Dari Sahabat Jadi Suami

Dari Sahabat Jadi Suami
Bab 49


__ADS_3

Pagi harinya Renatta sudah terbangun ia langsung mandi dan berganti pakaian, setelah berganti Renatta turun ke bawah untuk membantu bibi membuat sarapan.


" Bi aku bantu yah."


" Gak usah mending neng istirahat aja."


" Gak papa kok Bi."


Akhirnya Renatta membantu bibi mereka berdua berkutat dengan bahan dan alat dapur, setelah selesai Renatta kembali lagi ke kamarnya untuk berganti pakaian dengan seragam kantornya.


Selesai berganti baju Renatta turun lagi untuk sarapan bersama dengan keluarganya.


" Loh sayang kamu mau ke kantor ?" tanya sang mama.


" Iya ma aku harus berbicara dulu kepada Melly dan Adi dan ada beberapa berkas yang harus aku tanda tangani."


" Ya udd kalau gitu nanti siang kamu fitting baju yah dengan mama Nicko biar urusan hotel mama dan papa kamu yang urus."


" Iya ma."


Selesai makan Renatta pamit untuk segera ke kantornya dengan di antar oleh mang Ujang karena Renatta tidak mau membawa mobilnya sendiri.


Tak butuh waktu lama Renatta langsung masuk ke ruangan Melly.


" Pagi Bu ada yang bisa saya bantu." kata Melly.


" Jadi begini saya minta tolong kepada kalian berdua untuk mengurus perusahaan saya selama saya sedang cuti yah."


" Baik Bu akan kami laksanakan tugas kami dengan baik."


" Terimakasih yah, kalau gitu saya ke ruangan saya dulu."


Renatta masuk ke ruangannya ia langsung sibuk menandatangi beberapa berkas yang sudah menumpuk di mejanya.


Saking sibuknya ia tak menyadarinya bahwa Nicko datang, Nicko berjalan ke dekat Renatta dan memeluk nya dari belakang.


" Sayang kamu sibuk banget." ucap Nicko tepat di pinggir telinga Renatta.


" Eh Nick maaf aku gak tau kalau kamu kesini."


" Iya gak papa." Nicko pun melepaskan pelukannya dan duduk di sofa ruangan itu.


" Ren kamu ingatkan kita harus fitting baju."


" Iya aku ingat tapi nanti yah ini tinggal 3 lembar lagi." Renatta langsung saja mendatangi berkas itu.


Setelah selesai Renatta dan Nicko keluar dari ruangan nya.


" Mel aku dan Nicko akan fitting baju kamu tolong urus kantor yah."


" Baik Bu."


Renatta dan Nicko berjalan dengan bergandengan bahkan tak banyak para karyawan yang melihat nya.


" Calon suami Bu Renatta ganteng juga yah." kata karyawan kantor itu


" Iya bener cocok banget."


Renatta segera masuk ke dalam mobil Nicko dan mobil itu bergegas untuk ke butik Fitri.


Tak lama mereka sampai di butik Fitri.


" Fit." ucap Renatta.


" Hai aduh calon pengantin ayo masuk aku udd buat gaun buat kamu yuk coba dulu." ajak Fitri.


Renatta dan Nicko membuntuti Fitri dari belakang.


" Nah ini gaun untuk kamu, dan ini toksedo untuk kamu." kata Fitri.



" Wah bagus banget " kata Renatta

__ADS_1


" Ya udd kamu coba di sana dan kamu Nicko di ruangan sana yah."


Renatta dan Nicko masuk ke dalam ruangan ganti.


Tak lama mereka berdua keluar dari ruangan itu, Renatta tampak cantik sekali sampai sampai Nicko tak henti memandangnya.


" Kamu cantik banget sayang pake baju ini." ucap Nicko.


" Iya kamu pas banget Ren." kata Fitri.


" Makasih yah Fit."


Renatta kembali lagi ke ruangan itu untuk melepaskan gaunnya.


" Berapa semuanya Ren ?" tanya Nicko.


" Gak usah ini gratis buat kalian itung itung kado nikah dari aku, tapi maaf yah cuman bisa kasih itu aja." kata Fitri.


" Makasih banget Fit." Renatta memeluk sahabatnya.


" Iya sama sama aku doain semoga rumah tangga kalian sakinah mawadah warahmah yah."


" Aamiin." kata mereka berdua.


" Ya udd kalau gitu kita pamit dulu yah Fit." kata Nicko.


" Iya hati hati."


Renatta dan Nicko keluar dari butik Fitri mereka langsung menuju hotel untuk melihat persiapan.


Selang beberapa menit mereka tiba di hotel tersebut dan mereka langsung turun dari mobil itu.


" Mama." ucap Renatta kepada mamanya dan calon mertuanya.


" Hai sayang gimana udd fitting bajunya." kata sang mama.


" Udd ma."


...Hotel itu di hias dengan sedemikian rupa, Renatta dan Nicko nampak sangat bahagia.



...


" Gimana kamu suka sayang." kata mama mertua.


" Suka ma Rena suka banget, makasih yah." ucapnya sambil memeluk mama mertua.


" Iya sama sama."


Mereka berempat pun langsung berkeliling untuk melihat persiapan lainnya.


" Kamu udd beli cincin nya Nick ?"


" Nanti sekalian makan siang kita akan membeli cincin."


" Ya udd kalau begitu."


Hari semakin siang kini Renatta dan Nicko pamit untuk membeli cincin dan makan siang.


" Ma Nicko dan Renatta pamit dulu yah."


" Iya hati hati di jalannya."


Mereka berdua keluar dari hotel itu dan langsung menuju mall untuk membeli cincin.


Setelah tiba di mall mereka berjalan ke arah tempat perhiasan di sana perhiasan sangat cantik dan elegan.


" Ada yang bisa saya bantu tuan ?" tanya pelayan itu.


" Saya mau cincin pernikahan yang terbaik di toko ini."


" Baik Tuan mohon tunggu sebentar."

__ADS_1


Pelayan itu berjalan ke arah belakang untuk mengambil cincin dan tak lama ia kembali lagi menghampiri Nicko.


" Silahkan di pilih tuan ini keluaran terbaru." kata pelayan itu.


" Kamu mau yang mana sayang ?" tanya Nicko kepada Renatta.


" Yang ini kayanya cocok deh Nick." kata Renatta sambil menunjuk ke arah cincin itu.



" Kami akan membeli yang ini aja." kata Nicko


" Baik Tuan, mau di kasih nama di dalam nya ?" tanya pelayan lagi.


" Boleh kasih aja nama kecil, berapa semuanya ?" kata Nicko.


" Semuanya 15 juta tuan."


Nicko langsung menyodorkan kartu debitnya sedangkan Renatta merasa kaget dengan harga cincin itu bukan apa apa tapi Renatta hanya menginginkan cincin yang sederhana namun indah.


Setelah membayar Nicko mengajak Renatta untuk makan siang terlebih dahulu di mall itu.


" Nick apa enggak terlalu mahal yah ?" tanya Renatta.


" Enggak kok apapun yang kamu mau aku kan beli sayang asal kamu bahagia." kata Nicko sambil menggenggam tangan Renatta.


" Tapi Nick." ucapan Renatta terpotong oleh Nicko.


" Udd gak papa kamu gak usah memikirkan tentang harga yah."


Renatta hanya bisa mengalahkan, lalu mereka langsung menyantap makanan yang ada di depan.


Hari sudah sore kini mereka berdua keluar dari mall itu untuk kembali ke rumahnya.


Nicko mengantar Renatta terlebih dahulu dan beberapa menit kemudian mereka telah sampai di depan rumah Renatta.


" Makasih yah, gak mampir dulu ?" ajak Renatta.


" Enggak deh Ren aku langsung pulang aja salam buat calon mertua ku." ucapnya.


Nicko langsung melajukan kembali rumahnya sedangkan Renatta masuk ke dalam rumahnya, saat pintu di buka sudah banyak sekali keluarga Renatta yang datang di rumahnya, Renatta berjalan ke arah wanita paru baya yang ia sebut dengan nenek.


" Nenek." ucap Renatta lalu memeluknya.


" Ya ampun cucuku sudah besar dan tambah cantik lagi."


" Makasih Nek, nenek gimana kabarnya ?"


" Alhamdulillah nenek baik sayang."


" Ya udd kalau gitu Rena mandi dulu yah Nek udd lengket."


" Iya sayang."


Renatta berjalan ke arah anak tangga tapi sebelum menaiki anak tangga Renatta melihat kakak sepupu nya di dapur dan Renatta langsung ke dapur.


" Kak Septi." ucapnya


" Hai pengantin wah kamu makin cantik aja dek."


" Makasih kak, kakak lagi hamil lagi "


" Iya ini alhamdulilah kakak di beri kepercayaan lagi."


" Syukurlah kak biar tambah rame, ngomong ngomong di mana mas Ramdan ?"


" Dia lagi di belakang dengan si sulung."


" Ya udd kalau gitu Rena ke kamar dulu yah mau mandi udd gerah." ucapnya


Renatta segera ke kamarnya dan ia segera mandi, selesai mandi Renatta turun lagi kebawah untuk bergabung dengan keluarga besarnya.


Hari semakin malam Renatta sangat bersyukur ia bisa kembali lagi bersama keluarga besar dari papanya maupun dari mamanya.

__ADS_1


__ADS_2