
Pagi harinya Renatta dan Nicko sudah terbangun, rencananya hari ini mereka akan pindah ke rumah baru mereka.
Flashback On
Sebelum tidur Renatta dan Nicko mengobrol berdua di atas ranjang mereka.
" Sayang mas akan ajak kamu ke rumah baru kita apa kamu mau ?" tanya Nicko.
" Iya mas aku mau, bagaimana pun kita sudah berumah tangga gak mungkin tinggal dengan orang tua aja dan Rena juga mau berbakti kepada mas."
" Syukurlah kalau kamu mau, makasih yah sayang." ucap Nicko mencium pucuk kepala Renatta.
" Iya mas sama sama, kapan pindahnya ?"
" Besok bagaimana ?"
" Boleh mas, kita akan memulai semuanya dari awal yah."
" Iya sayang ya udd kita tidur yuk."
Flashback Off
Setelah siap mereka turun ke bawah untuk sarapan bersama dengan mama dan papa Renatta.
" Udd bangun ?" tanya sang mama.
" Iya ma."
" Ya udd kalian sarapan dulu." kata papa
Renatta dengan sigap melayani suaminya layaknya seorang istri yang sudah lama, mama dan papanya yang melihat itu tersenyum merasa bahagia.
Selesai sarapan Nicko mencoba berbicara kepada sang mertuanya itu.
" Ma Pa ada yang mau Nicko bicarakan ?"
" Tentang apa Nick ?" tanya mama mertua.
"Jadi gini ma pa Nicko akan mengajak Renatta ke rumah baru kita, rumahnya gak jauh dari sini kok ma." jelas Nicko.
" Papa mengijinkan kalian berdua ke rumah kalian, bagiamana pun kalian telah menikah."
" Iya mama juga mengijinkan, kapan pindahnya Nick ?"
" Nanti ma jam sepuluh nunggu mama dan papa dulu katanya mau ke sini, kalau gitu kita beres beres dulu ma pa."
" Iya silahkan."
Renatta dan Nicko kembali masuk ke dalam kamarnya untuk mengemas pakaian mereka.
Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh kini kedua orang tua Nicko sudah berada di rumah besannya.
Nicko dan Renatta turun menyusuri anak tangga dengan membawa koper.
" Udd siap sayang ?" tanya sang mama mertua.
" Udd ma."
" Ya udd kita berangkat sekarang aja nanti keburu panas." kata papa Nicko.
Nicko dan Renatta masuk ke dalam mobil papa Renatta sedangan mobil papa Nicko di isi dengan koper koper mereka.
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di rumah Renatta dan Nicko, benar saja rumah itu tak jauh dari rumah Renatta maupun dari rumah Nicko.
__ADS_1
" Mas ini rumahnya ?" tanya Renatta.
" Iya sayang, kamu suka ?"
" Aku suka banget mas, terimakasih yah." Renatta memeluk suami.
" Iya sama sama sayang."
" Ya udd ma pa ayo masuk." kata Nicko.
Mereka semua masuk ke dalam rumah itu, rumah yang sangat cantik di tambah dengan beberapa hiasan lainnya menambah keindahan rumah itu dan di tambah dengan taman bunga kesukaan Renatta di depan halaman belakang rumahnya.
" Bagus banget Nick." kata mama mertua.
" Iya ma sengaja aku desain ini untuk anak mama." jawab Nicko.
" Semoga rumah tangga kalian bahagia selalu yah." ucap papa Renatta sambil menepuk pundak sang menantu.
" Aamiin terimakasih pa, silahkan duduk ma pa."
Renatta berjalan ke dapur untuk membuatkan minum, tak lama kemudian ia kembali lagi ke arah ruang tamu.
" Silahkan di minum ma pa maaf cuman ada itu aja." kata Renatta sambil menaruh beberapa gelas yang berisi teh manis.
" Iya gak papa sayang." kata mama mertua.
Kedua orang tua dan mertuanya itu asik mengobrol masalah bisnis sedangkan Renatta dan Nicko menuju kamar mereka untuk menyimpannya pakaian.
" Ini kamar kita sayang." kata Nicko
" Bagus banget mas."
" Kamu taruh ini di ruangan sana itu ruangan khusus untuk pakaian."
Renatta berjalan ke arah ruangan yang ada di kamarnya saat tiba di sana benar saja sudah ada lemari lemari besar serta rak tak sepatu.
Renatta sungguh sangat bahagia memilik suami seperti Nicko.
Waktu sudah jam 3 sore kini kedua orang tua serta mertuanya pamit untuk pulang.
" Ren mama dan papa pulang dulu yah kamu harus ingat apa kata kata mama." kata mamanya.
" Iya ma, nanti main main ke sini yah."
" Iya nanti mama pasti kesini."
" Mama dan papa juga pulang dulu yah kalian berdua baik baik kalau butuh apa apa tinggal hubungi mama ya." kata mama mertua.
" Iya ma, nanti ke sini yah."
" Iya sayang."
Setelah kepulangan orang tuanya Renatta dan Nicko membersihkan rumah dan merapikan kembali barang barang.
Setelah semuanya selesai Renatta kembali ke kamarnya untuk mandi begitupun dengan Nicko.
" Mas kita kan belum ada bahan makanan bagaimana kalau kita ke supermarket untuk belanja."
" Ya udd ayo."
Renatta dan Nicko keluar dari rumahnya dan masuk ke dalam mobil Nicko yang tadi sudah diantarkan oleh orang suruhannya lalu berangkat menuju supermarket.
Setiba di supermarket Renatta memilih berbagai sayuran daging dan buah serta bumbu bumbu lainnya sedangkan Nicko ia memilih makanan ringan dan minuman.
Setelah semuanya di beli mereka lalu membayarnya di kasir dan mereka keluar dari supermarket itu untuk kembali ke rumahnya.
__ADS_1
" Sayang kita makan di luar aja yah kamu pasti capek kalau harus masak."
" Tapi mas."
" Udd besok aja yah aku gak mau kamu kecapean."
" Ya udd mas."
Sebelum pulang Nicko menyempatkan mampir ke restoran terlebih dahulu karena hari susah malam dan sudah masuk jam makan malam.
Meraka berdua berjalan ke dalam restoran itu dan duduk di bangku yang telah di sediakan.
" Permisi mas mbak mau pesen apa ?" tanya pelayan itu.
" Aku mau ini aja mbak dan minumnya teh manis dingin." kata Renatta sambil menunjuk ke arah buku itu.
" Kalau mas nya ?" tanya si pelayan
" Samain aja mbak."
" Baiklah tunggu sebentar yah."
Pelayan itu pergi meninggalkan Renatta dan Nicko.
" Apa kamu yakin cuman pesan itu ?"
" Iya mas, emang kenapa ?"
" Enggak kok cuman nanya aja."
Renatta selain baik ia juga tidak pernah ribet soal makanan yang penting perutnya kenyang dan halal, tak lama pelayan itu datang sambil membawa pesanan mereka berdua.
" Silahkan mas mbak." kata pelayan.
" Makasih mbak." jawan Renatta
" Kalau gitu saya permisi dulu." kata si pelayan.
Mereka berdua langsung menyantap makanannya, setalah habis Nicko langsung membayarnya dan pulang.
Setiba di rumah Renatta berjalan ke dapur untuk menatap barang belanjaan tadi, saat sedang menata tiba tiba tangan kekar memeluk.
" Mas lepasin aku jadi sudah gerak ?"
" Masih lama sayang ?"
" Ini sebentar lagi."
" Ya udd aku bantu yah."
Nicko melepaskan pelukannya dan langsung membantu Renatta menata barang barang itu, setelah selesai Renatta dan Nicko kembali ke kamarnya.
" Mas aku masih boleh kerja kan ?"
" Kamu sebaiknya di rumah saja kan ada aku yang kerja."
" Tapi mas aku jenuh diam di rumah terus, boleh yah ?" bujuk Renatta.
" Ya sudah boleh tapi jika suatu saat kamu hamil kamu harus berhenti yah."
" Iya mas aku janji jika aku hamil nanti aku akan berhenti dan aku akan kembalikan perusahaan itu ke papa, makasih yah mas."
" Iya sama sama sayang."
Nicko mencium bibir istrinya dengan sangat lembut dan Renatta dengan senang hati membalasnya dan terjadilah pergulatan di antara mereka berdua untuk pertama kalinya di rumah baru itu.
__ADS_1