
Siang harinya mereka terbangun lalu mereka berdua memasukan beberapa pakaian ke dalam kopernya karena nanti sore mereka akan berangkat ke Paris untuk honeymoon.
Setelah masukan pakaian mereka keluar dari kamar dan menuruni anak tangga untuk bergabung dengan kedua orang tua Renatta.
" Baru bangun Ren ?" tanya sang mama.
" Iya ma, kurang istirahat kayanya." jawab Renatta.
" Iya gak papa kok." jawab sang mama.
" Ouh iya Nick Ren nanti jam 3 sore kalian sudah berangkat ke bandara karena jet pribadi papa kamu sudah menunggu di sana." kata papa Renatta.
" Iya pa." jawab Nicko.
" Ya udd kita makan siang dulu yah." ajak sang mama.
Mereka berempat langsung menuju meja makan untuk melakukan makan siang bersama, Renatta dengan lihainya menyiapkan makanan untuk Nicko.
" Terimakasih sayang." ucap Nicko agak berbisik.
" Iya sama sama mas."
" Ren nanti di Paris jangan lupa yah kasih cucu buat mama." kata mama Renatta.
" Uhuk." Renatta ke sedak saat mendengar ucapan sang mama, Nicko segera memberi minum kepada istrinya itu.
" Mama tuh apaan sih liat Renatta jadi ke sedak gitu kan." kata sang papa.
" Habisnya mama udd gak sabar buat punya cucu pa."
" Iya ma pa doain aja semoga kami berdua cepet di beri momongan." kata Nicko.
" Iya sayang mama pasti doain."
Setelah acara makan siang kini Renatta dan Nicko kembali ke kamarnya untuk bersiap siap, Renatta hanya diam di atas ranjangnya sambil melamun lalu Nicko menghampiri nya.
" Sayang kamu kenapa ?" tanya Nicko.
" Enggak kok, aku cuman kasihan aja sama mama yang udd ingin punya cucu." jawab Renatta dengan wajah murung.
" Udd kamu gak usah murung gitu kita kan baru menikah semoga saja kita cepet cepet di beri momongan yah, kita berusaha sama sama nanti di sana." ucap Nicko.
" Apaan sih mas kok jadi mesum gini." jawab Renatta.
" Mesum sama istri gak papa kali." jawab Nicko sambil tersenyum.
" Udd deh aku mau mandi dulu mas sana."
__ADS_1
" Ikut dong."
Renatta langsung menuju kamar mandi dengan sedikit berlari sedangkan Nicko hanya tersenyum melihat tingkah istrinya itu.
Beberapa menit kemudian Renatta sudah selesai mandi dan kini giliran Nicko yang mandi.
Jam sudah menunjukkan pukul setengah 3 Renatta beserta kedua orangtuanya pergi ke bandara.
Setiba di bandara Renatta dan Nicko pamit kepada orang tuanya serta mertua Renatta.
" Ma pa Rena dan mas Nicko berangkat dulu yah."
" Iya sayang hati hati yah, jangan lupa buat cucu untuk mama." kata sang mertua.
" Kamu jaga Renatta yah Nick." kata papa Renatta.
" Tenang saja pa Renatta akan aman pa."
" Baiklah kalau gitu kami naik dulu yah." kata Renatta.
Kedua keluarga itu mengantar anaknya ke dekat pintu masuk, pesawat yang mereka tumpangi telah lepas tandas dan kini berada di atas ketinggian.
Renatta sungguh sangat senang ia menyandarkan kepalanya ke pundak Nicko lalu Nicko memegang tangan Renatta.
Di dalam perjalanan mereka berdua tertidur sungguh momen yang sangat indah.
Jam 11 malam mereka telah sampai di bandara Paris dan mereka di jemput oleh mobil suruhan papa Nicko untuk menuju hotel.
" Iya benar ada apa ya ?" kata Nicko.
" Saya Alex suruhan tuan Pratama untuk mengantar tuan Nicko dan nyonya Renatta ke hotel, mari silahkan naik."
Renatta dan Nicko menyimpan koper mereka di dalam bagasi mobil itu lalu masuk, suasana malam kota Paris ini sungguh indah banyak sekali orang yang berfoto ria di dekat sekitaran menara Eiffel.
Tak lama kemudian mereka telah sampai di hotel.
" Ini tuan kunci kamarnya, dan kalau butuh apa apa tinggal hubungi saya." kata Alex.
" Terimakasih telah mengantar kami." jawab Renatta sopan.
" Sama sama nyonya dengan senang hati."
" Kalau begitu kami masuk dulu."
Renatta dan Nicko segera masuk ke kamar yang telah di pesan oleh papanya, kamar itu berada di lantai 4 tepat sekali berhadapan dengan menara Eiffel itu.
Krek
__ADS_1
Pintu kamar itu terbuka, mereka berdua nampak terpukau dengan keindahan ruangan itu di tambah lagi dari jendela terlihat menara yang sangat indah.
" Wah bagus banget mas."
" Iya sayang bagus banget, ya udd kita ke sana yuk." ajak Nicko.
Nicko dan Renatta langsung berjalan ke dekat ranjang lalu mereka menaruh koper di samping ranjang itu.
" Kamu senang ?" tanya Nicko.
" Iya mas aku senang."
Mereka berdua membereskan pakaian ke dalam lemari setelah itu Renatta masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya, seperti biasa setelah Renatta mandi sekarang giliran Nicko yang mandi.
Renatta duduk di ranjangnya sambil memainkan ponselnya.
" Mau jalan jalan ?" tanya Nicko.
" Enggak deh mas besok aja aku lelah tapi aku lapar."
" Ya udd kamu diam saja nanti ada petugas yang datang ke sini untuk memberi makan malam."
Dan benar saja beberapa saat kemudian pintu kamar itu di ketuk, Nicko segera bangkit dari duduknya untuk membukakan pintu.
" Maaf tuan ini makan malam nya."
" Terimakasih."
Pelayan itu langsung pergi kembali sedangkan Nicko berjalan ke arah Renatta.
" Sayang sini makan dulu."
" Iya."
Renatta berjalan mengahampiri Nicko, mereka makan malam bersama dan sekali kali Nicko menyuapi istrinya itu.
Setelah makan malam mereka kembali lagi ke ranjangnya untuk menonton TV, acara di tv itu adalah komedi ruangan itu di penuhi dengan gelak tawa mereka.
" Sayang." kata Nicko manja.
" Iya mas ?"
" Aku pengen."
Renatta tau maksud dari suami itu dan Renatta langsung menganggukkan kepalanya, merasa mendapatkan lampu hijau dari Renatta Nicko langsung memberikan ciuman kepada Renatta.
Ciuman itu lama lama menjadi panas Renatta menyilangkan tangannya di pundak Nicko, lalu Nicko turun ke leher jenjang milik sang istri dan Nicko langsung melancarkan aksinya.
__ADS_1
Penyatuan cinta mereka kali ini di hiasi dengan cahaya bulan serta indahnya kota Paris di malam hari, suara desahan terdengar di setiap sudut ruangan itu.
Setelah melakukan aktifitas nya kini Renatta dan Nicko tertidur saling berpelukan.