
Matahari sudah mulai menampakkan sinarnya gadis cantik itu masih saja terlelap di atas kasur miliknya.
Hari ini adalah hari Minggu jadi Renatta berniat untuk bangun agak siang karena tidak ada kegiatan.
Jam terus berputar Renatta segera bangun dari ranjangnya lalu membersihkan ruangan kamarnya setelah itu ia segera mandi, selesai mandi Renatta turun ke bawah untuk sarapan, orang tuanya sudah sarapan terlebih dahulu sedangkan Renatta sarapan seorang diri.
" Pagi Bi, mama dan papa kemana ya ?"
" Pagi juga neng, tadi ibu sama bapak lagi keluar katanya teman bapak mengadakan syukuran."
" Ouh gitu yah Bi."
" Iya Neng, mau sarapan sama apa biar bibi buatkan."
" Gak usah bi aku makan yang ada aja."
Renatta langsung sarapan sendiri, setelah sarapan Renatta membantu bibi untuk membersihkan rumah.
" Bi aku bantu yah."
Renatta segera mengambil sapu ia menyapu di ruangan depan sedangkan sang bibi di area dapur.
Setelah di rasa bersih Renatta berjalan ke arah belakang rumahnya untuk memberi makan ikan.
Sesudah memberi makan ikan Renatta berjalan ke halaman depan untuk melihat bunga bunga yang ada di sana.
" Eh Neng mau kemana ?" kata mang Ujang
" Gak kemana mana kok mang ini mau liat bunga bunga aja."
Renatta menyiram semua bunga dan memberinya pupuk supaya bunganya mekar dengan indah.
" Kamu layu sayang sekali." katanya kepada bunga anggrek itu
" Mang Mang." panggil Renatta kepada mang Ujang
" Iya Neng ada apa ?"
" Mang tolong cabut bunga ini, dia udd layu."
Mang Ujang segera mencabut bunga anggrek itu sesuai dengan perintah Renatta.
Hari semakin siang Renatta masih asik di taman bunganya.
Ia duduk di bawah pohon mangga yang ada di rumah nya.
" Kalau rapih gini kan cantik." katanya
Saat sedang memandangi tanaman bunganya tiba tiba datang Nicko dengan membawa satu kantong plastik.
Nicko segera menghampiri Renatta.
" Pagi pagi udd keringan gini." kata Nicko sambil mengelap keringat Renatta dengan tissue
" Iya tadi habis ngurus bunga bunga itu, maaf yah kalau bau keringat."
" Iya gak papa, ini aku bawakan minuman segar buat kamu."
__ADS_1
" Ah makasih yah." Renatta membuka kresek itu tetapi di cegah oleh Nicko
" Eh tunggu kamu cuci tangan dulu sana pakai sabun yang bersih."
" Iya lupa." kata Renatta sambil menyengir π
Nicko yang melihat itu hanya geleng geleng ia gemes kepada kekasihnya itu.
Tak lama Renatta kembali lagi.
" Udd ?" tanya Nicko
" Udd kok."
Nicko membukakan cemilan dan minuman untuk Renatta, mereka berdua menikmati pagi hari yang cerah serta harum aroma bunga.
Bibi dan mang Ujang yang melihat itu hanya tersenyum. baru kali ini Renatta dekat dengan seorang laki laki dan itu sangat serasi sekali.
Jam sudah mau memasuki makan siang Renatta mengajak Nicko untuk makan siang di rumahnya.
" Nick kita ke dalam yuk bentar lagi makan siang aku akan bantu bibi masak nanti kita makan bareng."
Mau tak mau Nicko ikut masuk ke dalam rumah Renatta.
Di dapur bibi sedang memasak Renatta segera membantu, tak butuh waktu lama masakan pun telah jadi dan siap di hidangkan di meja makan.
" Ayo Nick di makan."
" Iya Ren."
Bibi serta mang Ujang ikut makan siang bersama, mereka menikmati masakan Renatta yang di bantu oleh bibi.
" Neng Renatta yang masak."
" Wah ini masakan kamu Ren enak banget."
" Makasih Nick."
" Den Nicko jika suatu saat berjodoh dengan neng Renatta den Nicko bisa bisa jadi gemuk karena masakan neng Renatta memang enak." kata mang Ujang
" Mang Ujang bisa aja." kata Renatta yang wajahnya sudah memerah menahan malu
Nicko yang melihat itu hanya bisa tersenyum ia bersyukur miliki kekasih yang serba bisa meskipun Renatta orang berada.
Setelah makan mereka menonton film komedi .
Gelak tawa terdengar di semua penjuru rumah, mereka berempat begitu menikmati film tersebut.
" Filmnya rame perut ku sakit ketawa terus." kata Nicko
" Iya bibi juga sampai nangis gini." kata bibi
mang Ujang pun sama, mereka semua ngos ngosan karena kecapean ketawa.
Hari sudah sore Nicko pamit untuk pulang.
" Ren aku pulang yah, makasih loh untuk hari ini."
__ADS_1
" Iya sama sama jangan kapok yah."βΊοΈ
" Bi mang aku pamit dulu."
" Iya hati hati di jalannya yah nanti ke sini lagi." kata Bibi
deru mesin mobil Nicko sudah meninggalkan rumah Renatta.
" Den Nicko orangnya ramah dan baik, bibi suka."
" Iya mang Ujang juga suka dia orangnya harmonis, nanti kalau neng Renatta udd nikah sama den Nicko pasti hidupnya akan bahagia."
" Doain yang terbaik aja ya bi mang, aku dan Nicko kan belum lulus dan kita belum memikirkan hal itu."
" Iya Neng bibi pasti akan doakan yang terbaik buat neng Renatta."
" Mang Ujang juga."
Renatta memeluk bibi dan mang Ujang, dari kecil Renatta sangat dekat dengan bibi dan mang Ujang karena mamanya harus ikut dengan papanya yang selalu mengadakan acara atau pertemuan dengan teman temannya.
" Makasih yah Bi mang "
Nicko sudah sampai di rumahnya ia segera masuk ke dalam rumahnya.
" Loh Nick kamu dari mana jam segini baru pulang bukannya ini hari Minggu kan ?" kata sang mama
" Iya ma hari Minggu, aku habis main dari rumah Renatta."
" Kenapa gak suruh Renatta ke rumah aja mama udd kangen."
" Iya nanti aku bawa yah ma."
" Kamu habis ngapain aja di sana ?"
" Aku ikut makan dan nonton film semua yang ada di rumah Renatta sangat baik padaku."
" Syukur kalau mereka baik mama gak perlu khawatir."
" Ya udd ma aku ke kamar dulu."
Nicko masuk ke kamarnya hatinya benar benar senang baru pertama kali ia merasa sesenang ini, ia terus tersenyum saat melihat foto dirinya dan Renatta sewaktu di pantai.
Nicko mengambil handphone nya ia segera menghubungi Renatta bahwa dirinya sudah sampai.
π : Hallo Ren aku udd sampai."
π : Syukurlah kalau udd sampai."
π : Makasih yah untuk tadi aku benar benar senang banget.
π : Iya sama sama, aku juga senang.
π : kalau gitu udd dulu yah aku mau mandi bye."
Panggilan berakhir Nicko mengotak ngatik hpnya dan ia merubah wallpaper hpnya dengan foto dirinya bersama Renatta.
Setelah itu Nicko masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
__ADS_1
# Semoga terhibur π