Dari Sahabat Jadi Suami

Dari Sahabat Jadi Suami
Bab 36


__ADS_3

Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di rumah Nicko dan mereka segera masuk.


" Siang Tante ." sapa mereka kepada mama Nicko


" Siang juga wah kalian ke sini Tante udd kangen banget, gimana kabarnya ?"


" Baik Tante."


" Yuk duduk dulu kita ngobrol di sana." kata mama Nicko sambil menunjuk ruang keluarga


Mereka semua membuntuti mama Nicko dari belakang.


" Kamu udd sembuh sayang ?"


" Udd Tan."


Tiba tiba datang bibi dari arah belakang dengan membawa minuman segar.


" Ini minumannya." kata sang bibi sambil menaruh gelas gelas itu di atas meja


" Terimakasih Bi." kata mereka kompak


Mereka berbincang-bincang di ruangan itu.


" Mah kita pamit dulu yah mau nonton." kata Nicko


" Iya iya silahkan saja anggap rumah sendiri yah jangan sungkan."


" Iya Tante."


Nicko dan teman temannya segera berjalan ke arah ruangan bioskop kecil yang ada di rumah Nicko.



Setibanya di ruangan itu mereka sangat kagum karena baru pertama kalinya mereka masuk ke dalam bioskop rumah Nicko.


" Lo sekarang udd punya bioskop ?" kata Putra


" Iya papa gue yang desain ini."


" Bagus banget." kata Santi


" Ya udd yuk duduk mau nonton apa ?" kata Nicko


" Gimana kalau nonton film horor ?" usul Yoga


" Gak ah aku takut." jawab Fitri


" Kita nonton film action aja." usul Renatta


" Nah setuju." jawab mereka kompak


" Ya udd kalian duduk dulu gue bakal setting filmnya."


Nicko berjalan ke ruangan kecil yang berada di bioskop itu dan tak berapa lama film pun di mulai.


Mereka asik menonton dan memakan cemilan yang sudah di sediakan, saat adegan saling tembak mereka semua nampak tegang.


Hampir sekitar 2 jam film itu selesai.


" Bagus banget filmnya aku suka sama pemeran cowoknya." kata Santi


" Iya bagus banget." kata Fitri


Mereka keluar dari ruangan itu dan segera menuju halaman belakang rumah Nicko.


" Kita mau ngapain lagi ?" kata Renatta


" Gak tau, aku ikut aja " kata Fitri

__ADS_1


" Gimana kalau kita maen game ?" kata Nicko


" Game apa ?" tanya Meraka kompak


" Uno stacko." kata Nicko, lalu Nicko mengambil permainan itu ke dalam dan tak lama Nicko bergabung dengan teman temannya.


" Ini dia." kata Nicko


" Cara maen nya gimana ?" tanya Fitri


" pemain mengelilingi balok Uno Stacko yang telah disusun.


pemain pertama mengambil balok dan meletakkan di posisi paling atas.


pemain berikutnya harus mengambil balok dengan warna sama ATAU angka sama tanpa menjatuhkan susunan balok.


untuk mengambil balok hanya boleh memakai 2 jari.


begitu seterusnya sampai susunan baloknya rubuh. Pemain yang merubuhkan balok adalah pemain yang kalah.


selain balok warna dengan angka, ada balok khusus: dua kali ambil, arah permainan berbalik, ganti warna.


" Gimana mengerti ?" Tanya Nicko


" Oke siap."


" Tapi biar lebih seru mending yang kalah di hukum aja." kata Renatta


" Bener juga, tapi hukumannya apa ?" tanya Santi


" Nih pake ini aja nanti yang kalah wajahnya di coret pake ini." kata Renatta sambil menunjukkan lipstik yang ia bawa


" Oke setuju."


Mereka semua langsung memainkan permainan itu.


Suara gelak tawa terdengar dari halaman belakang Nicko.


Nicko yang melihat itu sangat senang sekali orang yang ia cintai ketawa selepas itu.


" Udd ah gue kalah Mulu." kata Putra


Ya wajah Putra sudah di penuhi dengan coretan lipstik dari teman temannya.


" Ah Cemen Lo." kata Yoga


" Lo enak gak banyak coretan nya lah gue banyak banget." kata Putra


Akhirnya permainan itu berakhir dan yang kalah adalah Putra.


" Nick gue ikut ke kamar mandi yah."


" Iya Lo tinggal masuk aja kali."


Putra berjalan menuju kamar mandi yang ada di dekat dapur.


" Loh den Putra kenapa wajahnya banyak coretan gitu ?" kata bibi


" Iya Bi aku kalah maen game." jawab Putra sambil menyengir


" Ouh pantesan."


" Aku masuk dulu yah Bi mau bersihin muka dulu."


Putra masuk ke dalam kamar mandi ia menggosok gosok wajahnya dengan air, tak lama wajahnya sudah bersih kembali.


Waktu sudah sore teman teman Nicko pamit untuk pulang.


" Nick gue dan Santi pulang dulu." kata Putra

__ADS_1


" Iya gue dan Fitri juga." kata Yoga


" Tante makasih yah kita pamit dulu udd sore." kata keempat orang itu.


" Iya kapan kapan ke sini lagi."


" Iya Tan."


Keempat orang itu langsung pergi dari rumah Nicko.


" Tante Rena juga mau pamit pulang dulu takut di cari mama."


" Kamu pulang sama siap ?"


" Biar pesan taksi aja Tan."


" Enggak kamu di antar Nicko yah."


" Nick antar Rena yah."


" Iya ma."


" Ya udd Tante kalau gitu aku pamit dulu makasih untuk semua nya dan maaf telah merepotkan."


" Enggak kok sayang justru Tante sangat senang sekali nanti ke sini lagi yah."


" Iya Tan."


Nicko dan Renatta berjalan ke arah luar, Nicko menghidupkan mesin mobilnya dan pergi mengantar Renatta.


Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai Renatta turun dari mobil Nicko.


" Makasih yah Nick."


" Iya sama sama, kalau gitu aku pulang dulu yah."


" Iya hati hati."


Renatta berjalan masuk ke rumahnya.


" Baru pulang kamu ?"


" Iya ma tadi abis maen dulu di rumah Nicko sama teman teman."


" Ya udd kamu cepet mandi udd sore "


" Iya ma."


Renatta segera menaiki anak tangga untuk sampai di kamarnya.


Setelah sampai di kamar Renatta langsung masuk ke kamar mandi dan merendamkan badannya di dalam bathtub.


Jam sudah pukulan 7 malam Renatta bersama mama, bibi serta mang Ujang makan malam bersama sedangkan papanya masih di luar kota.


Selesai makan malam Renatta dan mamanya menonton siaran televisi.


" Kamu tadi di rumah Nicko gak ngerepotin Tante Ica kan ?"


" Enggak kok ma."


" Syukurlah kalau enggak, gimana seru ?"


" Seru banget ma ternyata di rumah Nicko ada bioskop kecil."


Mama dan anak itu berbincang-bincang menceritakan kejadian tadi di rumah Nicko.


" Ma Rena ke kamar yah udd ngantuk."


" Iya mama juga sama."

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua memasuki kamar masing masing dan langsung tidur.


__ADS_2