Dari Sahabat Jadi Suami

Dari Sahabat Jadi Suami
Bab 33


__ADS_3

Hari hari berlalu sejak kejadian itu Renatta selalu menghindar dari Dimas, ia takut jika suatu saat Diva akan mengancamnya jauh di luar batas atau kendali.


" Hai Ren tumben kamu datangnya agak siang ?" tanya Fitri


" Iya Fit aku tadi bangunnya kesiangan." ucapnya sambil cengengesan 😁


" Dasar kamu yah, ya udd yuk ke kelas."


Mereka berdua berjalan biasanya bertiga berhubung Santi tidak masuk karena ada acara keluarga.


Saat sedang berjalan Renatta tak sengaja melihat Dimas, Renatta buru buru memalingkan pandangannya.


" Ren tunggu." teriak Dimas


Renatta dan Fitri terus berjalan setengah lari dan tidak menghiraukan ucapan Dimas.


" Ren kenapa ku jadi begini sama aku, semua gara gara Diva." gunam Dimas


Renatta dan Fitri sudah sampai di kelas mereka, napas mereka ngos-ngosan seperti yang di kejar maling 😁


" Capek banget Ren jalan kaya tadi." ucap Fitri


" Iya sama aku juga, aku udd gak mau berhubungan lagi dengan kak Dimas ataupun kak Diva."


" Iya aku juga tau kamu menghindar karena takut di apa apain lagi kan sama kak Diva ?"


Renatta hanya mengangguk,


tak selang berapa menit jam mata kuliah pertama di mulai.


Semua mahasiswa mendengarkan apa yang di jelaskan oleh dosen dan sesekali bertanya akan hal yang tidak di mengerti.


Mata kuliah berakhir Renatta dan Fitri segera pergi ke kantin untuk membeli makanan.


Setelah memesan mereka berdua duduk di bangku biasa tiba tiba datang Nicko dkk.


" Kalian berdua aja ?" tanya Nicko dan langsung duduk di samping Renatta


" Iya Santi sedang ada kepentingan keluarga jadi dia izin." kata Fitri


" Udd pesen belum makanannya ?" Tanya Yoga


" Udd kok." jawab Renatta dan Fitri


Tak lama makanan mereka datang dan mereka segara memakannya.


Tanpa mereka sadari Dimas sedang berjalan ke arah Renatta dkk.


" Boleh aku gabung ?" katanya


Renatta, Fitri, Nicko, Yoga dan juga Putra mereka sama sama saling lirik tak ada yang menjawab pertanyaan dari Dimas.


" Eh aku duluan yah tiba tiba perutku sakit." kata Renatta berbohong


Dimas yang melihat Renatta bangkit dari duduknya segera meraih tangan Renatta, tetapi Renatta menepisnya.


" Ren tunggu." teriak Dimas


Saat Dimas ingin mengejar Renatta tangannya di tahan oleh Nicko.


" Asal Lo tau yah Renatta gak suka sama Lo dan Lo gak usah ngejar ngejar dia paham." kata Nicko yang sudah emosi


" Apa urusan Lo sama Renatta hah ?" kata Dimas


" Gue pacarnya Renatta dan Lo gak usah ngejar dia."


" Baru pacar aja udd bangga Lo."


Merasa terhina oleh ucapan Dimas Nicko langsung meninju pipi Dimas dan terjadi perkelahian antara keduanya.


Yoga dan Putra yang melihat itu langsung memisahkan mereka sedangkan Fitri ia berlari untuk mengejar Renatta.

__ADS_1


" Ren tunggu." kata Fitri yang berlari


" Ada apa kamu lari gini Fit ?" tanyanya


" Nicko dan Kak Dimas sedang berkelahi."


" Hah apa ?"


Renatta dan Fitri kembali lagi ke kantin di lihatnya Dimas yang akan meninju Nicko dengan segera Renatta mengahampiri dan..


Bugh.


Renatta mendapatkan tinjuan yang keras dari Dimas.


" Ren." kata Nicko dan Nicko segera memeluknya


" Ren bangun Ren." Renatta sudah kehilangan kesadarannya.


" Puas Lo hah puas Lo udd buat Renatta kaya gini ?"


Nicko langsung membawa Renatta ke rumah sakit dan meninggalkan Dimas yang masih mematung di kantin.


" Argh gue bodoh kenapa harus Renatta yang merasakan sakit, maafin gue Ren." kata Dimas pelan


Di perjalanan menuju rumah sakit Nicko tak henti hentinya memeluk dan mengecup kening sang kekasih dan teman temannya ikut mengantarkan Renatta.


" Put cepetan napa Lo lelet banget sih." kata Nicko


" Ini juga udd ngebut Lo tenang aja sebentar lagi sampai."


Tak selang berapa menit mereka sudah sampai di rumah sakit.


" Sus tolong sus." teriak Nicko


Para suster pun langsung membawa belangkar dan mendorongnya ke dalam ruangan.


" Lo gak mau kasih kabar bokap dan nyokap nya Renata ?" tanya Putra


" Kamu gak usah takut biar manapun ini bukan salah kamu." kata Fitri menenangkan


" Bener apa yang di ucapkan Fitri ini bukan sepenuhnya salah Lo." kata Yoga


Tanpa pikir panjang Nicko langsung menghubungi mama Renatta, setelah menghubungi mama Renatta Nicko kembali duduk bersama dengan teman temannya.


Dokter keluar dari ruangan itu.


" Bagaimana keadaannya dok ?"


" Teman anda hanya mengalami pingsan mungkin karena syok dan pukulan keras di pipinya tapi jangan khawatir tidak lama lagi dia akan sadar."


" Boleh kita masuk ?" tanyanya lagi


" Ya silahkan tapi mohon untuk tidak membuat keributan."


" Terimakasih dok."


" Sama sama, kalau gitu sayang permisi dulu."


Dokter itu pergi meninggalkan Nicko dkk, setelah kepergian dokter Nicko serta teman temannya masuk ke dalam ruangan Renatta.


Nicko duduk di kursi samping Renatta ia mengelus wajah Renatta dan mencium punggung tangannya serta di genggaman.


" Ren bangun jangan tinggalkan aku." ucapnya lirih.


" Ren maaf yah gara gara nolongin aku kamu jadi gini." tak terasa air matanya menetes


Teman temannya merasa terharu karena baru kali ini Nicko frustasi seperti ini.


" Kamu yang sabar sebentar lagi Renatta akan sadar." kata Fitri mengelus pundak Nicko


" Makasih yah Fit."

__ADS_1


Dan benar saja tak lama mata Renatta terbuka secara perlahan.


" Nick kamu gak papa kan ?" tanyanya


" Enggak kok, maaf yah gara gara aku kamu jadi gini." Nicko memeluk Renatta dan menangis


" Kamu jangan menangis ini semua bukan salah kamu kok." Renatta mengusap pipi Nicko yang basah karena air mata.


" Kalian berdua kalau mau mesra mesraan jangan depan gue dong, Lo lagi Ga malah ikut ikut mesra, gue di sini sendiri woy gak ada yang bisa gue peluk." kata Putra


Ke empat temannya itu hanya menertawakan Putra yang lucu menurut mereka.


Tiba tiba pintu ruangan terbuka dan nampaklah mama Renatta.


" Kamu gak papa kan sayang ?" tanya mama Renatta dengan cemas


" Enggak kok ma."


" Makasih yah Nicko dan yang lainnya udd nolongin Renatta."


" Iya Tante sama sama." kata mereka kompak


" Eh Tante beliin ini buat kalian dan ini buat kamu sayang."


Mama Renatta sengaja membeli beberapa roti dan minuman nya serta cemilan lain.


" Makasih Tante." kata mereka kompak


Mereka semua memakan dan mengobrol bersama.


Hari semakin sore teman teman Renatta pamit untuk pulang ke rumahnya.


" Tante kami pamit dulu yah nanti besok ke sini lagi." kata Fitri


" Iya Tante kami pamit dulu, dan kamu Ren cepet sembuh." kata Yoga


" Kalian hati hati yah di jalannya jangan ngebut." kata mama Renatta


" Iya Tante." kata mereka


Hanya ada satu orang yang masih tersisa yaitu Nicko.


Saat sedang mengobrol bertiga dokter datang untuk memeriksa Renatta.


" Saya periksa dulu yah."


" Sudah mulai membaik tetapi kamu harus di menginap dulu di sini yah untuk masa pemulihan."


" Iya dok."


" Kalau gitu saya permisi dulu."


Setelah dokter keluar Nicko pamit pulang dulu.


" Tante Ren aku pamit dulu yah nanti aku ke sini lagi."


" Udd gak papa biar Tante dan Om aja yang jaga Renatta kamu istirahat di rumah aja Nick."


" Gak papa kok Tan, aku pamit dulu yah."


" Iya hati hati."


Nicko segera keluar dari rumah sakit dan pulang ke rumahnya.


Tak lama Nicko sudah sampai di rumahnya dan Nicko berjalan ke arah kamarnya tetapi sebelum menaiki anak tangga Nicko melihat mama dan papanya sedang menonton televisi.


" Kamu baru pulang Nick."


" Iya ma, aku ke kamar dulu yah."


Nicko segera masuk ke kamarnya dan langsung mandi.

__ADS_1


__ADS_2