
Setelah kejadian di pinggir jalan waktu itu kini Dimas dan Renatta semakin dekat.
Seperti pagi ini Dimas dan dan Renatta pergi ke kampus bareng, banyak mata yang memandang ke arah mereka tak terkecuali Diva serta teman teman Renatta.
" Awas aja Lo murid baru gue bakal kasih Lo pelajaran." gumam Diva yang terdengar oleh teman temannya.
" Makasih ya kak, aku duluan masuk kelas." kata Renatta
" Iya Ren."
Lalu Renatta pergi meninggalkan Dimas dan segera berjalan ke kelasnya.
" Hai Ren tumben kamu bareng sama kak Dimas ?" tanya Santi
" Iya tadi kebetulan aku ketemu sama kak Dimas di jalan soalnya hari ini aku gak bawa mobil dan mang Ujang lagi antar mama."
" Ouh gitu Ren."
" Eh ngomong-ngomong Nicko ke mana yah ?" tanya Fitri
" Nicko lagi ada urusan keluarga di Surabaya katanya neneknya lagi di rawat."
" Ouh kirain kemana tuh anak."
Dosen pun datang dan semua mahasiswa mendengar kan apan yang di katakan oleh Dosen tersebut.
Jam mata kuliah selesai kini Renatta serta teman temannya segera menuju ke kantin.
Saat sedang asik makan tiba tiba Dimas menghampiri mereka.
" Boleh aku gabung ?" katanya
Renatta dan teman temannya saling pandang satu sama lain mereka merasa heran kenapa Dimas mau bergabung dengannya.
" Ah iya silahkan kak." jawab Renatta gugup
Dimas langsung duduk di samping Renatta yang kebetulan kosong.
Dari arah jauh Diva sudah mengepalkan tangannya ia marah kepada Renatta yang berani beraninya dekat dengan Dimas.
" Awas aja kamu ya." geram Diva dan diva pun segera pergi meninggalkan kantin.
Renatta dan teman temannya serta Dimas mereka sudah selesai makan dan berbincang bincang santai.
" Kalian masih ada mata kuliah ?"
" Enggak kak kebetulan dosen nya lagi gak ada, jadi kita mau ke rumah Renatta buat ngerjain laporan magang." jelas Fitri
" Ouh gitu yang semangat yah."
" Iya Kak, kalau gitu kita pergi dulu."
Renatta dan teman temannya meninggalkan Dimas yang masih duduk di bangku kantin.
" Manis juga kalau senyum." batin Dimas
Lalu Dimas berjalan ke dalam kelasnya.
Renatta dan teman temannya sudah sampai di rumah Renatta.
" Ren kalau menurut aku yah kak Dimas itu kayanya ada rasa sama kamu." kata Santi
" Iya bener tadi juga tatapan matanya itu beda banget." sambung Fitri
" Kalian salah liat kali kan kak Dimas udd di jodohkan sama kak Diva." ucap Renatta keceplosan, Renatta sudah di beri tahu oleh Dimas bawah ia dan Diva di jodohkan tapi Dimas berpesan agar Renatta tidak mengasih tau siap siap.
" Hah apa di jodohkan ?"
" Eh maaf aku keceplosan." ujarnya sambil menyengir 😁
__ADS_1
" Kamu yang benar kak Dimas udd di jodohkan sama tuh nenek lampir ?" kata Santi
" Iya tapi kalian jangan kasih tau siap siap ya, soalnya kak Dimas terpaksa menerima perjodohan itu karena papanya kak Dimas dan papanya kak Diva itu teman bisnis, udd ah kenapa sih jadi bahas itu kita ke sini kan buat ngerjain laporan magang."
" Eh iya ya."
Mereka bertiga langsung berkutat dengan laptopnya
# Di kampus
Jam mata kuliah telah selesai kini Dimas berjalan ke arah parkiran untuk mengambil mobilnya tapi sebelum sampai Dimas di hadang oleh Diva.
" Dim kamu tuh apa apaan sih dekat dekat dengan murid baru itu."
" Aku cuman gabung makan aja kok."
" Aku gak suka yah dim liat kamu sama cewek lain, inget kamu tuh udd di jodohin sama aku."
" Iya aku inget kok, minggir kamu aku mau pulang."
" Dim kita belum selesai ngomong."
Dimas tak menghiraukan ucapan Diva ia segera masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan Diva di tempat.
" Dim aku belum selesai dim."
" Awas yah kamu murid baru ini semua gara gara kamu."
Akhirnya Renatta dan kedua temannya itu telah selesai mengerjakan laporan mereka.
" Eh kok aku kangen yah sama Nicko dkk." kata Renatta
" Iya mereka pada kemana sih ?" tanya Fitri
" Mana aku tau, yang aku tau hanya Nicko lagi ke Surabaya jenguk nenek nya." jawab Santi
Saat mereka sedang melamun tiba tiba mata mereka di tutup oleh orang dari belakang.
" Aduh siapa sih lepasin dong." kata Fitri
" Ren kenapa di rumah kamu ada maling sih, tolong dong lepasin gak bisa liat nih." kata Santi
" Tapi aku kaya kenal bau parfum mereka." kata Renatta
Saat di buka matanya Renata dkk kaget saat melihat kekasihnya sudah ada di hadapan mereka.
" Nicko ?"
" Ya ini aku."
" Katanya tadi yang kangen sama kita." goda Yoga
Renatta, Santi dan Fitri wajahnya memerah karena menahan malu
" Hayoh siapa tadi yang bilang gitu." kata Putra ikut menggoda para gadis.
" Udd gak usah mau gitu nih aku bawa oleh oleh dari Surabaya." kata Nicko
Mereka semua langsung memakan cemilan yang beli oleh Nicko sewaktu akan pulang ke Jakarta.
" Nenek Lo sakit apa bro ?" tanya putra
" Gak papa cuman sakit rematik aja biasa lah udd tua."
" Kirain kenapa napa." jawab Putra
" Eh ya nyokap bokap Lo kemana Ren ?"
" Mereka lagi keluar katanya teman bisnis papa lagi ada acara gitu."
__ADS_1
" Ouh gitu."
Mereka asik mengobrol sampai waktu sudah hampir sore.
" Ren aku dan Santi pamit dulu yah." kata Fitri
" Iya hati hati di jalan."
Santi, Fitri, Yoga dan Putra langsung keluar dari rumah Renatta, Sedangkan Nicko masih di dalam rumah Renatta.
" Kalau gitu aku juga pamit yah, dan ini buat Tante dan juga Om."
" Makasih yah padahal kamu gak usah repot-repot segala Nick."
" Enggak kok buat calon mertua apa sih yang repot."
" Gombal mulu inget kuliah juga belum beres."
" Iya aku juga tau kok."
" Ya udd aku pulang yah kamu jaga diri baik-baik di rumah."
" Iya hati hati."
Renatta mengantar Nicko ke dapan rumahnya dan mobil Nicko segera meninggalkan rumah Renatta.
# Rumah Diva
Brak
Pintu terbuka dengan sangat keras Diva masih merasa kesal karena Dimas tapi meninggalkan begitu saja.
" Kamu kenapa sih Va datang datang udd banting pintu aja." kata mama Diva
" Aku kesal ma, aku kesal sama mahasiswa baru."
" Memang nya kenapa ?"
" Dia udd berani berani dekat dengan Dimas aku gak suka."
" Ya mungkin mereka lagi ada urusan Va kamu tuh pikir positif napa."
" Mama terus saja belain mereka sedangkan anak sendiri gak."
" Mama bukan belain mereka dan kita belum tau yang sebenarnya."
" Udd ah aku cape."
Diva pergi ke kamarnya mamanya hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah anak perempuan nya itu, ya memang begitu sifat diva keras kepala.
# Rumah Dimas
Dimas duduk di ruang tv ia senyum senyum sendiri saat mengingat wajah cantik Renatta.
" Kamu kenapa Dim ?" kata sang mama
" Enggak kok ma lagi senang aja."
" Memangnya kenapa ?"
" Ma boleh gak perjodohan itu di batalkan saja, Dimas udd dapet calon."
" Mama gak punya hak itu itu dim, hanya papa kamu yang punya hak soal itu."
" Tapi ma Dimas gak mau sama diva."
" Iya mama juga ngerti kok, kamu yang sabar yah, mama ke atas dulu."
Mama Dimas pergi meninggalkan Dimas yang masih di ruang tv
__ADS_1
Hari semakin malam Renatta sudah tertidur di kamarnya dan terbuai dengan mimpi indahnya.
# Semoga menarik 🙏