Dari Sahabat Jadi Suami

Dari Sahabat Jadi Suami
Bab 60


__ADS_3

Sudah seminggu di rumah sakit tetapi Nicko belum juga sadarkan diri, Renatta setia menemani suami itu.


" Mas bangun apa kamu tidak rindu dengan si kecil ia sebentar lagi akan hadir di tengah tengah kita mas." Ucap Renatta sambil memegang tangan suaminya.


Mama Renatta sedih melihat anaknya yang terpuruk itu, mama Renatta berjalan mendekati anaknya.


" Sayang kamu makan dulu yah yakinlah bahwa Nicko akan cepat sadar." ucap sang mama


" Tapi kapan ma ? udd seminggu mas Nicko tidak sadar sadar." ucap Renatta sambil menangis.


" Yang sabar sayang kita berdoa kepada yang di atas, sekarang kamu makan dulu yah kasian anak kamu pasti lapar." bujuk sang mama


" Tapi aku gak lapar ma."


" Sedikit saja Ren kasian anak kamu."


Tiba tiba datangla mama mertuanya.


" Iya Ren kamu makan dulu kasian cucu mama pasti udd lapar." kata sang mertua ikut membujuk Renatta.


" Iya ma."


Akhirnya Renatta makan sarapan yang di bawakan oleh mamanya meski hanya beberapa suapan.


Setelah Renatta sarapan datanglah dokter dan seorang suster.


" Selamat pagi semuanya."


" Pagi dok." jawab mereka kompak.


" Saya periksa dulu yah."


Dokter itu langsung memeriksa kondisi Nicko.


" Bagaimana keadaan suami saya dok ?"


" Kondisi pasien masih sama tolonglah ajak pasien bicara yah."


" Iya dok."


" Kalau gitu kami permisi dulu."


Dokter dan suster itu keluar dari ruangan Nicko.


" Mas kamu kapan bangun ? kita semua sudah menunggu kamu di sini." ucap Renatta


" Yang sabar sayang." ucap mama mertua.


Hari semakin siang keadaan Nicko masih sama tiba tiba perut Renatta sakit sekali.

__ADS_1


" Auh."


" Kenapa Ren ?" tanya sang mama.


" Gak tau ma perut ku sakit sekali."


" Ya ampun Ren air ketuban nya udd pecah kamu akan segera melahirkan mama panggil dokter dulu yah."


Mama Renatta keluar untuk mencari dokter sedangkan Renatta berjalan ke dekat ranjang suaminya.


" Mas sebentar lagi anak kita akan hadir cepat lah sadar mas, apa kamu tidak ingin melihat buah hati kita ?"


Tiba tiba suster datang dengan membawa kursi roda.


" Silahkan naik Bu kita harus segera melakukan persalinan."


Renatta langsung naik ke kursi itu dan di bawa keruangan bersalin.


" Yang kuat sayang kamu pasti bisa." kata sang mama sambil menahan air matanya.


" Iya ma Rena mohon doanya."


Sudah satu jam Renatta di dalam ruangan itu tidak ada tanda tanda suara bayi papa dan papa mertuanya sudah berada di rumah sakit itu untuk melihat cucu pertama pertama, tiba tiba terdengar suara tangisan sang bayi dengan sangat kencang.


" Hoek Hoek Hoek"


Semua orang yang ada di luar ruangan itu merasa senang atas kelahiran cucu pertama mereka.


" Iya ma akhirnya kita punya cucu." ucap papa Nicko.


Pintu ruangan terbuka dan terlihat suster dengan membawa dorongan bayi.


" Sus itu cucu saya ?" ucap mama Renatta.


" Iya Bu dia sangat tampan sekali." jawab dokter.


" Pa wajahnya mirip sekali dengan Nicko waktu kecil." ucap mama mertua


" Iya pa."


" Kalau begitu saya akan bawa keruangan bayi terlebih dahulu untuk di periksa."


Setelah suster itu pergi kini mama serta mertuanya masuk ke dalam ruangan Renatta.


" Ma." ucap Renatta


Mama Renatta langsung memeluk nya.


" Selamat sayang kamu udd jadi ibu anak kamu laki laki ganteng seperti papanya." ucap mama Renatta.

__ADS_1


" Makasih ma."


Sudah dua hari Renatta sudah bisa berjalan meski harus perlahan lahan, Renatta membawa anaknya ke ruangan suaminya.


" Mas anak kita sudah hadir apa kamu akan tidur terus ?" kata Renatta di atas kursi roda.


" Dia sangat tampan sangat mirip sekali dengan kamu, cepatlah bangun mas."


Tiba tiba suara monitor berbunyi dokter langsung masuk ke dalam ruangan itu.


" Alhamdulillah pasien sudah melewati masa Kritis nya, sebentar lagi pasien akan sadar."


" Alhamdulillah." kata mereka semua


Dan benar saja tidak lama mata Nicko terbuka.


" Haus." ucapnya pelan


Lalu mamanya memberikan air kepada Nicko.


" Sayang ?" ucap Nicko sambil melirik ke arah Renatta.


" Iya mas." jawab Renatta.


" Anak siapa itu ?"


" Ini anak kita mas dia sangat tampan."


" Benarkah boleh aku liat."


Renatta langsung mendekatkan anaknya kepada Nicko.


" Sayang ini papa, kamu ganteng sekali nak." ucap Nicko sambil air matanya menetes.


" Maafkan aku sayang aku gak bisa mendampingi kamu saat persalinan." ucap Nicko


" Iya gak papa mas." jawab Renatta sambil menangis.


Semua yang ada di ruangan itu merasa haru dengan perjuangan Renatta yang melahirkan tidak di temani oleh suami.


Tak lama teman teman Renatta dan Nicko datang, kini mereka telah menikah.


" Siapa nama anak kamu Nick ?" tanya sang papa.


" Naufal Asrafkhil Faris Pratama." jawab Nicko


" Nama yang bagus." kata papa Renatta.


" Panggilan nya baby Naufal." lanjut Nicko.

__ADS_1


Kedua keluarga itu sangat senang menyambut kehadiran bayi yang sangat ganteng dan lucu.


__ADS_2