS_1


__ADS_2