
Setelah puas makan di restoran Santi mereka pamit untuk pulang ke rumah masing masing karena hari sudah mulai sore.
Sebelum pulang Nicko mengajak Renatta ke rumahnya.
" Ren mama mau ketemu sama kamu, kamu mau kan ke rumah aku dulu ?"
" Iya Nick aku udd kangen banget sama Tante."
Mobil Nicko masuki perumahan elit di kota A mereka tiba di depan rumah bercat putih itu.
Nicko menuntun Renatta untuk masuk ke dalam rumahnya.
" Ma." kata Nicko.
" Iya mama di dapur." jawab sang mama.
Nicko dan Renatta segera berjalan ke arah dapur untuk menghampiri sang mama.
" Ma liat siapa yang datang." kata Nicko kepada mamanya, lalu mama Nicko membalik kan badannya.
" Ya ampun sayang Tante kangen banget sama kamu." ucap mama Nicko lalu memeluk Renatta.
" Iya Tante aku juga kangen." ucap Renatta sambil membalas pelukan mama Nicko.
" Tante lagi buat apa ? biar Rena bantu yah."
" Tante lagi buat kue lidah kucing kesukaan Nicko dan papanya."
" Ya udd Rena bantu yah."
Renatta dan mama Nicko langsung berkutat dengan bahan dan alat alat dapur sedangkan Nicko ia masuk ke dalam kamarnya untuk berganti baju.
Sekitar 2 jaman kue itu sudah matang dan bau nya sangat enak sekali.
Nicko yang melihat keakraban mamanya dan Renatta merasa sangat senang ia sudah tak sabar untuk mempersunting Renatta.
Nicko berjalan ke dapur menghampiri keduanya.
" Wah ma baunya wangi banget, boleh Nicko coba ?"
" Ayo sayang ini buatan calon menantu mama, Rena itu ternyata pintar membuat kue.
Nicko langsung mencicipi kue buatan Renatta dan mamanya.
" Em enak banget ma, kalau gini aku bakal jadi gemuk." ucap Nicko, dan mereka bertiga tertawa saat mendengar kan ucapan Nicko.
" Ayo sayang kita duduk sambil nonton tv."
" Iya Tante."
__ADS_1
Renatta dan mama Nicko langsung berjalan ke arah ruang tv, mereka menonton tv sambil menikmati kue buatan mereka dengan di temani es teh manis.
Hari semakin sore Renatta pamit kepada mama Nicko untuk segera pulang.
" Tante aku pamit dulu yah udd sore."
" Eh bentar sayang tunggu dulu."
Mama Nicko berjalan ke arah dapur untuk membawa satu toples kue buatannya tadi.
" Nah ini Ren buat mama dan papa kamu."
" Gak usah repot-repot Tante."
" Enggak kok sayang kan kamu udd bantu Tante, terima yah."
" Iya Tante terimakasih, kalau gitu Rena pamit dulu."
" Di antar Nicko kan ?"
" Iya Tan."
" Ya udd hati hati."
Renatta keluar dari rumah Nicko lalu masuk ke dalam mobil Nicko.
Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di depan rumah Renatta.
" Makasih yah Nick."
" Iya sama sama, aku juga ngucapin terimakasih buat kamu karena udd bantu mama."
" Iya Nick sama sama."
" Kalau gitu aku pulang dulu yah."
" Iya hati hati."
Renatta masuk ke dalam rumahnya dia menyimpan toples kue tadi di meja ruang tv, Renatta segera masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri.
Hari semakin malam kini Renatta dan keluarga nya melakukan malam bersama, setelah makan malam seperti biasa Renatta dan kedua orang tuanya bersantai di ruang tv.
" Dari siapa ini Ren ?" tanya sang mama.
" Itu dari mama Nicko tadi Rena mampir dulu sebentar dan membuat kue dengan mama Nicko."
" Ouh gitu."
Mama dan papa Renatta langsung memakan kue itu.
__ADS_1
" Enak banget Ren ini buatan mama Nicko ?"
" Sebenarnya aku yang buat ma, mama Nicko hanya membantu dikit dikit."
" Gak salah lagi anak papa sangat segala bisa." puji sang papa
" Hehehe iya pa."
Sedangkan di rumah Nicko ia sedang melamun bagaimana caranya berbicara kepada kedua orang tuanya.
Nicko mondar mandir di dalam kamarnya, ia pun memberanikan dirinya untuk menghampiri kedua orang tuanya, Nicko menuruni anak tangga lalu bergabung dengan kedua orang tuanya.
" Ma Pa ada yang mau omongin."
" Ngomong apa Nick ?" tanya sang papa.
" Jadi gini Ma Pa Nicko berniat buat melamar Renatta." ucapnya sambil menunduk.
" Apa kamu serius Nick ?" tanya sang mama.
" Iya ma aku serius akan melamar Renatta dan menjadikannya ibu buat anak anak ku."
" Papa mendukung keputusan mu Nick."
" Terimakasih pa."
" Mama juga mendukung, mama udd gak sabar punya menantu seperti Renatta." kata sang mama.
" Kapan kamu akan melamar Renatta ?" tanya sang papa.
" Besok malam pa, kalau soal nikahnya 2 Minggu setelah lamaran."
" Baiklah nanti papa dan mama kamu akan mengurus nya."
" Sekali lagi makasih yah ma pa." Nicko memeluk kedua orang tuanya, ia benar benar merasa sangat senang sekali.
Hari semakin malam Nicko pamit untuk kembali ke kamarnya.
" Ma pa Nicko ke kamar dulu yah."
" Iya."
Nicko berjalan menaiki anak tangga sedangkan kedua orang tuanya masih duduk di ruang tv.
" Pa ternyata kita sebentar lagi akan mempunyai menantu yang baik cantik lagi."
" Iya ma anak kita memang bisa saja memilihnya, udd malam kita ke kamar yuk ma."
Mama dan papa Nicko masuk ke dalam kamarnya, di kamar Nicko ia merasa sangat senang ia tak sabar menunggu hari esok, Nicko pun langsung memposisikan badannya lalu tertidur dan terbuai dengan mimpi indah ia berharap semoga besok berjalan dengan lancar.
__ADS_1