
Seminggu setelah acara wisuda kini Renatta sudah siap untuk pergi ke kantor bersama papanya, begitu pula dengan teman teman Renatta mereka mulai sibuk dengan pekerjaan mereka.
Pagi pagi sekali Renatta sudah dengan memakai baju kantoran, ia turun ke bawah untuk sarapan bersama.
" Pagi ma Pa."
" Pagi sayang, ayo sarapan dulu."
Selesai sarapan Renatta dan papanya segera berangkat.
" Ma pap dan Rena berangkat dulu yah."
" Iya pa hati hati."
Renatta dan papanya masuk ke dalam mobil, mobil hitam itu sudah keluar dari pekarangan rumah Renatta dan menembus jalanan ibukota di pagi hari.
Pagi ini jalanan cukup ramai karena banyak orang yang akan bekerja maupun sekolah.
Tak butuh waktu lama Renatta dan papanya sudah sampai di kantor, mereka segera masuk ke dalam kantor itu, para karyawan menyapa atasan mereka.
Renatta dan papanya masuk ke dalam ruangan papanya.
Tut tut tut
Papa Renatta menelpon asistennya.
" Hallo Za nanti jam sembilan tolong kumpulkan semua karyawan di aula kantor."
" Baik pa." kata seseorang di sebrang sana.
Papa Renatta langsung saja berkutat dengan beberapa berkas sedangkan Renatta mencoba untuk mempelajari isi dari berkas berkas itu.
Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan kini Papa Renatta serta Renatta segera menunju aula kantor, saat memasuki aula itu semua karyawan sudah menunggunya.
" Maaf menganggu waktunya, saya sengaja mengundang kalian semua untuk hadir di sini, saya akan memperkenalkan atasan baru kalian sebagian dari kalian mungkin sudah ada yang tahu, dia adalah anak semata wayang saya Yaitu Renatta Anggelina, saya harap kalian semua menurut apa yang ia nanti tugaskan kepada kalian." kata papa Renatta panjang lebar
Renatta di beri kesempatan untuk mengenalkan dirinya.
" Hallo semuanya kenalkan nama saya Renatta seperti yang di barusan di bicarakan oleh papa saya, saya di sini akan mengantikan beliau dan saya harap kerja sama yang bagus untuk meningkatkan perusahaan ini." ucap Renatta
Semua karyawan merasa senang menyambut atasan baru mereka itu.
" Mungkin itu saja yang saya sampaikan dan silahkan lanjutkan lagi pekerjaan nya." kata papa Renatta
Para karyawan itu langsung membubarkan dirinya dan segera masuk ke ruangan masing masing.
" Mbak Renatta ternyata cantik juga yah." kata salah satu karyawan
__ADS_1
" Iya habis gitu masih muda lagi, aku jadi semangat." timpal temannya
Renatta dan papanya kembali ke ruangan, Renatta mulai di ajarkan bagaimana cara mengurus perusahaan, tak butuh waktu lama Renatta sudah memahami semuanya.
# Perusahaan Nicko
Nicko sibuk menandatangi berkas berkas di atas mejanya, ya Nicko hanya melanjutkan perusahaan agar semakin lebih maju lagi.
Berbeda dengan Santi dan Fitri mereka memulai semuanya dari awal, Santi memulai dengan membangun cafenya sedangkan Fitri ia sedang sibuk mendesain model baju bajunya.
Beda lagi dengan Yoga dan Putra mereka juga sama sama sibuk dengan perusahaan yang mereka pegang.
Waktu sudah siang kini Renatta dan papanya keluar untuk makan siang di restoran yang dekat dengan kantor mereka.
Setiba di restoran mereka segera memesan makanan, setelah makanan datang mereka langsung memakannya.
Selesai makan siang Renatta dan papanya kembali lagi ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan yang belum selesai.
" Ren tolong kamu cek ini yah." titah sang papa
" Iya pa."
Renatta langsung mengecek beberapa dokumen kerja sama antara perusahaannya dan perusahaan lainnya.
Tak terasa waktu sudah hampir sore kini Renatta sudah beres mengecek dokumen itu dan bersiap untuk pulang ke rumah.
Setelah selesai membeli roti itu Renatta dan papanya langsung meninggalkan toko roti tersebut.
Setiba di rumah Renatta berjalan ke dapur untuk menaruh roti yang tadi ia bawa.
" Eh udd pulang." tanya sang mama
" Iya ma."
" Gimana tadi lancar ?"
" Lancar ma, ouh iya ma ini Rena beli roti di toko langganan kita."
" Wah mama udd lama gak makan ni roti."
Mama Renatta menaruh roti itu di atas piring.
" Ma Rena ke kamar dulur yah."
" Iya."
Renatta segera menuju kamarnya ia langsung masuk kamar mandi dan berendam di bathtub, badannya yang tadi lelah kini sudah merasa normal kembali.
__ADS_1
Hari sudah malam kini keluarga Renatta makan malam bersama.
" Tadi gimana Ren apa sulit ?" tanya sang papa
" Enggak kok pa."
" Syukurlah kalau begitu, besok kamu berangkat sendiri yah papa akan ke Bandung buat ngecek perusahaan kita yang ada di sana."
" Iya pa."
Seperti biasa setelah mereka makan mereka menonton bersama sambil mencicipi roti yang tadi Renatta beli.
Setelah puas menonton Renatta kembali ke kamarnya.
" Ma Pa Rena ke kamar dulu yah."
" Iya sayang."
Renatta langsung menaiki anak tangga, setiba di kamar Renatta merebahkan badannya, tiba tiba hpnya berbunyi ternyata panggilan video dari Nicko.
📱: Malam Ren lagi apa ?" tanya Nicko
📱: Malam juga Nick, aku lagi tiduran aja kalau kamu ?"
📱 : Sama aku juga, gimana tadi di kantor asik kan ?"
📱: Asik sih tapi aku harus mempelajari nya lagi."
📱: Iya aku yakin kamu bisa, semangat yah."
📱: Iya semangat kembali."
Obrolan mereka berlangsung sampai 2 jam lamanya.
📱: Nick tidur yuk aku ngantuk nih."
📱: Iya ayo aku juga udd ngantuk, happy nice dream sayang."
📱: Apa sih Nick malu tau." wajah Renatta langsung memerah tersipu malu.
📱: Kenapa harus malu sama pacar sendiri." goda Nicko
📱: Udd yah Nick aku matiin."
Panggilan video pun berakhir Renatta senyum senyum sendiri sambil memegang hpnya, tapi tak lama Renatta langsung memposisikan tubuhnya untuk segera tidur.
Begitupun dengan Nicko ia merasa senang karena telah menggoda kekasihnya itu dan Nicko juga segera tidur.
__ADS_1